Cryptoharian – Pasar keuangan global saat ini berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun di tengah kondisi tersebuCryptoharian – Pasar keuangan global saat ini berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun di tengah kondisi tersebu

Bitcoin Tahan Tekanan Geopolitik, Narasi Safe Haven Muncul Lagi

2026/03/17 13:01
durasi baca 2 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Cryptoharian – Pasar keuangan global saat ini berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun di tengah kondisi tersebut, pasar kripto justru menunjukkan ketahanan yang cukup kuat.

Laporan terbaru dari perusahaan trading kripto Asia, yakni QCP Capital mengungkap bahwa likuiditas di pasar kripto justru meningkat, bahkan ketika aset tradisional seperti saham dan emas mengalami tekanan.

Berdasarkan laporan dari QCP Market Colour, aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) masih mencatatkan kinerja positif dalam timeframe harian maupun mingguan.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di atas US$ 73.500, sementara Ethereum berad di kisaran US$ 2.250.

Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan arah (decoupling) antara kripto dengan aset tradisional, yang justru melemah akibat volatilitas harga minyak dan ketidakpastian geopolitik.

Menariknya, fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Pada awal konflik Rusia-Ukraina tahun 2022, Bitcoin juga sempat bergerak naik dari sekitar US$ 35.000 ke US$ 48.000 dalam waktu singkat, sebelum akhirnya terganggu oleh krisis internal seperti runtuhnya Terra-Luna dan FTX.

Kali ini, para analis menilai kondisi pasar kripto sudah lebih matang, sehingga potensi gangguan sistemik lebih kecil dibanding sebelumnya.

Baca Juga: Bitmine Borong Ribuan Ethereum Meski Tahu Sahamnya Merugi, Apa Pertimbangannya?

Likuiditas Stablecoin dan Institusi Meningkat

Di tengah ketidakpastian global, banyak pengguna mulai beralih ke aset kripto untuk mendapatkan likuiditas lintas negara yang lebih fleksibel. Hal ini tercermin dari meningkatnya suplai USD Coin (USDC) yang kini mencapai US$ 81,1 miliar, level tertinggi sepanjang sejarah.

Peningkatan suplai stablecoin umumnya menjadi sinyal bahwa likuiditas baru sedang masuk ke pasar kripto. Selain itu, arus dana institusional juga terus menguat. Produk ETF Bitcoin spot tercatat mengalami lima hari berturut-turut arus masuk dana (inflows).

Bahkan, produk milik BlackRock mencatat tiga minggu berturut-turut inflow dengan total mencapai US$ 1,75 miliar.

Di sisi lain, perusahaan treasury Bitcoin seperti milik Michael Saylor juga terus menambah kepemilikan BTC mereka, tanpa terpengaruh kondisi pasar jangka pendek.

Level Kunci Bitcoin

Meski menunjukkan kekuatan, Bitcoin masih menghadapi teknikal di sekitar level US$ 74.500.

Di area tersebut terdapat cluster likuidasi posisi short yang cukup besar, yang bisa memicu pergerakan harga signifikan jika tersentuh.

Dengan kontrak opsi yang mendekati jatuh tempo di akhir bulan, pasar kini menunggu apakah Bitcoin akan melanjutkan reli atau justru koreksi jangka pendek.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.