Setelah berbulan-bulan melakukan akumulasi agresif, kondisi pasar mendorong perusahaan perbendaharaan Bitcoin untuk menjual.
Perusahaan perbendaharaan aset digital, termasuk yang memegang Bitcoin, mulai menjual aset mereka. Penurunan valuasi, sentimen risk-off di pasar, dan harga kripto yang fluktuatif mengubah ekonomi dasar mereka. Menurut laporan Financial Times pada Rabu, 26 November, hal ini dapat menyebabkan siklus yang merugikan bagi aset kripto.
Sejauh ini, perusahaan perbendaharaan seperti Strategy, pemegang Bitcoin (BTC) korporasi terbesar, telah mengandalkan siklus sederhana. Perusahaan akan membeli aset digital, dan saham mereka akan naik dengan margin yang lebih besar. Mereka kemudian menggunakan saham mereka untuk membeli lebih banyak kripto. Sekarang, siklus ini terancam berbalik.
Saham Strategy, Metaplanet, dan perusahaan perbendaharaan utama lainnya diperdagangkan di bawah nilai aset bersih dari kepemilikan aset digital mereka. Misalnya, Strategy memegang $56 miliar dalam Bitcoin, sementara kapitalisasi pasarnya hanya $49 miliar.
Perkembangan ini, yang disebabkan oleh sentimen risk-off dan posisi leverage mereka, mendorong mereka untuk menjual perbendaharaan kripto dan membeli saham mereka sendiri. Namun, dampak pada pasar kripto bisa parah, memicu siklus merugikan berupa penurunan harga saham yang pada gilirannya menekan harga aset kripto.
Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa tidak semua perusahaan perbendaharaan akan memilih untuk menjual aset mereka. Strategy, khususnya, telah secara permanen mengurangi kepemilikan Bitcoin-nya dan hanya pernah menjual sebentar untuk tujuan pajak. Namun, jika kondisi saat ini berlanjut, pasar mungkin terpaksa bertindak.


