Pakistan sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan stablecoin berbasis rupee dan mengembangkan CBDC untuk memanfaatkan peluang kripto senilai $25 miliar.
Pakistan secara aktif bergerak menuju peluncuran stablecoin berbasis rupee dan pengembangan mata uang digital. Langkah tegas ini muncul saat para ahli memperingatkan bahwa penundaan regulasi dapat menyebabkan hilangnya peluang ekonomi senilai $25 miliar.
Menurut laporan lokal, Pakistan sedang serius mempertimbangkan untuk menerbitkan stablecoin berbasis rupee untuk memanfaatkan pasar aset digital yang besar. Oleh karena itu, pertimbangan penting ini merupakan bagian dari rencana yang lebih besar untuk memanfaatkan pertumbuhan terkait kripto. Keterlambatan dalam mengatur aset digital secara penuh dapat merugikan negara dengan peluang ekonomi sebesar $20 hingga $25 miliar. Peringatan keras ini disampaikan oleh para ahli pada Konferensi Sustainable Development Policy Institute (SDPI).
Presiden Asosiasi Bank Pakistan (PBA) Zafar Masud menekankan potensi besar negara tersebut di bidang cryptocurrency. Masud mengamati pertumbuhan pasar stablecoin global yang luar biasa sebesar $27,6 triliun. Selain itu, dia mengusulkan bahwa Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) akan memiliki dampak signifikan dalam mengurangi biaya transaksi pengiriman uang.
Bacaan Terkait: Pakistan Meluncurkan Pilot CBDC dengan Perusahaan Jepang | Live Bitcoin News
Pakistan telah berhasil mengubah pendekatannya dari pendekatan yang sangat ketat menjadi pendekatan yang proaktif dan fokus terhadap regulasi pada tahun 2025. Secara khusus, negara tersebut memberlakukan Peraturan Aset Virtual pada Juli 2025 dengan tujuan membangun kerangka hukum penting untuk semua jenis aset digital. Undang-undang ini melahirkan pembentukan formal Otoritas Regulasi Aset Virtual Pakistan (PVARA).
PVARA bertugas melisensikan dan memantau industri kripto negara yang berkembang. Selain itu, kerangka kerja baru ini mencakup aturan anti-pencucian uang (AML) dan mengenal pelanggan Anda (KYC) yang wajib. Kepatuhan ketat ini penting untuk menarik investasi asing serta melegitimasi aset digital.
Faisal Mazhar, Wakil Direktur, Pembayaran, Bank Negara Pakistan (SBP) mengkonfirmasi perkembangan penting. Dia mengatakan bahwa prototipe CBDC sedang aktif dikembangkan dengan dukungan penting dari IMF dan Bank Dunia. Akibatnya, fase pilot penuh sebelum implementasi penuh rupee digital direncanakan. Mazhar juga mengkonfirmasi bahwa SBP telah bekerja pada mata uang digital sejak 2022, dengan sangat serius.
Langkah menuju CBDC dipandang sebagai jalan penting untuk mewujudkan inklusi keuangan yang sangat dibutuhkan di seluruh negeri. Pakar berbasis Singapura Yara Wu menunjukkan bagaimana CBDC merupakan alternatif yang aman dan murah untuk pengiriman uang. Namun, para pemimpin keuangan berfokus pada pendekatan yang hati-hati dan bertahap untuk mengurangi potensi risiko.
Tantangan keamanan siber dan ambiguitas regulasi adalah dua hambatan utama yang perlu diatasi dengan tepat. Sajid Amin dari SDPI menekankan perlunya pedoman yang jelas dan langkah-langkah perlindungan siber yang efektif. Pada akhirnya, upaya regulasi Pakistan konsisten dengan peringkatnya di antara negara-negara teratas dunia untuk adopsi kripto secara keseluruhan.
Sebagai kesimpulan, langkah Pakistan menuju stablecoin berbasis rupee dan CBDC adalah langkah berani ke dalam keuangan digital. Dengan regulasi yang tepat dan dukungan internasional, negara tersebut dapat melepaskan pertumbuhan miliaran. Namun, implementasi tepat waktu dan keamanan siber yang ketat akan menjadi kunci untuk mewujudkan peluang kripto Pakistan senilai $25 miliar dan untuk memperkuat inklusi keuangan.
Postingan Berita Kripto: Pakistan Melirik Peluncuran Stablecoin di Tengah Peringatan Peluang Kripto $25 Miliar pertama kali muncul di Live Bitcoin News.


