Apakah Anda tertarik pada stablecoin tetapi merasa dunia mata uang kripto membingungkan? Anda tidak sendirian. Mata uang digital bisa jadi rumit, terutama bagi mereka yang baru mengenal bidang ini. Panduan komprehensif ini menawarkan pengantar yang jelas dan mudah dipahami tentang stablecoin yang menjelaskan tentang stablecoin, cara kerjanya, dan berbagai jenis yang tersedia. Anda juga akan mempelajari tip praktis untuk menggunakannya dengan aman. Jika tujuan Anda adalah melindungi aset dari volatilitas pasar, mengirim dana internasional, atau sekadar memperluas pemahaman tentang mata uang digital, panduan ini memberikan pengetahuan penting yang dibutuhkan untuk menavigasi lanskap stablecoin dengan percaya diri.
Poin Utama
Stablecoin adalah mata uang kripto yang dipatok pada aset seperti dolar AS, emas, atau cadangan lainnya dengan tujuan mempertahankan nilai yang stabil sambil memungkinkan transaksi berbasis blockchain.
Pasar stablecoin mencapai $235 miliar pada tahun 2025.
Kategori utamanya meliputi stablecoin yang didukung fiat (USDT, USDC), didukung komoditas (PAXG), didukung kripto (DAI), dan algoritmis.
Tether (USDT), USD Coin (USDC), Binance USD (BUSD), DAI, PayPal USD (PYUSD), RLUSD Ripple, dan stablecoin berpatokan euro di Eropa.
Manfaatnya meliputi pengurangan volatilitas harga, transfer lintas batas yang lebih murah, inklusi keuangan, integrasi DeFi, dan perlindungan inflasi.
Meskipun demikian, pengguna harus berhati-hati terhadap ketidakpastian regulasi, kurangnya transparansi cadangan, hilangnya patokan, dan masalah sentralisasi.
Menggunakan Stablecoin di MEXC: Buat akun, pilih stablecoin dan jaringan, buat alamat dompet, lalu verifikasi kompatibilitas jaringan untuk menghindari kehilangan dana.
AS tengah memajukan rancangan undang-undang stablecoin seperti UU STABLE dan UU GENIUS, sementara Uni Eropa telah mengadopsi regulasi MiCA.
Apa itu stablecoin? Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai tetap dengan cara dipatok, atau dikaitkan, pada aset cadangan seperti mata uang terbitan pemerintah (misalnya, dolar AS), komoditas (misalnya, emas), atau aset keuangan lainnya. Tidak seperti mata uang kripto yang lebih volatil seperti bitcoin, ether, atau
altcoin, stablecoin bertujuan untuk menggabungkan keunggulan teknologi blockchain, termasuk transaksi yang cepat, keamanan yang kuat, dan transfer tanpa batas, dengan pengurangan fluktuasi harga, sehingga membuatnya lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari. Pasar stablecoin global telah tumbuh pesat dengan mencapai USD235 miliar pada tahun 2025, sebuah kenaikan dari USD152 miliar di tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya perannya dalam ekosistem mata uang kripto dan potensinya untuk menghubungkan keuangan tradisional dengan solusi keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Stablecoin menggunakan mekanisme yang berbeda untuk menjaga kestabilan nilainya. Mengetahui perbedaannya dapat membantu Anda memilih jenis yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
Dengan dukungan mata uang tradisional seperti dolar AS, stablecoin ini memiliki cadangan pada rasio 1:1, sehingga setiap token dapat sepenuhnya ditebus dengan satu unit mata uang tersebut. Cadangan disimpan oleh kustodian teregulasi dan sering diaudit untuk transparansi.
Contoh: Tether (USDT), USD Coin (USDC), Binance USD (BUSD), Pax Dollar (USDP), dan PayPal USD (PYUSD)
Dipatok pada nilai aset fisik seperti emas, perak, atau minyak. Token ini melacak harga pasar komoditas dan dapat ditebus dengan aset itu sendiri, meskipun penebusannya mungkin lebih rumit dibandingkan dengan stablecoin yang didukung fiat.
