Cryptoharian – Pasar altcoin mengalami tekanan besar pada Jumat (27 Maret), dengan total kapitalisasi pasar turun di bawah US$ 1 triliun untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir.
Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya sentimen risk-off, di mana investor memilih menarik dana dari aset berisiko dan beralih ke likuiditas. Narasi safe haven yang sempat muncul saat konflik geopolitik memanas kini mulai memudar, membuat pasar kripto kembali tertekan.
Hingga siang hari waktu Amerika, total kapitalisasi altcoin tercatat di sekitar US$ 987 miliar. Kapitalisasi dengan jumlah tersebut menjadi salah satu titik terendah dalam periode terbaru.
Ethereum menjadi salah satu penyebab utama pelemahan ini. Setelah sempat menyentuh area US$ 2.074, harga ETH gagal bertahan dan turun ke kisaran US$ 1.972. Penurunan ini turut menyeret kapitalisasi pasar Ethereum ke bawah US$ 240 miliar. Tekanan tersebut juga memicu likuidasi besar, dengan hampir US$ 120 juta posisi long terhapus dari pasar.
Sementara itu, Solana mencatat penurunan yang lebih tajam. Dalam waktu dua hari, aset ini kehilangan hampir 12 persen nilainya setelah gagal menembus resisten di angka US$ 93.
Baca Juga: Justin Sun Klaim Punya AI Pemburu Penipu Kripto
Aset besar lainnya juga ikut terdampak. BNB dan XRP mengalami penurunan moderat. Hal ini mencerminkan tekanan yang merata di seluruh pasar altcoin. Di sisi lain, aset dengan volatilitas tinggi justru terkena dampak lebih dalam, dengan beberapa token mengalami penurunan dua digit dalam waktu singkat.
Meski begitu, tidak semua aset bergerak negatif. Beberapa koin seperti Bitcoin Cash masih mampu mencatat kenaikan tipis, meskipun tidak cukup untuk mengimbangi tekanan yang terjadi di pasar secara keseluruhan.
Sebagaimana diberitakan oleh Cryptoharian sebelumnya, salah satu analis bernama ‘Ash Crypto’ menyebutkan tiga faktor yang menyebabkan pasar kripto turun secara umum
Dalam pemaparannya, faktor pertama adalah konflik geopolitik antara Israel Amerika dan Iran. Kedua adalah pasar obligasi yang kian tertekan, dan ketiga adalah The Fed yang dikabarkan bakal menaikkan suku bunga selama tahun 2026.


