Japan Exchange Group (JPX) sedang mempertimbangkan pengawasan yang lebih ketat untuk perusahaan publik yang memegang cadangan cryptocurrency substansial. Di tengah kekhawatiran yang berkembang tentang volatilitas dan potensi risiko terkait dengan strategi digital asset treasury (DAT), JPX sedang mengeksplorasi langkah-langkah untuk memastikan kontrol regulasi yang lebih baik. Bursa tersebut mungkin mengharuskan perusahaan-perusahaan ini menjalani audit baru jika mereka mulai mengakumulasi aset crypto.
JPX, yang mengoperasikan Bursa Efek Tokyo, sedang mencari cara untuk memperketat aturan bagi perusahaan yang beralih ke kepemilikan crypto skala besar. Sumber yang mengetahui masalah ini menunjukkan bahwa bursa tersebut mungkin merevisi aturan backdoor-listing yang ada.
Aturan ini memungkinkan perusahaan swasta untuk go public melalui merger atau akuisisi daripada IPO tradisional. Saat ini, backdoor listing dilarang, tetapi JPX sedang mempertimbangkan untuk memperluas pembatasan ini ke perusahaan yang mengalihkan fokus bisnis mereka ke arah akumulasi cryptocurrency.
Meskipun JPX tidak memiliki aturan khusus yang melarang perusahaan mengumpulkan cadangan cryptocurrency, pengawasan terhadap praktik ini semakin meningkat. Tiga perusahaan baru-baru ini memutuskan untuk menghentikan rencana pembelian crypto skala besar setelah menerima peringatan dari bursa. JPX memperingatkan bahwa mengejar crypto sebagai strategi bisnis inti dapat membatasi kemampuan penggalangan dana mereka di masa depan.
Kekhawatiran yang meningkat ini muncul pada saat saham Metaplanet yang terdaftar di Tokyo, pemain penting di bidang ini, telah menurun tajam. Perusahaan, yang mulai mengakumulasi Bitcoin pada April 2024, telah melihat sahamnya turun lebih dari 79% sejak Juni 2024. Menurut data pasar yang tersedia, Bitcoin Treasuries mengkonfirmasi bahwa Metaplanet kini memegang 30.823 BTC, menjadikannya pemegang korporasi Bitcoin publik terbesar keempat di seluruh dunia.
Source: Bitcoin Treasuries
Metaplanet, bagaimanapun, menegaskan bahwa mereka mengikuti semua prosedur hukum dan tata kelola yang diperlukan. Dalam sebuah pernyataan, perusahaan menegaskan bahwa mereka telah mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku dan menekankan komitmen mereka terhadap tata kelola perusahaan.
Langkah JPX untuk mempertimbangkan pengawasan yang lebih kuat terhadap perusahaan treasury crypto menandai pergeseran dalam ruang regulasi untuk pasar publik Jepang. Seiring dengan pertumbuhan pasar aset digital, langkah-langkah ini dapat membentuk bagaimana perusahaan publik mendekati akumulasi crypto di masa depan.
Artikel Japan Exchange Group Eyes Stricter Oversight on Digital Asset Treasury Companies pertama kali muncul di Blockonomi.