Contoh: Tether Gold (XAUt), Pax Gold (PAXG)
Diamankan oleh mata uang kripto lainnya. Untuk mengimbangi volatilitas kripto, jenis ini biasanya memiliki jaminan berlebih. Misalnya, kepemilikan Ethereum senilai USD 2 untuk setiap USD 1 yang diterbitkan dalam stablecoin. Hal ini membantu mempertahankan patokan meskipun nilai jaminan turun.
Contoh: Dai (DAI) yang didukung oleh mata uang kripto seperti Ethereum melalui protokol MakerDAO
Stablecoin algoritmis tidak bergantung pada jaminan. Jenis ini justru menggunakan algoritma untuk mengontrol suplai mata uang kripto berdasarkan permintaan. Ketika harga naik di atas nilai target, algoritma meningkatkan suplai untuk menurunkan harga. Sebaliknya, ketika harga turun, suplai akan berkurang.
Contoh: Frax (FRAX) yang menggabungkan jaminan dengan penyesuaian algoritmis
Beberapa stablecoin utama mendominasi pasar, masing-masing dengan pendekatan berbeda untuk menjaga stabilitas dan transparansi harga.
Tether adalah stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar dengan nilai lebih dari 165 miliar USD pada tahun 2025. Dengan diluncurkan pada tahun 2014, USDT dipatok ke dolar AS dan beroperasi pada blockchain utama seperti Ethereum, Solana, dan Tron. Tether telah menghadapi pengawasan ketat atas pengungkapan cadangannya—pada tahun 2021, Komisi Perdagangan Futures Komoditas AS mendenda Tether Limited sebesar USD 41 juta karena pernyataan cadangan yang menyesatkan. Meskipun terdapat kontroversi ini,
USDT tetap menjadi stablecoin yang dominan secara global, terutama di Asia dan Eropa, dan banyak digunakan untuk perdagangan, remitansi, dan likuiditas di pasar kripto.
USDC adalah stablecoin terbesar kedua dengan kapitalisasi pasar lebih dari $58 miliar. USDC diterbitkan oleh Circle dengan menekankan transparansi dan kepatuhan regulatif. Cadangannya disimpan dalam bentuk uang tunai dan surat utang negara AS jangka pendek dengan penerbitan atestasi mingguan untuk memverifikasi cadangan ini.
Kapan stablecoin USDC pertama diterbitkan oleh Circle? Circle meluncurkan USDC pada bulan September 2018 melalui kerja sama dengan Coinbase sebagai bagian dari Centre Consortium. Koin ini diciptakan sebagai alternatif transparan di pasar stablecoin pada saat kekhawatiran tentang cadangan Tether meningkat. Sejak diluncurkan, USDC telah berkembang menjadi salah satu stablecoin yang paling tepercaya dan paling banyak digunakan dalam ekosistem.
USDC telah meraih popularitas yang signifikan di Amerika Utara dan banyak digunakan dalam aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) karena stabilitas dan transparansinya yang dirasakan.
BUSD adalah stablecoin yang diterbitkan oleh Paxos melalui kerja sama dengan Binance, yaitu salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia. Sama seperti USDT dan USDC, BUSD dipatok pada dolar AS serta didukung oleh cadangan dolar AS dan surat utang negara AS.
Tidak seperti stablecoin terpusat yang disebutkan di atas, DAI adalah stablecoin terdesentralisasi yang dibuat melalui protokol MakerDAO. DAI mempertahankan patokannya terhadap dolar AS melalui sistem
smart contract dan jaminan berlebih dengan mata uang kripto lainnya, terutama Ethereum. Hal ini membuat DAI lebih tahan terhadap tekanan regulasi, tetapi berpotensi lebih rumit untuk dipahami oleh pengguna baru.
PYUSD, yang diluncurkan oleh PayPal melalui kerja sama dengan Paxos, mewakili masuknya lembaga keuangan tradisional ke pasar stablecoin. Koin ini dirancang khusus untuk pembayaran dan didukung oleh cadangan yang dikelola oleh Paxos dengan disertai laporan transparansi rutin yang tersedia untuk publik.
