Cryptoharian – Bitcoin (BTC) beberapa pekan terakhir sempat jatuh, terutama disebabkan oleh konflik yang kian memanas antara Israel-Amerika melawan Iran. Namun satu hal yang menarik, yakni setelah beberapa hari perang berlangsung, Bitcoin bergerak naik seperti tidak mempedulikan adanya konflik tersebut.
Beberapa trader profesional pun memetakan pergerakan selanjutnya dari Bitcoin. Salah satunya adalah trader di media sosial X dengan nama akun ctm_trader, yang menyoroti pergerakan terbaru Bitcoin (BTC) yang hampir mencatat tujuh candle harian hijau berturut-turut.
“Pola seperti ini sering menjadi sinyal peringatan bahwa pasar bisa segera mengalami koreksi,” ungkap ctm_trader.
Dari hasil analisa yang ia lakukan, kenaikan harga yang terjadi saat ini telah menciptakan likuiditas di atas level tertinggi baru.
Meski begitu, ctm_trader menilai bahwa likuiditas terbesar sebenarnya masih berada di bawah harga pasar saat ini. Namun sebelum pasar bergerak ke bawah, ada kemungkinan harga akan lebih dulu melakukan sapuan likuiditas di sisi atas.
“Ada dua area utama likuiditas di atas harga saat ini, yakni sekitar US$ 72.500 dan US$ 74.500,” ujarnya.
Baca Juga: Trader Prediksi Kapan Orang Bakal ‘Gila’ Beli Bitcoin
Ia menjelaskan, jika harga bergerak menuju area tersebut, kemungkinan besar hal itu terjadi sebagai gerakan manipulasi jangka pendek untuk mengambil likuiditas yang terkumpul di level tersebut.
Dalam skenario yang ia anggap paling mungkin, Bitcoin bisa naik terlebih dahulu untuk menyapu likuiditas di atas sebelum akhirnya berbalik arah.
Menurut trader tersebut, setelah likuiditas di atas terserap, harga berpotensi bergerak turun untuk mengambil kluster likuiditas yang lebih besar di bawah harga, yang saat ini berada di dasar range pergerakan pasar.
Dengan kata lain, kenaikan jangka pendek masih mungkin terjadi. Namun dalam waktu yang sama, kondisi tersebut juga dapat menjadi bagian dari fase distribusi sebelum potensi penurunan berikutnya.
Sementara itu berdasarkan data terbaru dari CoinGecko, harga BItcoin pada Senin (16/3/2025) pagi, menyentuh angka US$ 72.561. Level ini merupakan pergerakan naik yang terjadi sebesar 2,2 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.


