- Chainalysis melaporkan lonjakan kripto $154 miliar yang terkait dengan negara-negara.
- Peretas Korea Utara mencuri $2 miliar.
- Token yang didukung rubel Rusia menghindari sanksi.
Korea Utara dan Rusia Mendorong Lonjakan Kripto Ilegal $154 Miliar
Chainalysis melaporkan bahwa pada tahun 2025, Korea Utara, Rusia, dan aktivitas stablecoin mendorong transaksi cryptocurrency ilegal mencapai $154 miliar, mencerminkan keterlibatan luas di tingkat nasional.
Lonjakan ini menggarisbawahi peran yang meningkat dari negara-negara dalam kejahatan kripto, dengan dampak signifikan pada sistem keuangan global dan kerangka regulasi.
Chainalysis Inc. melaporkan aktivitas cryptocurrency ilegal yang mencapai $154 miliar pada tahun 2025, yang secara signifikan terkait dengan Korea Utara dan Rusia. Aktivitas yang disorot melibatkan operasi canggih oleh negara-negara yang memanfaatkan struktur berbasis stablecoin.
Laporan tersebut menunjukkan Korea Utara sebagai pemain utama, melakukan pencurian hingga $2 miliar, terutama melalui eksploitasi Bybit. Rusia memperkenalkan token A7A5 yang didukung rubel untuk menghindari sanksi internasional.
Pasar cryptocurrency mengalami peningkatan pengawasan karena aktivitas negara-negara ini. Pengenalan token A7A5 oleh Rusia menghadirkan tantangan bagi kontrol keuangan yang ada dan menghindari sistem perbankan internasional.
Lonjakan aktivitas ilegal ini menyoroti peningkatan pemanfaatan cryptocurrency untuk menghindari sanksi internasional. Penggunaan stablecoin seperti A7A5 memperumit upaya regulasi dan pengawasan keuangan global.
Chainalysis menekankan bahwa aktivitas yang didorong negara ini menggarisbawahi kerentanan dalam ranah cryptocurrency. Laporan Kejahatan Kripto 2026 mencatat, "Ancaman negara-negara mendorong volume rekor: Korea Utara mencuri lebih banyak dari sebelumnya, dan token A7A5 Rusia memfasilitasi penghindaran sanksi skala besar."
Hasil potensial mencakup regulasi yang lebih ketat dan langkah-langkah keamanan inovatif untuk membendung aliran ilegal ini. Tren historis menunjukkan peningkatan pengawasan pada bursa kripto dan transaksi lintas batas. Respons langsung berfokus pada peningkatan alat transparansi blockchain.