RLUSD adalah stablecoin yang baru diluncurkan dari Ripple, yaitu perusahaan di balik XRP Ledger. Stablecoin RLUSD diumumkan pada tahun 2025 dan telah menarik minat signifikan dalam komunitas mata uang kripto dengan tawaran tinggi yang mencerminkan antusiasme pasar sebelum peluncuran resminya. Dengan dirancang untuk pembayaran lintas batas dan penggunaan institusional, RLUSD dipatok ke dolar AS dan memanfaatkan infrastruktur pembayaran Ripple untuk memfasilitasi transfer internasional yang cepat dan berbiaya rendah.
Penting untuk diperhatikan bahwa meskipun Ripple telah mengembangkan mata uang kripto XRP dan kini stablecoin RLUSD, XRP itu sendiri bukanlah stablecoin. XRP adalah aset digital terpisah yang digunakan terutama untuk likuiditas dalam transaksi lintas batas, sedangkan RLUSD dirancang khusus sebagai stablecoin berpatokan dolar. Perbedaan ini penting untuk dipahami oleh investor dan pengguna saat menelusuri ekosistem produk Ripple.
Sementara stablecoin berpatokan USD mendominasi pasar, beberapa stablecoin euro telah muncul untuk melayani pasar Eropa dan pengguna di seluruh dunia yang lebih menyukai aset digital berdenominasi euro. Contoh yang menonjol meliputi:
EURT (Tether Euro): Stablecoin berpatokan euro yang diterbitkan oleh Tether
EURC (Euro Coin dari Circle): Stablecoin euro dari penerbit USDC
EURS (Stasis Euro): Salah satu stablecoin euro paling awal yang didukung oleh cadangan euro
EUROC (Euro Coin): Stablecoin euro teregulasi makin diadopsi di pasar Eropa
Stablecoin euro memiliki fungsi serupa dengan mata uang USD, tetapi sangat berharga bagi bisnis dan individu Eropa yang ingin menghindari biaya konversi mata uang saat bertransaksi dalam mata uang lokal mereka.
Kemampuan stablecoin untuk mempertahankan nilai stabil bergantung pada mekanisme yang berbeda-beda, tergantung pada jenis stablecoin.
Stablecoin yang dijamin dengan fiat mempertahankan nilainya melalui cadangan aset dasarnya. Untuk setiap stablecoin yang beredar, perusahaan penerbit harus memiliki aset pendukung dalam jumlah setara sebagai cadangan. Cadangan ini biasanya disimpan dalam rekening bank, surat utang negara, atau investasi berisiko rendah lainnya.
Mekanisme pematokan yang paling umum adalah rasio 1:1 dengan mata uang fiat, biasanya dolar AS. Artinya, satu stablecoin selalu bernilai satu dolar. Stablecoin lainnya mungkin dipatok ke mata uang yang berbeda seperti euro (EURC) atau komoditas seperti emas.
Untuk memastikan stablecoin mempertahankan patokannya, penerbit menggunakan berbagai metode:
Pencetakan dan Penebusan: Pengguna dapat mencetak stablecoin baru dengan mendepositkan aset pendukung dalam nilai yang setara atau menebus stablecoin mereka dengan aset dasar.
Arbitrase: Jika harga pasar stablecoin menyimpang dari patokannya, pelaku arbitrase dapat meraih laba dengan membeli stablecoin saat harganya berada di bawah patokannya, lalu menebusnya dengan aset pendukung atau menjualnya saat harganya berada di atas patokannya. Mekanisme pasar ini membantu mempertahankan patokan.
Penjaminan berlebih: Untuk stablecoin yang didukung kripto seperti DAI, sistem mengharuskan pengguna untuk mendepositkan mata uang kripto dengan nilai yang lebih besar dari nilai stablecoin yang mereka terima. Hal ini bertindak sebagai penyangga terhadap volatilitas harga.
Penyesuaian Suplai Algoritmis: Stablecoin algoritmis menggunakan smart contract untuk otomatis menyesuaikan suplai berdasarkan permintaan yang secara teoretis mempertahankan patokan melalui kekuatan pasar, bukan jaminan.
