Pergerakan terbaru Tether (USDT) memunculkan sinyal yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan market cap USDT kini berbalik menjadi negatif setelah sebelumnya mencatat ekspansi selama hampir dua tahun. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa likuiditas di pasar kripto mulai menyusut dan risiko fase bearish kembali meningkat.
Sebagai stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, USDT sering digunakan sebagai indikator masuk atau keluarnya modal dari pasar kripto. Ketika suplai USDT meningkat, itu biasanya menandakan adanya likuiditas baru yang siap masuk ke aset kripto seperti Bitcoin. Sebaliknya, ketika pertumbuhan market cap USDT menjadi negatif, hal tersebut mengindikasikan bahwa modal justru keluar dari pasar.
Data CryptoQuant menunjukkan bahwa rata-rata 60 hari perubahan market cap USDT berubah menjadi negatif pada Februari 2026. Terakhir kali kondisi serupa terjadi adalah pada kuartal ketiga 2023.
Grafik tersebut memperlihatkan korelasi erat antara harga Bitcoin dan pertumbuhan market cap USDT. Ketika suplai USDT mengembang, likuiditas baru masuk dan mendukung reli harga. Namun, ketika pertumbuhan negatif, daya beli melemah dan reli cenderung lebih rapuh serta mudah terkoreksi.
Analis Crypto Tice menyatakan bahwa secara historis, kenaikan berkelanjutan Bitcoin jarang terjadi ketika suplai stablecoin sedang menyusut. Artinya, selama kontraksi USDT berlangsung, potensi kenaikan harga cenderung terbatas.
Dilaporkan BeInCrypto, data CoinGecko menunjukkan bahwa sejak awal Januari, kapitalisasi pasar USDT turun dari lebih dari $187 miliar menjadi sekitar $184,3 miliar. Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas burn besar-besaran oleh Tether.
Pada 10 Februari, Whale Alert melaporkan bahwa Tether membakar 3,5 miliar USDT. Sebelumnya, perusahaan juga membakar 3 miliar USDT pada bulan lalu. Data CryptoQuant mencatat bahwa dua pembakaran ini merupakan yang terbesar secara beruntun dalam sejarah.
Burn tersebut terjadi ketika investor menukar USDT kembali ke mata uang fiat. Tether kemudian menghapus USDT yang ditebus dari peredaran untuk menjaga keseimbangan cadangan dan mempertahankan patokan 1:1 terhadap dolar AS.
Seorang investor bernama Ted menyebut bahwa tren suplai USDT kini berada dalam fase penurunan untuk pertama kalinya sejak kuartal pertama 2025 dan menilai kondisi tersebut sebagai sinyal yang kurang positif bagi pasar.
Meski demikian, data historis memberikan perspektif tambahan. Sejak 2022, periode ketika rata-rata 60 hari pertumbuhan market cap USDT menjadi negatif biasanya berlangsung sekitar dua bulan. Fase tersebut sering bertepatan dengan pergerakan Bitcoin yang cenderung sideways dan pembentukan local bottom.
Contohnya terjadi pada November 2022 hingga Januari 2023 serta Agustus hingga Oktober 2023. Dalam periode tersebut, pasar bergerak stagnan sebelum akhirnya memasuki fase pemulihan.
Namun, dalam skenario yang lebih bearish, Bitcoin disebut berpotensi turun di bawah $43.000 apabila level support kunci di $63.000 gagal bertahan. Dengan likuiditas yang menyusut, reli harga berisiko menjadi rapuh dan lebih rentan terhadap aksi jual.
Secara keseluruhan, berbaliknya pertumbuhan market cap USDT menjadi negatif menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar untuk memantau dinamika likuiditas. Apakah ini awal fase bearish baru atau sekadar konsolidasi sebelum pemulihan, akan sangat bergantung pada arah permintaan dan stabilitas pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kontraksi suplai stablecoin biasanya dibaca sebagai penurunan likuiditas “amunisi” pasar, membuat reli BTC/kripto lebih rapuh dan rentan sell-off.
“Secara historis, fase ketika metrik ini negatif sering berkorelasi dengan pasar sideways atau penurunan lanjutan sebelum recovery beberapa bulan berikutnya. Intinya: selama stablecoin supply menyusut, pasar cenderung berada di fase risk-off/demand lemah,” katanya.
Baca juga: Anak Purbaya Soroti Pentingnya Keamanan Aset Kripto, Apa yang Perlu Investor Tahu?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Market Cap USDT Turun ke $184,3 Miliar, Sinyal Bear Market Datang? appeared first on Tokocrypto News.

