Rob Schneider, mantan bintang 'Saturday Night Live' berusia 62 tahun yang kini menjadi aktivis konservatif, telah menjadi tokoh publik terbaru yang mengadvokasi wajib militer—meskipun ia sendiri tidak pernah mengabdi di angkatan bersenjata.
Dalam postingan media sosial yang panjang, Schneider mengutip kata-kata terkenal Presiden John F. Kennedy tentang pengabdian publik sebelum beralih ke argumen utamanya: Amerika harus memulihkan kembali wajib militer untuk semua warga negara berusia 18 tahun ke atas.
"Setiap warga Amerika, pada usia delapan belas tahun, harus mengabdi dua tahun dalam dinas militer," tulis Schneider, menyarankan bahwa kaum muda dapat memenuhi kewajiban ini baik di dalam negeri maupun melalui penempatan di luar negeri.
Usulan aktor tersebut muncul saat pemerintahan Trump berperang di Iran—sebuah konflik yang menimbulkan kekhawatiran tentang potensi wajib militer di kalangan warga Amerika yang lebih muda. Ironisnya terlihat jelas: baik Schneider maupun Presiden Trump telah menghindari dinas militer sepanjang hidup mereka. Trump terkenal menerima beberapa penundaan wajib militer selama era Perang Vietnam.
Argumen Schneider berpusat pada gagasan bahwa dinas militer bersama akan menciptakan kohesi sosial lintas garis ras dan sosioekonomi. Lebih signifikan lagi, ia menyarankan hal itu akan membuat pejabat terpilih lebih berhati-hati tentang komitmen militer jika anak-anak mereka sendiri tunduk pada wajib militer.
"Jika pejabat terpilih kita tahu anak laki-laki dan perempuan mereka sendiri akan mengabdi, mereka akan berpikir dua kali sebelum mengirim pasukan ke perang," adalah logika mendasar dari posisi Schneider.
Usulan ini memunculkan pertanyaan tentang siapa yang menanggung beban pertahanan nasional. Keluarga Schneider sendiri menggambarkan ketegangan ini: putri-putri bungsunya akan memenuhi syarat untuk wajib militer di bawah sistem yang ia usulkan, sementara ia sendiri tidak pernah mengenakan seragam militer. Putri sulungnya telah mengkritik pandangan politiknya secara publik.
Evolusi Schneider dari Demokrat ke Republik terjadi pada tahun 2013. Sejak itu ia dikenal karena aktivisme anti-vaksin dan dukungan antusias untuk kandidat politik konservatif. Ia mendukung kampanye presiden Robert F. Kennedy Jr. tahun 2024 dan kemudian menjadi pendukung setia Trump.