Banyak penerbit stablecoin menerbitkan atestasi rutin atau “proof of reserves” untuk memverifikasi bahwa mereka memiliki aset pendukung yang cukup. Laporan-laporan ini, yang sering dilakukan oleh perusahaan akuntansi pihak ketiga, membantu membangun kepercayaan dalam ekosistem stablecoin.
Stablecoin menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan sistem keuangan tradisional dan mata uang kripto yang volatil, sehingga makin populer untuk berbagai kegunaan.
Manfaat utama stablecoin adalah stabilitas harganya dibandingkan mata uang kripto yang volatil. Selama kemerosotan pasar, pedagang kripto dapat dengan cepat mengonversi aset mereka ke stablecoin untuk menjaga nilai tanpa keluar dari ekosistem kripto sepenuhnya.
Stablecoin memungkinkan transfer internasional yang lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan sistem perbankan tradisional. Hal ini sangat berharga untuk remitansi, sementara metode tradisional sering kali melibatkan biaya tinggi dan waktu pemrosesan yang lambat. Misalnya, biaya remitansi $200 dari Afrika Sub-Sahara adalah sekitar 60% lebih murah menggunakan stablecoin dibandingkan dengan metode remitansi tradisional berbasis fiat.
Di wilayah dengan akses terbatas ke layanan perbankan atau mata uang lokal yang tidak stabil, stablecoin menyediakan cara bagi individu untuk berpartisipasi dalam ekonomi global. Dengan menawarkan penyimpan nilai yang stabil dan mudah diakses melalui smartphone, stablecoin dapat melayani populasi yang tidak memiliki rekening bank (unbanked) dan memiliki akses terbatas ke layanan perbankan (underbanked) di seluruh dunia.
Stablecoin adalah tulang punggung dari banyak protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi). Koin ini memfasilitasi pemberian pinjaman, pengambilan pinjaman, dan farming yield tanpa risiko volatilitas yang terkait dengan mata uang kripto lainnya. Stabilitasnya menjadikannya ideal untuk pool likuiditas di bursa terdesentralisasi.
Stablecoin bridge mewakili kategori inovatif yang dirancang khusus untuk memfasilitasi transfer di antara berbagai blockchain. Platform seperti Bridge (baru saja diakuisisi oleh Stripe seharga $1,1 miliar) mengkhususkan diri dalam menciptakan infrastruktur stablecoin dengan interoperabilitas yang memungkinkan pergerakan stablecoin yang lancar pada berbagai jaringan blockchain. Fungsionalitas cross-chain ini penting bagi ekosistem kripto yang lebih luas, karena memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan kekuatan berbagai jaringan tanpa dibatasi pada satu blockchain saja.
Di negara-negara yang mengalami inflasi tinggi, stablecoin berpatokan mata uang yang lebih stabil seperti dolar AS menyediakan cara bagi penduduk untuk melindungi tabungan mereka dari devaluasi mata uang lokal. Hal ini telah berkontribusi pada adopsi stablecoin yang tinggi di negara-negara seperti Argentina, Turki, dan Venezuela.
Meskipun stablecoin menawarkan manfaat yang signifikan, stablecoin juga menghadirkan risiko penting yang harus dipahami pengguna.
Seiring dengan meningkatnya pangsa pasar, stablecoin menghadapi peningkatan pengawasan regulasi global. Pemerintah sedang menyusun kerangka untuk mengatasi dampak potensial pada stabilitas keuangan, kebijakan moneter, dan perlindungan konsumen.
Amerika Serikat: Rancangan undang-undang yang diajukan di Kongres bertujuan untuk menetapkan standar bagi dukungan cadangan dan transparansi.
Uni Eropa: Regulasi Pasar Aset Kripto (MiCA) melarang stablecoin algoritmis dan memberlakukan aturan cadangan yang ketat.
Kredibilitas stablecoin bergantung pada apakah cadangannya benar-benar mendukung nilainya. Beberapa penerbit, seperti Circle (USDC), menyediakan atestasi independen secara rutin, sedangkan yang lain dikritik karena kurang terbuka. Pada tahun 2021, Tether (USDT) didenda USD 41 juta oleh CFTC karena pernyataan yang menyesatkan tentang cadangannya. Transparansi yang terbatas dapat mengikis kepercayaan dan membahayakan dana pengguna.
Stablecoin dapat kehilangan patokannya terhadap aset yang dilacaknya. Contoh yang paling menonjol adalah jatuhnya TerraUSD (UST) pada bulan Mei 2022 yang menghapus nilai sekitar USD 45 miliar dalam seminggu, sehingga mengungkap kerentanan dalam model algoritmis. Stablecoin yang didukung fiat pun dapat kehilangan paritas untuk sementara waktu selama tekanan pasar atau jika timbul keraguan tentang solvabilitas penerbit.
Sebagian besar stablecoin besar diterbitkan oleh organisasi terpusat, sehingga menciptakan titik kegagalan tunggal dan risiko pihak lawan. Pengguna harus memercayai penerbit untuk menjaga cadangan dan menguangkan penebusan. Penerbit terpusat juga dapat membekukan atau memasukkan alamat ke dalam blacklist, sehingga bertentangan dengan etos akses terbuka mata uang kripto.
Stablecoin digunakan pada keuangan ritel dan institusional, sehingga menawarkan solusi dari pembelian sehari-hari hingga strategi investasi yang kompleks.
Stablecoin berfungsi sebagai pasangan perdagangan utama di bursa mata uang kripto yang memungkinkan pengguna berpindah antar-aset tanpa mengonversinya ke mata uang fiat. Hal ini meminimalkan biaya transaksi dan keterlambatan sekaligus menyediakan tolok ukur yang stabil untuk menilai mata uang kripto lainnya.
Bagi para investor, stablecoin menawarkan cara untuk menyimpan dana selama kondisi pasar volatil tanpa harus meninggalkan ekosistem kripto, sehingga memungkinkan untuk masuk kembali ke posisi dengan cepat ketika peluang pasar muncul.
Karena stablecoin mempertahankan nilai yang konsisten, stablecoin sangat cocok untuk transaksi sehari-hari. Tidak seperti aset yang mudah berubah seperti Bitcoin, aset ini meminimalkan risiko perubahan nilai selama penyelesaian.
Bisnis dapat menerima bayaran stablecoin dengan mengetahui jumlah yang diterima akan mempertahankan nilainya, sedangkan konsumen dapat berbelanja tanpa terekspos pergerakan harga yang tiba-tiba. Platform seperti BitPay dan Coinbase Commerce memudahkan penerimaan stablecoin bagi pedagang di seluruh dunia.
Pembayaran lintas batas tradisional melalui bank atau operator transfer uang bisa mahal dan lambat, sering kali memerlukan waktu berhari-hari untuk diselesaikan dan mengenakan biaya 5-7% atau lebih. Stablecoin memungkinkan transfer internasional yang hampir instan dengan biaya yang jauh lebih murah.
Penerapan ini sangat berharga di koridor yang melayani pekerja migran yang mengirim uang ke rumah, karena biaya pengiriman uang tradisional dapat mengurangi jumlah yang diterima keluarga secara signifikan.
Di negara-negara yang mengalami inflasi tinggi atau kontrol mata uang, stablecoin menyediakan cara bagi penduduk untuk mempertahankan daya beli mereka. Dengan mengonversi mata uang lokal ke stablecoin yang dipatok pada USD, individu dapat melindungi tabungan mereka dari devaluasi tanpa memerlukan akses ke dolar fisik atau rekening bank asing.
Stablecoin sering diperdagangkan dengan harga premium di pasar-pasar ini, sehingga mencerminkan tingginya permintaan terhadap eksposur dolar di wilayah-wilayah yang secara ekonomi tidak stabil.
