Penggunaan Trailing Stop Order dalam Perdagangan Spot

1. Cara Menempatkan Trailing Stop Order


Kunjungi situs web resmi MEXC, lalu masuk ke akun Anda. Pada bilah navigasi atas, arahkan kursor ke Spot lalu klik Spot.


Di panel order halaman Perdagangan Spot, pilih Trailing Stop. Sebagai contoh, berikut cara menempatkan trailing stop order spot menggunakan BTC.


Masukkan tiga parameter utama: Harga Aktivasi, Trailing Delta, dan Harga Trailing Stop.

1) Masukkan Harga Aktivasi (Opsional)

Harga aktivasi menentukan kapan trailing stop order aktif. Sistem akan mulai melacak pergerakan harga hanya setelah harga pasar mencapai harga aktivasi.

  • Untuk Order Beli, disarankan menetapkan harga aktivasi pada atau di bawah harga pasar saat ini.
  • Untuk Order Jual, disarankan menetapkan harga aktivasi pada atau di atas harga pasar saat ini.

Jika harga aktivasi tidak dimasukkan, sistem secara default akan menggunakan harga terakhir pada saat penempatan order sebagai harga aktivasi.

2) Masukkan Trailing Delta

Trailing delta adalah persentase rebound harga dari titik terendah (order beli) atau penurunan dari titik tertinggi (order jual) sebelum order dipicu. Rasio ini dapat diatur antara 1% hingga 99%. Jika trailing delta ditetapkan sebesar 5%, sistem akan terus melacak harga terendah (order beli) atau harga tertinggi (order jual). Ketika harga berbalik sebesar 5%, order secara otomatis akan dipicu.

3) Masukkan Harga Trailing Stop

Setelah trailing stop order dipicu, sistem akan menempatkan limit order atau market order sesuai jenis harga yang dipilih.


2. Contoh-contoh: Menempatkan Trailing Stop Order Spot


2.1 Trailing Stop Order Beli


Misalkan harga BTC saat ini adalah 91.000 USDT. Diperkirakan harga akan terus turun, dan pembelian ingin dilakukan saat pasar berbalik naik. Trailing stop order dapat dikonfigurasi sebagai berikut:

  • Harga Aktivasi: 90.000 USDT
  • Trailing Delta: 5%
  • Harga Limit: 89.000 USDT

Ketika Harga Pasar turun ke 90.000 USDT, trailing stop order akan aktif. Asumsikan harga terus turun hingga mencapai titik terendah di 83.000 USDT sebelum rebound. Saat harga rebound sebesar 5% (83.000 × (1 + 5%) = 87.150 USDT), sistem secara otomatis menempatkan order beli limit pada 89.000 USDT. Karena limit order dapat dieksekusi pada harga yang lebih baik saat likuiditas mencukupi, order kemungkinan akan terisi di sekitar 87.150 USDT, sehingga pembelian berhasil dilakukan saat rebound.

2.2 Trailing Stop Order Jual


Misalkan harga BTC saat ini adalah 91.000 USDT. Anda memegang BTC dan memperkirakan harga akan terus naik, tetapi ingin menjual saat pullback untuk mengunci profit. Trailing stop order dapat dikonfigurasi sebagai berikut:

  • Harga Aktivasi: 92.000 USDT
  • Trailing Delta: 5%
  • Harga Limit: 92.500 USDT

Saat harga pasar naik ke 92.000 USDT, order trailing stop akan aktif. Asumsikan harga terus naik hingga mencapai puncak di 98.000 USDT sebelum mulai pullback. Ketika pullback mencapai 5% atau harga turun ke 98.000 × (1 − 5%) = 93.100 USDT, sistem secara otomatis menempatkan order jual limit pada 92.500 USDT. Idealnya, order akan terisi di sekitar 93.100 USDT, sehingga penjualan berhasil dilakukan saat pullback untuk mengamankan profit.

3. FAQ Trailing Stop Order Spot


3.1 Apa itu Harga Aktivasi dalam pesanan trailing stop spot?


Harga Aktivasi adalah kondisi pemicu order trailing stop. Saat harga pasar mencapai atau melampaui level ini, order menjadi aktif dan mulai melacak pergerakan harga. Parameter ini bersifat opsional. Jika Harga Aktivasi tidak ditetapkan, order akan langsung aktif saat ditempatkan.

Contoh:Trailing stop order jual BTC/USDT ditempatkan dengan pengaturan berikut:

  • Harga Limit: 91.000 USDT
  • Harga Aktivasi: 90.000 USDT
  • Trailing Delta: 5%

Artinya, harga pasar harus terlebih dahulu mencapai 90.000 USDT agar trailing stop order aktif. Setelah BTC mencapai 90.000 USDT, sistem mulai melacak harga tertinggi. Saat harga turun 5% dari titik tertinggi tersebut, sistem secara otomatis menempatkan order jual limit pada 91.000 USDT.

3.2 Bagaimana cara harga pemicu dihitung?


Untuk Order Beli:
  • Harga Pemicu = Harga Terendah yang Tercapai × (1 + Trailing Delta)
Untuk Order Jual:
  • Harga Pemicu = Harga Tetinggi yang Tercapai × (1 - Trailing Delta)

3.3 Mengapa limit order tidak terisi setelah trailing stop terpicu?


Setelah trailing stop order terpicu, sistem menempatkan limit order. Namun, limit order tidak dijamin terisi. Jika harga pasar tidak mencapai harga limit yang Anda tetapkan, order akan tetap tidak terisi. Selain itu, pada kondisi volatilitas pasar yang tinggi, limit order dapat gagal terisi jika jumlah order lawan di pasar tidak mencukupi. Order dalam buku order dicocokkan secara kronologis berdasarkan waktu penempatan.

3.4 Bagaimana cara memeriksa apakah trailing stop order spot saya telah terpicu?


Status pemicu trailing stop order dapat dikonfirmasi melalui Status Order.

Setelah menempatkan order, buka bagian Open Orders di bagian bawah halaman perdagangan untuk melihat statusnya. Jika harga aktivasi ditetapkan, nilainya akan ditampilkan di kolom Trigger Condition. Setelah order terpicu, kolom ini akan menampilkan status Triggered.


3.5 Apa perbedaan antara limit order dan trailing stop order dalam perdagangan Spot?


Limit order memiliki harga tetap, sedangkan harga pemicu pada trailing stop order berubah secara dinamis mengikuti pergerakan pasar. Keunggulan utama trailing stop order adalah sistem terus melacak harga selama pasar bergerak menguntungkan tanpa langsung menempatkan order, sehingga berpotensi mendapatkan harga eksekusi yang lebih baik. Order akan ditempatkan secara otomatis hanya saat harga berbalik dan mencapai trailing delta yang ditetapkan.

Rekomendasi Bacaan: