Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (FCA) telah menguraikan rencana baru untuk mempercepat tokenisasi aset dalam sektor manajemen aset. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung inovasi manajer aset dan mendorong pertumbuhan produk investasi yang ditokenisasi. Tokenisasi, representasi digital aset pada teknologi buku besar terdistribusi, memiliki potensi untuk merevolusi industri keuangan.
FCA telah menyatakan dedikasinya untuk memajukan tokenisasi di industri manajemen aset Inggris. Lembaga ini ingin memberikan pedoman yang jelas bagi perusahaan untuk mengadopsi teknologi tokenisasi. Dengan melakukan ini, FCA bertujuan untuk membantu manajer aset tetap kompetitif dan melayani konsumen dengan lebih baik.
Simon Walls, Direktur Eksekutif Pasar di FCA, berkomentar,
FCA juga percaya bahwa tokenisasi dapat meningkatkan aksesibilitas investasi dan menurunkan biaya bagi konsumen.
Sektor manajemen aset Inggris cukup besar, dengan sekitar 2.600 perusahaan yang mengelola aset senilai sekitar £ 14 miliar. Perusahaan-perusahaan ini melayani klien dari Inggris dan global, memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian. Dengan tokenisasi, FCA berharap dapat merampingkan praktik manajemen aset dan meningkatkan efisiensi di seluruh industri.
FCA telah mengusulkan peta jalan untuk menerapkan tokenisasi di industri manajemen aset. Ini termasuk memandu pengoperasian register dana yang ditokenisasi melalui model Blueprint Inggris. Selain itu, FCA menyarankan model transaksi baru yang disederhanakan untuk manajer dana. Ini akan memungkinkan pembelian dan penjualan unit dalam dana tradisional dan yang ditokenisasi.
FCA Inggris juga berencana untuk mengatasi hambatan utama tokenisasi, termasuk penggunaan blockchain publik dan penyelesaian transaksi di blockchain. Proposal FCA menguraikan bagaimana model tokenisasi dapat berkembang dan bagaimana regulasi mungkin perlu beradaptasi. Sebagai bagian dari upaya ini, FCA berkolaborasi dengan regulator keuangan lain, termasuk Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Badan Layanan Keuangan Jepang (FSA). Kolaborasi internasional ini berupaya memastikan bahwa Inggris tetap berada di garis depan inovasi tokenisasi.
Dorongan FCA untuk tokenisasi muncul saat bank-bank sentral Inggris mengeksplorasi sistem deposit yang ditokenisasi. Bank-bank seperti HSBC, NatWest, dan Lloyds telah meluncurkan program percontohan untuk deposit yang ditokenisasi. Inisiatif ini bertujuan untuk membuat deposit yang ditokenisasi dapat beroperasi antar bank, membuka jalan untuk adopsi yang luas.
Kepala global solusi pembayaran HSBC, Manish Kohli, menekankan pentingnya interoperabilitas dalam deposit yang ditokenisasi. William Lee, seorang analis di UK Finance, percaya deposit yang ditokenisasi akan menarik berbagai lembaga keuangan yang lebih luas ke dalam ruang kripto. Perkembangan ini sejalan dengan tujuan FCA untuk mengintegrasikan tokenisasi ke dalam inti strategi ekonomi Inggris.
Dengan tokenisasi yang semakin mendapatkan daya tarik, FCA Inggris bertekad untuk menjadikan negara tersebut sebagai pemimpin global di bidang ini. Upaya lembaga ini akan membantu membentuk masa depan manajemen aset, memastikan inovasi, efisiensi, dan manfaat konsumen di tahun-tahun mendatang.
Postingan UK FCA Advances Tokenization Strategy to Boost Asset Management Growth pertama kali muncul di CoinCentral.