Stablecoin merupakan hal mendasar bagi ekosistem keuangan terdesentralisasi yang memungkinkan:
Pemberian dan pengambilan pinjaman: Platform seperti Aave dan Compound memungkinkan pengguna untuk memberikan pinjaman stablecoin dan mendapatkan bunga atau mengambil pinjaman dengan jaminan kripto
Penyediaan likuiditas: Stablecoin membentuk setengah dari banyak pasangan perdagangan populer di bursa terdesentralisasi
Farming yield: Pengguna bisa mendapatkan imbal hasil dengan menyediakan likuiditas stablecoin ke berbagai protokol
Aset sintetis: Stablecoin berfungsi sebagai jaminan untuk menciptakan versi sintetis dari saham, komoditas, dan aset lainnya
Lanskap regulasi untuk stablecoin terus berkembang seiring pemerintah dan otoritas keuangan menyadari makin pentingnya stablecoin dalam sistem keuangan.
Regulasi stablecoin bervariasi secara signifikan berdasarkan yurisdiksi. Beberapa negara mengadopsinya dalam kerangka yang jelas, sedangkan yang lain mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Masalah regulatif yang utama meliputi:
Risiko stabilitas keuangan
Perlindungan konsumen dan investor
Antipencucian uang dan antipendanaan terorisme (AML/CFT)
Implikasi kebijakan moneter
Gangguan sistem perbankan
Di Amerika Serikat, baik DPR maupun Senat telah mengesahkan rancangan undang-undang stablecoin pada tahun 2025. UU STABLE dan UU GENIUS bertujuan untuk menetapkan kerangka bagi penerbit stablecoin, termasuk persyaratan cadangan, standar transparansi, dan mekanisme pengawasan.
SEC menerbitkan pernyataan pada bulan April 2025 yang menunjukkan bahwa “
Stablecoin Terlindungi” tertentu yang memiliki cadangan dan hak penebusan yang memadai mungkin tidak dianggap sebagai sekuritas dengan syarat tertentu.
Uni Eropa telah menerapkan Regulasi Pasar Aset Kripto (MiCA) yang mulai berlaku pada tahun 2023. MiCA secara efektif melarang stablecoin algoritmis dan mengharuskan semua stablecoin lainnya memiliki aset yang disimpan oleh pihak ketiga. Cadangan harus likuid dan mempertahankan rasio aset terhadap koin sebesar 1:1.
Otoritas Moneter Singapura (MAS) telah menyelesaikan kerangka regulasi untuk stablecoin mata uang tunggal (SCS) yang dipatok ke Dolar Singapura atau mata uang G10 mana pun. Kerangka ini berfokus pada stabilitas nilai, kecukupan modal, penebusan, dan pengungkapan.
Hong Kong telah mengembangkan kerangka regulasi untuk penerbit stablecoin dan meluncurkan sandbox yang memungkinkan pemangku kepentingan industri untuk mengembangkan dan menguji model bisnis mereka dalam pengawasan regulasi.
Trajektori regulasi stablecoin tampaknya bergerak ke arah:
Regulasi serupa bank bagi penerbit stablecoin yang berpotensi mencakup persyaratan modal, standar cadangan, dan audit rutin
Persyaratan transparansi yang lebih besar terkait komposisi dan pengelolaan cadangan
Langkah-langkah perlindungan konsumen, termasuk hak penebusan dan persyaratan pengungkapan
Integrasi dengan sistem keuangan yang ada melalui kerangka perizinan dan pengawasan
Di Amerika Serikat, momentum seputar regulasi stablecoin telah meningkat dengan pemerintahan saat ini yang menyatakan dukungan terhadap undang-undang yang akan melegitimasi kelas aset sambil mempertahankan dominasi dolar AS dalam sistem keuangan global.
Langkah untuk memulai dengan stablecoin itu mudah, bahkan bagi pemula. Berikut adalah panduan mendetail untuk membantu Anda membeli dan menggunakan stablecoin secara efektif melalui MEXC.
Stablecoin tersedia di bursa mata uang kripto tepercaya seperti MEXC. Platform ini menawarkan stablecoin yang populer seperti USDT dan USDC di berbagai jaringan blockchain, sehingga memberikan fleksibilitas dalam transaksi Anda.
