Para investor mengaitkan keruntuhan ini dengan berbagai faktor: aksi ambil untung ekstrem setelah reli baru-baru ini, posisi long yang terlalu padat mengalami tekanan, volatilitas yang meningkat, dan persyaratan margin yang naik memaksa pemain leverage untuk keluar secara massal. Sederhananya, pasar menjadi terlalu panas terlalu cepat dan kemudian berbalik tajam ketika pembeli mundur.
Perak mencatat salah satu penurunan terbesar dalam sejarah pasar, Sumber: Trading View
Dua dinamika membuat aksi jual ini semakin parah:
Posisi yang terlalu diperpanjang: Banyak trader menumpuk perak dengan ekspektasi harga akan terus naik, jadi ketika harga goyah, stop loss dan margin call berjatuhan di pasar — mempercepat penurunan.
Pergeseran makro: Dolar AS yang menguat dan pergeseran ekspektasi tentang kebijakan moneter mengurangi daya tarik logam mulia sebagai lindung nilai inflasi, menyeret perak turun bersama emas dan komoditas lainnya.
Hasilnya adalah rush dramatis untuk keluar — yang persis seperti apa yang coba ditangkap oleh ungkapan "every man and his dog": perdagangan yang ramai tiba-tiba berbalik arah. Michael Brown (analis Pepperstone): menggambarkan crash baru-baru ini sebagai "eksodus massal", dengan long leverage dipaksa keluar dan harga jatuh karena para spekulan bergegas keluar.
Belum tentu. Koreksi tajam sering mengikuti pergerakan parabolik — terutama di pasar yang didorong oleh aliran spekulatif dan momentum teknis daripada permintaan fundamental. Banyak analis melihat ini sebagai sebuah koreksi, bukan awal dari tren turun multi-tahun.
Alasan utama untuk optimisme yang hati-hati:
Permintaan industri untuk perak tetap utuh, terutama dalam aplikasi teknologi dan energi hijau.
Permintaan fisik belum menguap, meskipun pasar paper diperdagangkan dengan ganas.
Secara historis, logam yang naik tajam dapat terkoreksi tajam sebelum melanjutkan tren jangka panjang.
Meski begitu, mengingat pergerakan yang ganas dan peringatan dari beberapa ahli strategi komoditas tentang potensi penurunan yang lebih dalam ke depan, ini bukan momen "pasang-dan-lupakan" untuk para bull.
Level support di sekitar angka bulat utama — jika perak bertahan di atas level kunci, itu bisa menarik pembelian baru.
Pergerakan dolar dan suku bunga riil — penguatan ekspektasi kebijakan dapat terus memberikan tekanan pada logam mulia.
Persyaratan margin dan indikator teknis — ini dapat memperkuat pergerakan ke arah mana pun.
Singkatnya, penurunan perak baru-baru ini adalah koreksi blow-off spekulatif klasik, bukan keruntuhan fundamental — tetapi volatilitas mengingatkan semua orang mengapa logam mulia adalah aset yang dicintai sekaligus dibenci: mereka bisa naik besar dan jatuh lebih besar lagi ketika sentimen berubah.

