Ripple berkolaborasi dengan Jeel Movement milik Riyad Bank untuk memajukan inovasi blockchain, mendukung sasaran keuangan digital Visi 2030 Arab Saudi.
Ripple telah menjalin kemitraan strategis dengan Jeel Movement, lengan inovasi Riyad Bank, untuk memajukan adopsi blockchain. Tujuan kolaborasi ini adalah mendukung agenda transformasi digital Arab Saudi dan meningkatkan kekuatan infrastruktur keuangan yang sedang berkembang di Kerajaan tersebut.
Oleh karena itu, kemitraan ini diumumkan pada 26 Januari 2026 melalui saluran resmi masing-masing perusahaan. Fokusnya adalah eksplorasi kasus penggunaan blockchain yang teregulasi dan selaras dengan sasaran Visi 2030 Arab Saudi.
Selain itu, Reece Merrick, Pejabat Eksekutif Senior Ripple untuk Timur Tengah dan Afrika, menekankan pendekatan visioner Arab Saudi. Ia menyebutkan bahwa kepemimpinan Kerajaan telah menjadikannya pusat global bagi transformasi digital.
Bacaan Terkait: Ripple dan Ondo Bisa Membuka Hasil bagi Institusi XRP Ledger | Live Bitcoin News
Oleh karena itu, Ripple dan Jeel akan bersama-sama mengkaji kasus penggunaan pembayaran lintas batas, penyimpanan aset digital, dan tokenisasi. Area-area ini diidentifikasi sebagai kunci penting bagi modernisasi layanan keuangan dan peningkatan efisiensi operasional.
Sementara itu, pembayaran lintas batas akan menjadi fokus utama dalam tahap awal pengujian. Sistem penyelesaian berbasis blockchain berpotensi mengurangi waktu transfer sekaligus memberikan transparansi dan efisiensi biaya.
Selain itu, kerangka kerja penyimpanan aset digital harus dinilai berdasarkan standar lokal untuk kepatuhan. Model penyimpanan yang aman diharapkan dapat memfasilitasi partisipasi institusi dalam aset digital di masa depan.
Lebih lanjut, inisiatif tokenisasi akan mempelajari konversi aset tradisional menjadi aset berbasis blockchain. Pendekatan ini bisa meningkatkan likuiditas dan membuka peluang kepemilikan fraksional dalam lingkungan yang teregulasi.
Jeel adalah anak perusahaan Riyad Bank yang berperan sebagai inkubator solusi teknologi keuangan. Mandatnya mencakup penawaran Banking as a Service serta pengembangan infrastruktur Open Banking.
Menurut CEO Jeel George Harrak, sandbox memungkinkan eksperimen bertanggung jawab terhadap infrastruktur keuangan generasi mendatang. Ia menekankan perlunya pengujian terkontrol saat memperkenalkan teknologi baru.
Selain itu, Harrak mengatakan bahwa menggabungkan pengetahuan global tentang blockchain dengan pengawasan lokal memperkuat skalabilitas jangka panjang. Pendekatan ini membantu mengevaluasi solusi yang meningkatkan pembayaran dan kapabilitas.
Akibatnya, lingkungan sandbox memungkinkan uji coba proof-of-concept tanpa risiko paparan sistem terhadap risiko sistemik. Model-model sukses nantinya berpotensi menyebar ke seluruh sistem perbankan Arab Saudi.
Sementara itu, infrastruktur blockchain Ripple menyediakan keandalan tingkat perusahaan dan interoperabilitas global. Fitur-fitur ini selaras dengan ambisi Arab Saudi menjadi pemimpin regional dalam fintech dan pembayaran digital.
Selain itu, para pengamat industri berpendapat bahwa kemitraan ini merupakan tanda adopsi blockchain institusional yang lebih luas di Timur Tengah. Sektor perbankan Arab Saudi juga terus menarik penyedia teknologi global.
Pada saat yang sama, inisiatif Visi 2030 berfokus pada inklusi keuangan, inovasi, dan peningkatan efisiensi. Teknologi blockchain tetap menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan ekonomi jangka panjang ini.
Namun, jadwal implementasi masih bergantung pada persetujuan regulasi dan evaluasi sandbox. Sepanjang tahapan penerapan, pihak berwenang berfokus pada stabilitas sekaligus inovasi.
Pada akhirnya, kolaborasi ini menunjukkan pendekatan proaktif Arab Saudi terhadap modernisasi keuangan. Oleh karena itu, kemitraan strategis sangat penting untuk mentransfer keahlian global ke dalam kerangka domestik.
Postingan Ripple Bermitra dengan Jeel Movement Riyad Bank untuk Mendorong Inovasi Blockchain Arab Saudi pertama kali muncul di Live Bitcoin News./


