Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah mengumumkan kegagalan audit kedelapan berturut-turut, tidak dapat menjelaskan aset senilai $4,65 triliun, menyoroti tantangan manajemen keuangan yang berkelanjutan.
Kegagalan audit ini menekankan masalah akuntabilitas dalam sektor pertahanan AS, berdampak pada pengawasan anggaran dan kepercayaan publik, meskipun tanpa implikasi langsung terhadap pasar cryptocurrency atau aset terkait.
Departemen Pertahanan AS mengumumkan kekurangan akuntansi sebesar $4,65 triliun selama kegagalan audit kedelapan berturut-turut pada 19-20 Desember 2025.
Kegagalan audit yang berkelanjutan ini menyoroti masalah akuntabilitas yang substansial dalam DoD, menimbulkan kekhawatiran atas manajemen keuangan dan efektivitas pemerintah.
Audit Pentagon 2025 mengungkapkan ketidaksesuaian yang tidak tercatat sebesar $4,65 triliun dalam aset. Ini merupakan bagian dari tren yang berkelanjutan, dengan Departemen Pertahanan secara konsisten gagal dalam audit sejak 2018.
Comptroller yang baru dikukuhkan Michael Powers bergabung saat audit ini dirilis. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menekankan komitmen terhadap transparansi dan perbaikan audit. Kegagalan yang berkelanjutan menyoroti kelemahan manajemen keuangan sistemik.
Hasil audit menimbulkan kekhawatiran atas akuntabilitas keuangan Departemen Pertahanan. Situasi ini memiliki implikasi terhadap transparansi pemerintah dan mempengaruhi kepercayaan pemerintah dalam lingkup publik dan legislatif.
Anggaran DoD untuk FY2026 mendapat persetujuan sebesar $901 miliar, meskipun terjadi kegagalan audit. Kritikus menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan dan praktik audit keuangan mengingat ketidaksesuaian yang berulang. Seperti yang dinyatakan Pete Hegseth, "Departemen tetap berkomitmen pada audit laporan keuangan tahunan yang ketat" dan "Kami berdedikasi untuk berbagi hasil audit secara terbuka dan menggunakannya sebagai panduan untuk perbaikan berkelanjutan."
Kegagalan audit serupa dilaporkan sejak 2018, dengan Pentagon kekurangan kemajuan dalam pelacakan aset. Kelemahan yang berulang, seperti aset hilang program F-35, menunjukkan masalah administrasi keuangan yang persisten.
DoD menargetkan laporan keuangan yang dapat diaudit pada 2028, sebagaimana diuraikan dalam FY24 NDAA. Para ahli menyarankan peningkatan pengawasan dan percepatan reformasi untuk mencapai target ini.
| Penyangkalan: Informasi di situs web ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Pasar cryptocurrency bersifat volatil, dan berinvestasi melibatkan risiko. Selalu lakukan riset sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan. |


