Metaplanet, sebuah perusahaan investasi Jepang yang terdaftar di Bursa Efek Tokyo, telah memperdalam taruhannya pada Bitcoin dengan pembelian tambahan 518 BTC, meningkatkan total kepemilikannya menjadi 18.113 BTC ($2,1b).
Perusahaan ini, yang beralih dari manajemen hotel ke aset digital di bawah CEO Simon Gerovich pada 2024, telah muncul sebagai salah satu pengumpul Bitcoin korporasi paling agresif di Asia.
Gerovich, mantan trader derivatif Goldman Sachs, telah mengarahkan perusahaan menuju strategi treasuri yang berani yang dimodelkan setelah playbook MicroStrategy. "Rencana 555 Juta" Metaplanet bertujuan untuk mengumpulkan 210.000 BTC, sekitar 1% dari total pasokan Bitcoin, pada akhir 2027.
Ini merupakan peningkatan substansial dari "Rencana 21 Juta" sebelumnya, yang menargetkan 21.000 BTC pada 2026.
Untuk membiayai ekspansi ini, perusahaan telah mengandalkan metode pendanaan non-konvensional seperti obligasi tanpa bunga, waran moving-strike dan penerbitan saham preferen abadi.
Akuisisi terbaru ini mengikuti pengajuan pendaftaran pada 1 Agustus untuk mengumpulkan hingga 555b yen (sekitar $3,74b) melalui saham preferen abadi.
Dalam proposal yang sama, Metaplanet berusaha meningkatkan jumlah saham resminya menjadi 2,72b dan memperkenalkan dua kelas saham preferen abadi, masing-masing dengan fitur risiko dan konversi yang berbeda. Langkah ini, kata perusahaan, dirancang untuk menyelaraskan fleksibilitas pembiayaan dengan preferensi investor.
Upaya penggalangan dana Metaplanet sebelumnya juga cukup besar. Perusahaan menerbitkan 270,36b yen (sekitar $1,82b) dalam obligasi konversi tanpa bunga dan mengamankan 9,09b yen (sekitar $61,25m) melalui waran moving-strike. Perusahaan juga mengumpulkan 12,75b yen (sekitar $85,91m) dengan menerbitkan saham preferen abadi kepada investor strategis.
Perusahaan juga melaksanakan pembiayaan taktis yang lebih kecil, seperti penerbitan saham senilai 14,93m yen (sekitar $100.600) dan penjualan saham preferen senilai 17,54m yen (sekitar $118.200). Ini, meskipun ukurannya kecil, telah berkontribusi untuk mempertahankan laju pembelian yang stabil.
Strategi Metaplanet didasarkan pada keyakinan bahwa Bitcoin akan terus mengalami apresiasi dalam jangka panjang, berfungsi baik sebagai penyimpan nilai maupun lindung nilai terhadap depresiasi mata uang. Jadwal akuisisi agresif perusahaan telah menjadikannya pemegang Bitcoin korporasi terbesar di Asia.
Para analis mencatat bahwa skala rencana tersebut menempatkan Metaplanet dalam liga yang sama dengan pembeli Bitcoin institusional terbesar di seluruh dunia. Ini menandakan penerimaan Bitcoin yang semakin mainstream sebagai aset treasuri korporasi. Namun, ukuran program pembiayaannya juga menimbulkan kekhawatiran. Konsentrasi pada satu aset yang volatil membawa risiko, terutama jika kondisi pasar berubah.
Gerovich telah menegaskan bahwa pendekatan ini telah diperhitungkan. Dia mengatakan setiap instrumen pembiayaan dirancang untuk mengoptimalkan nilai pemegang saham sambil memajukan target BTC. Lebih lanjut, perusahaan terus melihat minat investor yang kuat untuk saham preferen dan obligasi konversinya. Ini, menurutnya, adalah bukti kepercayaan pasar terhadap visinya.
Jika Metaplanet memenuhi target 210.000 BTC pada 2027, perusahaan akan membentuk kembali neraca keuangannya dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain korporasi paling berpengaruh di sektor cryptocurrency.


