Di Polymarket, salah satu platform prediksi terbesar di dunia kripto, para trader tidak lagi memperdebatkan apakah Bitcoin akan mencapai rekor tertinggi baru tahun ini. Pertanyaan baru adalah seberapa dalam pasar mungkin akan terkoreksi sebelum tahun 2025 dimulai. Perubahan nada ini terjadi dengan cepat, tajam dan didorong oleh data daripada emosi.
Kontrak yang paling banyak diperdagangkan di Polymarket menunjukkan pergeseran jelas ke arah risiko penurunan. Platform tersebut kini memberikan probabilitas 68% bahwa Bitcoin akan mengakhiri tahun di bawah $90.000, dibandingkan dengan hanya 22% kemungkinan bahwa harganya akan kembali mencapai $120.000 atau lebih tinggi.
Taruhan pada target harga sangat tinggi — $150.000, $170.000 atau bahkan $200.000 — masih ada tetapi telah menyusut menjadi pencilan statistik. Lebih dari $54,75 juta kini telah bergerak melalui kumpulan prediksi Bitcoin, menandakan bahwa ini bukan pasar pinggiran atau tipis — ini adalah partisipasi skala institusional.
Tekanan penjualan yang menyeret Bitcoin di bawah $95.000 tidak dimulai dari dalam pasar aset digital. Kemunduran saham Big Tech yang berfokus pada AI menciptakan reaksi berantai di seluruh aset berisiko, dan kripto menyerap guncangan itu seperti yang sering dilakukannya: dengan keras dan cepat.
Co-founder Animoca Brands Yat Siu memberi tahu CNBC bahwa penurunan tersebut mencerminkan kekurangan likuiditas daripada hilangnya kepercayaan. Menurutnya, investor sedang mengumpulkan uang tunai untuk menutup lubang di tempat lain, dan Bitcoin menjadi salah satu dari sedikit aset yang cukup likuid untuk dikonversi secara instan.
Sementara pasar prediksi cenderung bearish dan likuiditas ketat, tidak semua analis memandang zona saat ini sebagai pendahuluan untuk keruntuhan lebih lanjut. Trader Michaël van de Poppe menyoroti bahwa volume perdagangan di sekitar band harga saat ini sedang meningkat — sesuatu yang sering terjadi di sekitar titik terendah makro.
Dia menunjukkan bahwa gap CME yang terisi diikuti oleh stabilisasi minggu depan akan memperkuat gagasan bahwa penjualan adalah pembersihan akhir siklus daripada awal pembalikan tren. Van de Poppe percaya bahwa siklus empat tahun Bitcoin tetap utuh dan ketakutan sering mencapai puncaknya tepat sebelum titik balik.
Kontrasnya sangat jelas: pasar prediksi sedang bersiap menghadapi turbulensi, analis mencari sinyal titik terendah, dan investor yang membutuhkan uang tunai menjual dalam kelemahan. Tidak ada lagi yang membicarakan euforia atau mania — Bitcoin diperdagangkan dalam lingkungan yang didefinisikan semata-mata oleh likuiditas, bukan narasi. Sampai permintaan kembali, pasar akan berperilaku secara mekanis daripada emosional.
Apakah Bitcoin akan menghabiskan sisa tahun 2024 berjuang untuk menghindari kerugian yang lebih dalam atau diam-diam membangun fondasi untuk tren naik berikutnya bergantung lebih sedikit pada sentimen dan lebih banyak pada kapan likuiditas berhenti pergi — dan mulai kembali.
Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan saran keuangan, investasi, atau perdagangan. Coindoo.com tidak mendukung atau merekomendasikan strategi investasi atau cryptocurrency tertentu. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Artikel Bitcoin Crash Fears Spike on Polymarket, Yet Some Say the Bottom Is Forming pertama kali muncul di Coindoo.


