Litecoin (LTC) sudah turun hampir 60% dari puncaknya tahun lalu dan kembali ke level terendah yang pernah terjadi di siklus pasar sebelumnya. Meskipun LTC tetap menjadi salah satu altcoin yang cukup likuid, LTC masih kesulitan untuk menghadapi tekanan negatif pasar yang terus meningkat.
Namun, ada beberapa sinyal yang menunjukkan permintaan terhadap LTC masih ada. Hal ini mungkin tidak langsung membuat harga LTC naik, tapi mendukung Litecoin untuk bertahan dan menunggu peluang pemulihan.
Salah satu perkembangan terbaru adalah SBI VC Trade, yakni exchange aset kripto milik SBI Holdings Jepang, memperluas layanan pinjaman kripto mereka sehingga kini mencakup LTC.
Pengguna di Jepang sekarang bisa meminjamkan LTC melalui program Lending Coin untuk memperoleh bunga. Program ini saat ini sudah mendukung lebih dari 30 aset kripto, termasuk BTC, ETH, XRP, LTC, BCH, DOT, LINK, ADA, DOGE, dan SHIB.
Selain itu, laporan terbaru dari CoinGate — gateway pembayaran kripto utama yang memungkinkan bisnis menerima pembayaran dengan aset kripto — mengungkapkan bahwa LTC menyumbang 17,7% dari semua transaksi pembayaran di platform mereka. Persentase ini membuat LTC menduduki posisi ketiga setelah BTC dan USDC.
Litecoin Foundation menjelaskan bahwa angka ini naik dari 16,4% pada Desember tahun lalu.
Perkembangan-perkembangan ini mencerminkan permintaan LTC yang masih stabil. Akan tetapi, permintaan tersebut masih belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual di pasar yang lebih luas.
Indikator on-chain lainnya menunjukkan momentum internal Litecoin tetap kuat, bahkan kemungkinan akan semakin menguat pada awal 2026.
Contohnya, lapisan privasi opsional Litecoin, yaitu MWEB, mencatat rekor baru dalam jumlah peg-ins, sudah menembus angka 400.000 LTC.
MWEB meningkatkan fitur privasi transaksi Litecoin, termasuk transaksi rahasia dan alamat stealth. Jumlah LTC yang dipatok ke MWEB semakin banyak, menandakan meningkatnya permintaan untuk transaksi on-chain privat. Pola ini bisa membantu mengurangi sebagian tekanan jual.
Selain itu, data dari BitInfoCharts menyorot adanya perbedaan langka antara nilai rata-rata transaksi on-chain Litecoin dengan harga pasar LTC.
Biasanya, nilai transaksi rata-rata bergerak searah dengan harga. Akan tetapi, dalam beberapa bulan terakhir, ketika LTC turun sekitar 55% sejak Oktober tahun lalu, nilai rata-rata transaksi on-chain justru terus naik.
Divergensi ini sepertinya menunjukkan aktivitas akumulasi dari investor yang melihat aksi jual pasar secara umum sebagai peluang.
Meski demikian, dengan harga LTC yang diperdagangkan sekitar US$60 — turun 85% dari harga tertingginya sepanjang masa dan 60% dari puncak tahun lalu — pemulihan tetap menjadi perjalanan berat yang harus ditempuh.
Bagaimana pendapat Anda tentang prospek Litecoin (LTC) ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
