Siren (SIREN) saat ini diperdagangkan di harga US$1,04, turun 55,90% dalam sehari, setelah reli parabola sebesar 238% pada 22 Maret membawa token ini ke US$3,60 — sangat dekat dengan all-time high di US$4,72 — sebelum para penjual menekan kenaikan tersebut.
Penurunan ini tidak terjadi tanpa tanda-tanda peringatan. Ada bearish divergence pada CMF yang sudah berkembang selama tiga hari sebelum terjadi breakdown.
Sentimen tertimbang Santiment untuk SIREN mencapai puncak sekitar +7,41 pada 22–23 Maret, bertepatan persis dengan harga tertinggi. Angka ini merupakan level tertinggi sepanjang periode grafik yang terlihat sejak akhir Februari.
Sepanjang Maret, sentimen bergerak pada rentang moderat mendekati nol. Lonjakan tiba-tiba ke +7,41 mencerminkan banyak investor ritel masuk ke SIREN saat harga melejit — didorong oleh mekanisme short squeeze, listing di Binance Futures, serta narasi akan segera breakout all-time high.
Euforia itu langsung mendorong pergerakan harga. Jika sentimen naik sangat tinggi sementara harga berada di level ekstrem, itu menandakan momentum spekulatif — bukan dorongan permintaan yang sesungguhnya — sebagai bahan bakar reli. Pembeli ritel yang mengejar kenaikan justru menyerap aksi jual dari holder lama, menyediakan likuiditas exit untuk yang sudah lebih dulu posisi.
Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Setelah itu, bacaan sentimen langsung anjlok ke -3,483 pada 24 Maret — level paling negatif dalam sejarah grafik yang terlihat. Pergeseran ekstrem dari euforia ke pesimisme tajam dalam waktu 48 jam menegaskan bahwa ini memang pergerakan spekulatif. Para pelaku pasar yang membeli di harga US$2,50–US$3,60 sekarang terjebak kerugian tinggi.
Chaikin Money Flow (CMF) pada grafik 4 jam sudah menunjukkan sinyal distribusi sejak reli mulai meningkat. Pada 20–21 Maret, saat harga naik dari sekitar US$1,00 ke US$2,50, CMF mencapai puncak mendekati +0,32 — menandakan adanya tekanan beli yang nyata di awal pergerakan.
Namun setelah itu, CMF mulai membentuk level tertinggi yang makin rendah meski harga SIREN terus naik. Saat harga didorong ke US$3,50 pada 23 Maret, CMF sudah turun ke sekitar +0,10. Dengan menarik garis tren menurun pada CMF, bisa terlihat jelas puncak-puncaknya semakin rendah, membentuk bearish divergence dengan tren harga yang naik di bawahnya. Tekanan beli berbobot volume semakin melemah di tiap kenaikan harga berikutnya.
Sekarang, CMF berada di angka negatif -0,03. Divergensi sudah sepenuhnya mengarah ke bawah. Setiap sesi di mana harga membentuk level tertinggi baru tetapi CMF semakin rendah, adalah momen ketika penjual secara sistematis memanfaatkan reli untuk keluar. Token ini gagal membentuk all-time high baru, masih kurang sekitar 24% — gap ini penting karena artinya level US$4,72 belum diuji dan masih menjadi “PR” untuk para bull jika pemulihan nanti benar-benar terjadi.
Pada grafik harian terlihat SIREN sudah ambles dari level tertinggi 22 Maret di sekitar US$3,60, tidak mampu mencapai all-time high US$4,72 dengan jarak yang cukup jauh. Pergerakan turun 67,10% yang ditandai di grafik memproyeksikan target penurunan ke sekitar US$0,79, tepat di bawah level support US$0,94183 yang kini menjadi fokus.
Level US$0,94 saat ini adalah lantai terdekat. Jika terjadi penutupan harian di atasnya, peluang untuk mencoba menembus all-time high masih terbuka. Jalan menuju US$4,72 dari US$0,94 perlu menguasai kembali level US$2,00 terlebih dulu — resistance horizontal utama di grafik — sebelum zona all-time high bisa dicapai. Pergerakan naik 48,13% yang ditandai dari US$3,20 ke US$4,72 hanya akan terjadi bila harga bisa menembus dan bertahan di atas US$2,00 dengan volume yang kuat.
Penutupan harga SIREN di bawah US$0,94 bisa membuka jalan ke US$0,46, lalu US$0,41, bahkan kemungkinan ke US$0,24 — masing-masing adalah support lebih dalam dari siklus reli sebelumnya. Skenario ini bisa terjadi jika arus keluar masih terus meningkat.

