Panduan Perhitungan Margin MEXC: Penjelasan Margin Awal, Margin Pemeliharaan, dan Harga Likuidasi
Dalam perdagangan Futures MEXC, margin adalah konsep inti yang harus dipahami setiap trader. Baik baru mengenal perdagangan Futures maupun pengguna berpengalaman yang ingin lebih memahami perhitungan margin, panduan ini menjelaskan rumus margin MEXC, mekanisme likuidasi, dan cara mengelola risiko posisi secara efektif.
1. Nilai Posisi: Dasar Perhitungan Margin
Nilai Posisi adalah data fundamental yang digunakan untuk menghitung seluruh kebutuhan margin. Dalam perdagangan Futures MEXC, setiap pembukaan posisi memerlukan margin, dan nilai posisi menentukan besarnya modal yang dibutuhkan.
- Nilai Posisi bermargin USDT = Harga tereksekusi × Ukuran kontrak × Ukuran posisi
- Nilai Posisi bermargin koin = Ukuran posisi × Nilai kontrak / Harga
Contoh:
Misalkan Anda membeli 100 kontrak perpetual BTCUSDT pada harga 50.000 USDT, dengan ukuran kontrak 0,0001 BTC.
Nilai Posisi = 50.000 × 0,0001 × 100 = 500 USDT
2. Margin Awal: Dana yang Dibutuhkan untuk Membuka Posisi
Margin awal adalah jumlah dana minimum yang diperlukan untuk membuka posisi. Tingkat margin awal secara langsung mencerminkan leverage yang digunakan. Semakin tinggi leverage, semakin rendah margin awal yang diperlukan.
- Tingkat margin awal = Margin posisi / Nilai posisi
- Margin awal bermargin USDT = Harga rata-rata tereksekusi × Ukuran posisi × Ukuran kontrak / Leverage
- Margin awal bermargin koin = Ukuran posisi × Nilai kontrak / (Harga rata-rata tereksekusi × Leverage)
Contoh:
Anda membuka posisi BTCUSDT pada 50.000 USDT, dengan nilai posisi 500 USDT, menggunakan leverage 10×.
Margin awal = 500 / 10 = 50 USDT
Artinya, cukup mengalokasikan 50 USDT untuk mengendalikan posisi senilai 500 USDT
3. Margin Pemeliharaan: Kebutuhan Minimum untuk Menghindari Likuidasi
Margin pemeliharaan adalah jumlah margin minimum yang diperlukan untuk mempertahankan posisi tetap terbuka.
Jika margin akun turun di bawah tingkat margin pemeliharaan, likuidasi atau likuidasi parsial akan terpicu.
- Margin pemeliharaan bermargin USDT = Harga rata-rata tereksekusi × Ukuran posisi × Ukuran kontrak × Tingkat margin pemeliharaan
- Margin pemeliharaan bermargin koin = Nilai kontrak × Ukuran posisi / Harga rata-rata tereksekusi × Tingkat margin pemeliharaan
Contoh
Misalkan nilai posisi = 500 USDT, dan tingkat margin pemeliharaan = 0,5%.
Margin Pemeliharaan = 500 × 0,5% = 2,5 USDT
Selama margin posisi ditambah PNL belum terealisasi tetap di atas 2.5 USDT, posisi dapat dipertahankan.
4. Rasio Margin: Indikator Utama Risiko Posisi
Rasio margin adalah metrik utama untuk mengukur risiko posisi.
Semakin rendah rasio margin, semakin rendah risiko. Jika rasio margin mencapai 100%, posisi akan dilikuidasi.
Rasio Margin = (Margin pemeliharaan + Biaya likuidasi) / (Margin posisi + PNL belum terealisasi)
Contoh
Margin pemeliharaan = 2,5 USDT, biaya likuidasi = 0,5 USDT, margin posisi = 50 USDT, dan kerugian belum terealisasi saat ini = 20 USDT (PNL belum terealisasi = −20).
