Klaim: Departemen Pendidikan (DepEd) menghapuskan program K sampai 12 untuk tahun ajaran mendatang 2026 hingga 2027.
Mengapa kami memeriksa fakta ini: Sebuah halaman Facebook bernama "Viral Trend," dengan lebih dari 62.000 pengikut, memposting klaim tersebut pada 13 Januari. Postingan ini telah menerima lebih dari 400 reaksi, 22 komentar, dan 1.900 share pada saat penulisan.
Postingan tersebut menggunakan logo DepEd dan teks "Pengumuman DepEd." Caption mengklaim bahwa DepEd, bersama dengan Komisi Pendidikan Tinggi, secara resmi mengumumkan penghapusan program K sampai 12 setelah "periode evaluasi dan konsultasi yang panjang."
Beberapa komentar pada postingan tersebut menyatakan harapan bahwa pengumuman yang diduga tersebut adalah sah.
Fakta: Program K sampai 12 tidak dihapuskan, dan tetap berlaku untuk tahun ajaran mendatang 2026 hingga 2027.
Pada November lalu, DepEd merilis pemberitahuan yang membantah klaim palsu terkait dengan penghapusan program tersebut.
Lembaga tersebut mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat membaca informasi online dan menyarankan agar tidak mengikuti halaman yang menyebarkan konten palsu dan melaporkan halaman-halaman tersebut.
Untuk pengumuman resmi, ikuti situs web resmi DepEd dan akun media sosial di Facebook, Instagram, dan YouTube.
Implementasi K sampai 12: Program K sampai 12, yang menambahkan dua tahun pada pendidikan dasar, diamanatkan oleh hukum berdasarkan Republic Act No. 10533 atau "Enhanced Basic Education Act of 2013."
Pada Januari 2025, menyusul seruan untuk meninjau kurikulum sekolah menengah atas, DepEd mengumumkan peluncuran bertahap program K sampai 12 yang "dikurangi kepadatannya", yang mengurangi mata pelajaran inti untuk Kelas 11 dan 12 menjadi hanya "5 hingga 7 mata pelajaran penting." (BACA: Seperti apa program K sampai 12 yang direvisi)
Berulang kali dibantah: Klaim serupa tentang penghapusan program tersebut telah beredar sejak tahun lalu, diposting oleh berbagai akun dan halaman yang mengklaim memberikan pengumuman pemerintah resmi.
Rappler sebelumnya telah membantah klaim palsu ini:
– Princess Leah Sagaad/Rappler.com
Beri tahu kami tentang halaman, grup, akun, situs web, artikel, atau foto Facebook yang mencurigakan di jaringan Anda dengan menghubungi kami di [email protected]. Mari kita perangi disinformasi satu Pemeriksaan Fakta pada satu waktu.


