Arus masuk stablecoin ke exchange Binance melonjak tajam hingga mencapai $2,4 miliar, menandakan kembalinya likuiditas ke pasar kripto. Namun, di tengah lonjakan dana ini, aktivitas trading justru menunjukkan kondisi sebaliknya.
Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa netflow stablecoin di Binance berbalik dari negatif menjadi positif. Sebelumnya, pasar sempat mengalami arus keluar besar, termasuk $3,4 miliar pada Desember dan $6,7 miliar pada Februari.
Kini, dana kembali masuk ke exchange terbesar di dunia tersebut. Secara umum, arus masuk stablecoin sering diartikan sebagai sinyal bahwa investor sedang bersiap untuk masuk ke pasar atau membuka posisi baru.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.
Menurut Tim Research Tokocrypto, ini on-chain setup yang aneh tapi penting: uang sudah datang, trader belum berani menembak.
“Selama stablecoin hanya numpuk di exchange tanpa diikuti spot volume, pasar tetap hidup dalam mode siaga, punya bensin, tapi belum punya keberanian, dan itu bikin setiap move besar tetap rawan jadi ledakan volatilitas ketimbang tren yang benar-benar sehat,” ujarnya.
Baca juga: Guncang Market! Stablecoin Tak Boleh Lagi Beri Imbal Hasil?
Meskipun likuiditas meningkat, aktivitas trading justru mengalami penurunan signifikan. Volume spot di Binance turun tajam dari $81 miliar menjadi hanya $3,5 miliar sejak awal 2025.
Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan yang cukup mencolok. Dana tersedia di exchange, tetapi belum digunakan untuk transaksi. Artinya, investor masih menahan diri dan belum memiliki keyakinan untuk masuk ke pasar.
Para analis menilai bahwa pasar saat ini terlihat tenang di permukaan, namun sebenarnya menyimpan potensi volatilitas yang tinggi jika terjadi pergerakan di level krusial.
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik dan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dunia. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut memengaruhi sentimen pasar, mendorong kenaikan harga minyak dan menekan aset berisiko.
Meskipun pasar kripto masih relatif bertahan, tekanan eksternal tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Untuk saat ini, data menunjukkan bahwa dana memang sudah kembali ke pasar, tetapi belum diikuti oleh keberanian investor untuk mengambil risiko. Pasar kripto pun berada dalam fase menunggu, dengan arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada perubahan sentimen dan kondisi global.
Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
The post Misteri Rp39 Triliun Masuk Exchange Saat Pasar Stagnan, Sinyal Bull? appeared first on Tokocrypto News.