Rasio margin = (2,5 + 0,5) / (50 − 20) = 3 / 30 = 10%, menunjukkan risiko rendah.
Jika kerugian belum terealisasi meningkat menjadi 47 USDT, maka rasio margin = 3/3 = 100%, dan likuidasi akan dipicu.
5. Biaya Pembukaan: Total Dana yang Dibekukan Saat Membuka Posisi
Biaya pembukaan adalah total jumlah aset yang harus dibekukan saat membuka posisi. Biaya ini mencakup margin awal dan biaya perdagangan yang berlaku.
Biaya bergantung pada apakah order tereksekusi sebagai Maker (limit order) atau Taker (market order).
- Biaya pembukaan = Margin awal + Estimasi biaya (bergantung pada eksekusi Maker / Taker)
- Futures bermargin USDT: Biaya order = Harga rata-rata tereksekusi × Kuantitas order × Ukuran kontrak / Leverage
- Futures bermargin koin: Biaya order = Kuantitas order × Nilai kontrak / (Leverage × Harga rata-rata tereksekusi)
Contoh:
Anda membuka posisi dengan nilai 500 USDT menggunakan leverage 10×, dan tingkat biaya taker adalah 0,02%.
Margin awal = 50 USDT
Estimasi biaya = 500 × 0,02% = 0,1 USDT
Biaya pembukaan = 50 + 0,1 = 50,1 USDT
6. Margin Posisi: Data Kunci untuk Keputusan Likuidasi
Margin posisi adalah faktor utama yang digunakan sistem untuk menentukan apakah likuidasi akan dipicu.
Jika margin posisi ditambah PNL belum terealisasi turun di bawah margin pemeliharaan, likuidasi akan terjadi.
Margin posisi = Harga rata-rata tereksekusi × Ukuran posisi × Ukuran kontrak / Leverage
7. Harga Likuidasi dalam Mode Isolated Margin Perhitungan Tingkat Likuidasi yang Presisi
Dalam mode Isolated Margin, margin setiap posisi bersifat independen. Jika margin suatu posisi ditambah PNL belum terealisasi turun di bawah margin pemeliharaan, posisi tersebut akan dilikuidasi.
- Kondisi likuidasi: Margin posisi + PNL belum terealisasi ≤ Margin pemeliharaan
- Harga likuidasi posisi long = (Margin pemeliharaan − Margin posisi + Harga rata-rata tereksekusi × Ukuran posisi × Ukuran kontrak) / (Kuantitas × Ukuran kontrak)
- Harga likuidasi posisi short = (Harga rata-rata tereksekusi × Ukuran posisi × Ukuran kontrak − Margin pemeliharaan + Margin posisi) / (Kuantitas × Ukuran kontrak)
Contoh
Anda membuka posisi long BTC pada 50.000 USDT, dengan nilai posisi 500 USDT menggunakan leverage 10x (margin posisi = 50 USDT).
Margin pemeliharaan = 2,5 USDT
Kuantitas × Ukuran kontrak = 0,01 BTC
Harga likuidasi long = (2.5 − 50 + 500) / 0,01 = 452,5 / 0,01 = 45.250 USDT
Artinya, posisi long akan dilikuidasi jika harga BTC turun hingga sekitar 45.250 USDT.
8. Mode Cross Margin: Perhitungan Margin dan Perbedaannya dari Mode Isolated
Dalam mode cross margin, sistem menggunakan seluruh margin yang tersedia di akun sebagai margin posisi untuk mengurangi risiko likuidasi. Namun, jika satu posisi mengalami kerugian dan mengurangi saldo tersedia, dana tersebut tidak segera dialokasikan kembali sebagai margin untuk posisi cross-margin lainnya.
Karakteristik utama mode cross margin:
- Seluruh dana tersedia berbagi risiko antar posisi
- Cocok bagi trader dengan keyakinan kuat terhadap prospek pasar
- Jika likuidasi terjadi, kerugian dapat memengaruhi seluruh dana yang tersedia di akun
9. Penambahan Margin Otomatis: Garis Pertahanan Terakhir bagi Posisi
Fitur penambahan margin otomatis akan memindahkan dana dari saldo tersedia ke margin posisi ketika posisi mendekati likuidasi. Ini membantu melindungi posisi dan menghindari likuidasi paksa. Fitur ini berfungsi sebagai garis terakhir untuk mempertahankan posisi.
