FiscalNote Holdings, sebuah perusahaan intelijen kebijakan berbasis AI, kehilangan listing di NYSE pada 25 Maret setelah gagal mempertahankan rata-rata harga saham US$1,00 selama 30 hari perdagangan. Perusahaan ini sudah melakukan reverse stock split dalam setahun terakhir sehingga tidak ada lagi masa pemulihan yang tersedia.
Delisting ini menandai akhir dari penurunan selama bertahun-tahun yang terjadi langsung akibat LLM telah membuat model bisnis perantara data kebijakan, yang menjadi dasar usaha FiscalNote, menjadi komoditas.
Bursa Saham New York mengumumkan bahwa mereka akan memulai proses delisting atas FiscalNote (NOTE) berdasarkan Bagian 802.01C pada Listed Company Manual mereka. Perdagangan saham biasa Kelas A dan waran langsung dihentikan. Saham tersebut dijadwalkan mulai diperdagangkan di pasar OTC pada 26 Maret dengan ticker yang sama.
Waktunya memang mencolok. Pada hari yang sama NYSE mengambil langkah untuk menghapus FiscalNote, perusahaan ini mengumumkan bahwa server PolicyNote MCP miliknya telah mendapat persetujuan untuk masuk ke OpenAI App Store. Listing ini memungkinkan 700 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT mengakses data kebijakan terstruktur dari Kongres, 50 negara bagian di Amerika Serikat, dan lebih dari 100 negara lain.
FiscalNote menyebut delisting ini sebagai awal dari “fase baru kesehatan dan peluang.” Perusahaan tersebut mengungkapkan telah memangkas tenaga kerja sebesar 25% dan mengurangi biaya operasional tunai sebesar 19%. FiscalNote juga memproyeksikan arus kas bebas positif selama dua belas bulan mulai April 2026.
Didirikan pada 2013, FiscalNote menjual layanan pelacakan legislatif dan intelijen regulasi kepada perusahaan dan pemerintah melalui platform unggulannya, PolicyNote. Perusahaan ini melantai di bursa pada 2021 melalui merger SPAC.
Penurunan FiscalNote sejalan dengan pola yang analis sebut sebagai “SaaSpocalypse” — yakni runtuhnya model bisnis SaaS secara struktural akibat hadirnya agen berbasis LLM. Sejak awal 2026, sektor perangkat lunak secara umum telah kehilangan sekitar US$1 triliun kapitalisasi pasar karena perusahaan-perusahaan mengalihkan anggaran dari langganan berbasis per pengguna ke platform AI berbasis agen.
FiscalNote membangun perlindungan bisnisnya melalui ketimpangan informasi yang khusus. Dokumen kebijakan memang bersifat publik, namun proses pengumpulan, penataan, dan interpretasi dalam skala besar membutuhkan biaya mahal. LLM menekan biaya tersebut. Kini, setiap tim kepatuhan bisa memasukkan teks undang-undang ke dalam model AI dan mendapat ringkasan yang sebelumnya hanya tersedia jika berlangganan FiscalNote.
Pergeseran strategi perusahaan ini mengonfirmasi diagnosa tersebut. Peluncuran server PolicyNote MCP pada 4 Maret menjadi sinyal bahwa FiscalNote beralih dari menjual analisis menjadi menjual infrastruktur data mentah. Dengan kata lain, FiscalNote mengakui bahwa LLM lebih unggul dan murah dalam menangani lapisan interpretasi.
FiscalNote telah mencoba berbagai strategi bernuansa kripto sepanjang tahun lalu. Pada Juni 2025, FiscalNote mulai mengevaluasi stablecoin sebagai metode pembayaran untuk pelanggan internasional. Lalu pada bulan September, perusahaan mengumumkan eksplorasi menggunakan Bitcoin, Ethereum, dan Solana sebagai aset cadangan strategis perusahaan, mengikuti tren penggunaan BTC perusahaan seperti yang populer dilakukan MicroStrategy.
Pada Februari 2026, FiscalNote berekspansi ke pasar prediksi politik. FiscalNote meluncurkan versi pratinjau di PoliticalPredictions.com, menandatangani MOU non-binding dengan 365Prediction, dan menunjuk mantan eksekutif Sportradar, Dr. Laila Mintas, sebagai penasihat strategis. Minggu lalu, FiscalNote menandatangani MOU dengan firma hukum Korea D&A LLC untuk mendistribusikan intelijen kebijakan AS ke pasar Asia.
Setiap langkah tersebut menargetkan narasi pertumbuhan yang berbeda. Akan tetapi, belum ada yang membawa pendapatan yang cukup untuk menjaga harga saham di atas US$1.
Dari berbagai inisiatif terbaru FiscalNote, ekspansi ke prediction market menjadi yang paling sejalan dengan arah pasar secara umum. Volume perdagangan bulanan prediction market kini sekitar US$10 miliar. Kalshi telah menggeser Polymarket sebagai pemimpin volume, dengan menguasai kira-kira 66% pangsa pasar.
Intelijen kebijakan dan prediction market memang berjalan dengan logika yang sama. Perusahaan sebenarnya tidak perlu terlalu tahu apa isi suatu rancangan undang-undang. Mereka hanya butuh tahu apakah rancangan tersebut akan lolos, dan kapan waktunya. Itu adalah pertanyaan tentang probabilitas. Prediction market merupakan format asli untuk mematok harga kemungkinan suatu kejadian.
Namun, terdapat ketegangan dari sisi struktur. Prediction market tumbuh subur di atas peristiwa yang besar dan menarik minat — seperti pemilu, keputusan suku bunga, atau perang. Sementara itu, pertanyaan regulasi spesifik yang menjadi nilai utama data FiscalNote—seperti “Akankah kriteria klasifikasi risiko tinggi Artikel 6 UU AI Uni Eropa disahkan sebelum Kuartal 3?”— justru terlalu spesifik sehingga kurang menarik minat dan volume taruhan.
Dewan direksi FiscalNote menyampaikan mereka tetap meninjau segala opsi strategis, termasuk kemungkinan melepas aset non-inti. Apakah perusahaan ini bisa mengeksekusi pergeseran strategi tersebut dari pasar OTC masih menjadi tanda tanya. Tapi, pelajaran dari perjalanannya sudah cukup jelas: di era LLM, perusahaan yang mengandalkan selisih antara data publik dan pemahaman pengguna menghadapi tekanan eksistensial. Margin perantara semakin menipis, dan delisting FiscalNote menjadi bukti tren tersebut.