Opsi A — Beli langsung di MEXC (on-ramp fiat)
Buat akun & lakukan KYC Daftar di
mexc.com/id-ID atau aplikasi seluler, lalu selesaikan verifikasi KYC sesuai hukum setempat.
Beli Kripto Buka Beli Kripto, lalu pilih metode Anda (Kartu, Transfer Bank, atau P2P).
Pilih stablecoin Pilih USDT atau USDC (atau stablecoin lain), masukkan jumlah, lalu selesaikan pembayaran.
Periksa saldo Anda Buka Dompet → Spot untuk mengonfirmasi bahwa stablecoin telah tiba.
Opsi B — Dompet dari dompet/bursa lain
Buat akun & lakukan KYC (sesuai persyaratan hukum setempat)
Buka halaman deposit Anda Dompet → Spot → Deposit (web atau aplikasi).
Pilih koin dan jaringan Pilih USDT atau USDC, lalu pilih jaringan yang benar (misalnya, ERC20, TRC20, SOL). Penting: Platform pengirim harus menggunakan jaringan yang sama dengan yang Anda pilih di sini.
Buat alamat Klik Buat Alamat (jika diperlukan). Salin atau pindai kode QR.
Kirim dan tunggu konfirmasi Transfer dari dompet/bursa eksternal Anda. Kredit deposit setelah konfirmasi blockchain (waktu bervariasi berdasarkan jaringan).
Verifikasikan penerimaan Deposit Anda akan dikreditkan setelah konfirmasi blockchain yang bervariasi berdasarkan jaringan
Demi keamanan yang lebih baik, pertimbangkan untuk mentransfer stablecoin Anda dari bursa ke dompet kustodian mandiri. Opsinya meliputi dompet perangkat keras (keamanan tertinggi), dompet perangkat lunak, dan dompet seluler. Saat memilih dompet, pastikan dompet tersebut mendukung jaringan blockchain stablecoin Anda.
Verifikasikan kompatibilitas jaringan: Selalu pastikan platform pengirim dan penerima menggunakan jaringan yang sama
Periksa persyaratan deposit minimum: Beberapa stablecoin memiliki jumlah deposit minimum
Perhatikan persyaratan MEMO: Token tertentu (seperti EOS) memerlukan alamat dan MEMO – jika tidak menyertakan keduanya, dana akan hilang
Konfirmasikan alamat kontrak: Verifikasikan bahwa alamat kontrak aset sesuai dengan yang didukung MEXC
Pertimbangkan biaya jaringan: Berbagai blockchain memiliki biaya transaksi yang berbeda-beda
Simpan catatan: Simpan dokumentasi dari semua transaksi untuk akuntansi pajak dan pribadi
Pendekatan ini menyediakan instruksi langkah demi langkah yang jelas yang dirancang khusus agar dapat menggunakan MEXC untuk transaksi stablecoin dengan peringatan penting tentang jebakan umum yang dapat mengakibatkan hilangnya dana.
Stablecoin menjembatani teknologi blockchain dan keuangan tradisional demi menawarkan manfaat blockchain dengan stabilitas harga. Pasarnya yang bernilai $235 miliar mencerminkan makin pentingnya sistem keuangan kripto dan tradisional. Institusi besar seperti PayPal, Bank of America, dan Stripe memasuki bidang ini, sementara pemerintah mengembangkan kerangka regulasi.
Ke depannya, stablecoin kemungkinan akan mengalami peningkatan regulasi, integrasi yang lebih besar dengan sistem keuangan tradisional, inovasi dalam opsi terdesentralisasi, perluasan kegunaan, dan varian regional yang melayani kebutuhan ekonomi tertentu.
Meskipun masih ada tantangan—termasuk ketidakpastian regulasi, masalah transparansi, dan risiko de-pegging—stablecoin telah menjadi penting bagi ekonomi digital. Dengan mengikuti informasi terkini tentang berbagai jenis, manfaat, risiko, dan regulasi, pengguna dapat memaksimalkan aset digital serbaguna ini sekaligus meminimalkan potensi kerugian.
Gabung ke MEXC hari ini dan klaim bonus senilai hingga $10.000