Cryptoharian – Pendiri dari perusahaan Tron, Justin Sun, mengklaim tengah mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu membantu mengungkap pelaku kejahatan di industri kripto.
Dalam pernyataannya, Sun mengatakan sistem tersebut dirancang untuk menganalisis data kasus yang kompleks dan mengidentifikasi tersangka secara cepat. Ia bahkan menyebut teknologi ini sudah digunakan untuk menelusuri kasus dengan nilai total lebih dari US$ 1 miliar.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Sun juga mengumumkan program bounty senilai US$ 100 juta. Dana tersebut akan diberikan kepada pihak yang membantu mengungkap kasus, termasuk white-hat hacker dan aparat penegak hukum.
Program ini tidak hanya bersifat umum, tetapi juga menyoroti kasus spesifik. Sun menyebut sejumlah individu dan perusahaan yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dana terkait stablecoin TrueUSD (TUSD).
Nilai yang disebut tidak kecil, mencapai lebih dari US$ 456 juta, dengan dugaan aliran dana melalui berbagai entitas keuangan. Beberapa pihak yang disebut dalam tuduhan tersebut sebelumnya telah membantah klaim yang dilontarkan.
Kasus ini sendiri bukan hal baru. Sun sejak 2024 telah mengejar jalur hukum terhadap pihak-pihak terkait, menuding adanya kegagalan dalam pengembalian dana milik entitas yang berafiliasi dengan Tron.
Baca Juga: Bitcoin Uji US$ 71.500, Apakah Target US$ 80.000 Makin Dekat?
Untuk mendukung program ini, tim Sun meluncurkan platform web3bounty.io. Situs ini berfungsi sebagai tempat bagi publik untuk mengirimkan informasi atau petunjuk terkait kasus-kasus penipuan kripto.
Langkah ini mencerminkan pendekatan yang lebih terbuka, dengan melibatkan komunitas dalam proses investigasi.
Di sisi lain, langkah ini muncul di tengah sorotan terhadap ekosistem Tron itu sendiri.
Jaringan Tron dikenal memiliki biaya transaksi rendah dan aktivitas tinggi, terutama untuk transfer stablecoin seperti USDT. Namun, karakteristik ini juga membuatnya kerap dikaitkan dengan aktivitas ilegal seperti penipuan dan pencucian uang di beberapa wilayah.
Bahkan, otoritas seperti FBI sebelumnya telah memperingatkan adanya kampanye phishing yang memanfaatkan token palsu di jaringan Tron untuk mencuri data pengguna.
Kendati demikian, efektivitas inisiatif ini masih perlu dibuktikan. Klaim teknologi canggih dan program bounty besar tentu menarik perhatian, tetapi hasil nyata di lapangan akan menjadi penentu utama.