Cryptoharian – Sebuah bursa kripto Korea Setatan dilaporkan keliru mengkreditkan pengguna dengan jumlah Bitcoin yang fantastis pekan ini, memicu gejolak harga ekstrem di platform tersebut dan membuat otoritas keuangan ikut turun tangan.
Menurut laporan lokal dan pengakuan pengguna, insiden bermula dari program promosi ‘Random Box’ milik Bithumb. Alih-alih memberikan hadiah hiburan 2.000 won, sistem justru menampilkan kredit 2.000 BTC untuk sejumlah akun. Dengan Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 71.000, nilai ‘hadiah’ per akun setara sekitar US$ 142 juta.
Program Random Box itu disebut dibeli sekitar 700 pengguna. Jika benar sekitar 96 persen peserta seharusnya menerima hadiah bernilai terendah, maka ratusan akun berpotensi menerima kredit Bitcoin ‘siluman’ tersebut, dan secara teoritis total nilai yang terkredit bisa membengkak hingga puluhan miliar dolar.
Namun Bithumb menegaskan kredit itu hanya tercatat di ledger internal, bukan transfer Bitcoin yang benar-benar terjadi di jaringan (on-chain). Perusahaan mengatakan kejanggalan terdeteksi dan diperbaiki dalam waktu lima menit. Meski singkat, jendela itu cukup memicu kepanikan sekaligus ‘euforia’ di sebagian pengguna yang melihat saldo mendadak meroket.
Baca Juga: Berikut Alasan Kenapa Binance Bisa Tentukan Harga Bitcoin Tanpa Kuasai Mayoritas Pasar
Laporan setempat menyebut bahwa sebagian akun sempat mencoba menjual kredit tersebut, dan otoritas memperkirakan transaksi penjualan yang berhasil dieksekusi mencapai lebih dari US$ 2 miliar dalam waktu yang sangat sempit.
Aksi jual kilat itu langsung membuat harga Bitcoin di Bithumb anjlok tajam hingga sekitar US$ 55.000, jauh di bawah harga di bursa lain pada saat yang sama. Di pasar global, Bitcoin memang sedang melemah, namun penurunannya tidak sedalam yang terjadi di Bithumb, sehingga selisih harga (dislokasi) sempat melebar sebelum akhirnya kembali mendekat saat situasi mereda.
Dalam pernyataan blog-nya, Bithumb menyebut volatilitas tajam itu terjadi karena akun penerima kredit langsung melepasnya. Bursa juga menekankan insiden ini tidak terkait peretasan maupun kebocoran keamanan, dan mengklaim tidak ada kerugian pada aset pengguna yang sudah ada sebelumnya.
Fokus utama kini bergeser ke bagaimana transaksi-transaksi yang sempat terjadi akan diselesaikan, serta bagaimana bursa memastikan mekanisme promosi dan kontrol internal tidak kembali memicu kejadian serupa.


