Arab Saudi akan menginvestasikan $2 miliar untuk membangun dua pembangkit listrik tenaga surya di Turki, kata Menteri Energi Turki Alparslan Bayraktar.
Kedua proyek yang dikembangkan pada fase pertama ini akan memiliki total kapasitas 2.000 megawatt dan akan dibangun di provinsi Sivas dan Karaman, wilayah Anatolia tengah, katanya di X.
Pekerjaan diperkirakan akan dimulai pada tahun 2027, dengan fase pertama selesai pada akhir tahun 2027. Keseluruhan proyek diperkirakan akan selesai pada tahun 2029.
Pembelian listrik akan dilakukan selama 25 tahun dengan tarif €1,995 ($2,36) per kilowatt-jam dari pembangkit Karaman dan €2,3415 per kilowatt-jam dari Sivas.
Perjanjian tersebut ditandatangani selama kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan ke Riyadh.
"Kami memandang investasi ini, yang akan menjadi salah satu contoh paling signifikan dari investasi asing langsung di sektor energi kami, sebagai sepenuhnya dibiayai melalui pendanaan eksternal," kata kantor berita milik negara Anadolu mengutip pernyataan menteri tersebut.
Lembaga keuangan internasional juga akan memberikan kredit, katanya.
Kedua pembangkit listrik tenaga surya tersebut akan memenuhi kebutuhan listrik 2,1 juta rumah tangga di Turki, kata Bayraktar.
Pada bulan Desember, Bayraktar mengatakan Turki telah memulai diskusi dengan Acwa Power Arab Saudi tentang proyek yang akan menghasilkan 5 gigawatt pembangkit tenaga surya.
Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz tahun lalu memperkirakan investasi Acwa Power bernilai hingga $5 miliar.
Bayraktar mengatakan pembicaraan berlangsung tentang konektivitas jaringan listrik antara Arab Saudi dan Turki.
"Proyek ini memiliki skala dan kepentingan yang dapat mempengaruhi seluruh wilayah kami," katanya.
Ankara menerima pembiayaan konsesional total $748 juta dari Bank Dunia pada bulan Agustus untuk memodernisasi dan memperluas infrastruktur transmisi listriknya dengan proyek tenaga surya dan angin skala besar.


