Zycus telah diakui sebagai Leader dalam Gartner® Magic Quadrant 2026
untuk Suite Source-to-Pay (S2P).
Pengakuan ini menyusul fokus terbaru perusahaan pada Agentic AI dan pengembangan suite S2P yang komprehensif.
Perusahaan telah berinvestasi dalam platform Merlin Intake untuk menyederhanakan pengalaman pengguna. Selain itu, perusahaan mengembangkan Merlin Agentic AI untuk mendukung negosiasi otonom dalam pengelolaan tail-spend.
Perkembangan ini sejalan dengan kerangka kerja Intake to Outcomes (I2O) organisasi, yang berupaya menyederhanakan cara kerja masuk ke dalam pengadaan sambil mempertahankan tata kelola.
Pendiri dan CEO Aatish Dedhia menyatakan bahwa pengakuan tersebut mencerminkan komitmen terhadap inovasi dan AI yang bertanggung jawab.
Mitra jangka panjang juga telah membagikan perspektif mereka tentang pencapaian ini.
Khairul Azman, Group Chief Procurement Officer di DRB-HICOM Berhad, mencatat bahwa organisasinya telah bekerja dengan teknologi tersebut selama lebih dari lima tahun, menggambarkannya sebagai standar baru.
Demikian pula, pemimpin pengadaan dari Belden dan Tate & Lyle menyoroti kemitraan delapan tahun mereka, menyebutkan pengiriman dan eksekusi yang andal.
Platform terpadu yang digunakan oleh Zycus menggabungkan Intake native dan Agentic AI dalam satu arsitektur.
Dengan berfokus pada negosiasi otonom dan eksekusi berbasis hasil, sistem ini bertujuan untuk membuka penghematan dan memandu permintaan pengadaan dengan lebih efisien dibandingkan alur kerja tradisional.
Artikel ini pertama kali muncul di Fintech News Singapore.
Postingan Zycus Dinobatkan sebagai Leader dalam Gartner Magic Quadrant 2026 untuk Source to Pay pertama kali muncul di Fintech News Philippines.