- Futures bermargin USDT: Margin yang ditambahkan setiap kali = Harga rata-rata tereksekusi × Ukuran kontrak × Ukuran posisi × Tingkat margin pemeliharaan
- Futures bermargin koin: Margin yang ditambahkan setiap kali = Nilai kontrak × Ukuran posisi × Tingkat margin pemeliharaan / Harga rata-rata tereksekusi
Contoh:
Anda memegang posisi long BTCUSDT dengan harga rata-rata tereksekusi 50.000 USDT, nilai posisi sebesar 500 USDT, dan tingkat margin pemeliharaan sebesar 0,5%. Saat penambahan margin otomatis dipicu, sistem menambahkan 500 × 0,5% = 2,5 USDT setiap kali.
10. FAQ Margin
10.1 Apa yang terjadi jika margin tidak mencukupi?
Jika margin posisi ditambah PNL belum terealisasi turun di bawah margin pemeliharaan, sistem akan memicu likuidasi paksa. Dalam mode isolated margin, hanya posisi tersebut yang dilikuidasi. Dalam mode cross-margin, likuidasi dapat memengaruhi seluruh posisi.
Contoh:
Anda membuka posisi long dengan margin 50 USDT, dan margin pemeliharaan 2,5 USDT. Jika kerugian pasar mencapai 47,5 USDT, maka:
- Margin posisi + PNL belum terealisasi = 50 − 47,5 = 2,5 USDT
Nilai ini sama dengan margin pemeliharaan, sehingga likuidasi dipicu.
10.2 Bagaimana cara mengurangi rasio margin dan menurunkan risiko likuidasi?
Risiko dapat dikurangi dengan cara:
- Menambahkan margin secara manual
- Mengurangi leverage
- Menutup sebagian posisi untuk mengurangi ukuran
- Mengaktifkan penambahan margin otomatis
Contoh
Jika rasio margin adalah 80% (mendekati likuidasi), menambahkan margin 20 USDT dapat menurunkannya menjadi sekitar 50%, sehingga risiko likuidasi berkurang secara signifikan.
10.3 Bagaimana memilih antara isolated margin dan cross margin?
Mode Isolated Margin cocok bagi trader yang ingin mengisolasi risiko. Setiap posisi dihitung secara independen, dan likuidasi satu posisi tidak memengaruhi posisi lainnya.
Mode cross margin cocok untuk trader yang menginginkan ketahanan risiko yang lebih kuat. Selurh dana tersedia berbagi risiko antar posisi, namun kerugian bisa lebih besar jika terjadi likuidasi.
Contoh
Sldo akun sebesar 1.000 USDT, lalu dibuka dua posisi (A dan B), masing-masing menggunakan margin 100 USDT.
- Dalam Mode isolated margin, jika posisi A dilikuidasi, kerugian maksimum adalah 100 USDT. Posisi B dan sisa 800 USDT tidak terpengaruh.
- Dalam mode cross margin, jika posisi A terus merugi, sistem dapat menggunakan sisa 800 USDT untuk mempertahankan posisi tersebut. Dalam kondisi ekstrem, seluruh 1.000 USDT dapat hilang.
10.4 Bisakah margin ditarik kapan saja?
Margin yang tersedia yang tidak digunakan oleh posisi dapat ditarik kapan saja. Margin posisi yang sedang digunakan hanya dapat dilepaskan setelah posisi ditutup.
Contoh
Saldo akun Anda adalah sebesar 500 USDT, di mana 100 USDT digunakan sebagai margin posisi dan 400 USDT adalah saldo tersedia. Anda dapat menarik hingga 400 USDT. Sisa 100 USDT hanya dapat ditarik setelah posisi ditutup.