KBank, sebuah bank terkemuka di Korea Selatan, kini sedang mempercepat strategi aset digitalnya melalui peluncuran merek dagang dompet stablecoin yang baru, kerjasama strategis dengan pelaku industri, serta rencana penawaran awal saham perdana (IPO) yang akan datang. Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:KBank, sebuah bank terkemuka di Korea Selatan, kini sedang mempercepat strategi aset digitalnya melalui peluncuran merek dagang dompet stablecoin yang baru, kerjasama strategis dengan pelaku industri, serta rencana penawaran awal saham perdana (IPO) yang akan datang. Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

KBank Sediakan Dompet Stablecoin Menjelang IPO pada Mac 2026

2026/02/03 22:24
5 min baca

Korea Bank (KBank) sedang mempercepat strategi aset digitalnya melalui pendaftaran merek dagang dompet stablecoin yang baru, kemitraan strategis, serta rencana IPO yang akan datang.

Ringkasan Utama

  • KBank telah mengajukan 13 permohonan merek dagang untuk dompet stablecoin yang mencakup mata uang digital, kripto, NFT, dan layanan keuangan.
  • Neobank ini menargetkan pencatatan di KOSPI pada 5 Mac 2026, dengan dana hasil IPO digunakan untuk memperluas ekspansi aset digital.
  • Kerjasama eksklusif KBank dengan Upbit membantu meningkatkan jumlah pengguna lebih dari 500% sejak tahun 2020.
  • KBank bekerjasama dengan Kasikornbank, BPMG, dan Orbix Technology untuk menyediakan sistem stablecoin lintas batas bagi para pelancong dan pekerja migran.

Apa yang Berlaku?

KBank, salah satu neobank terbesar di Korea Selatan dan mitra perbankan tunggal Upbit, telah mengajukan 13 permohonan merek dagang baru untuk dompet stablecoin. Pengajuan ini muncul ketika bank tersebut bersiap untuk upaya IPO ketiga, yang kini dijadwalkan pada bulan Mac 2026. Langkah ini menandakan komitmen KBank yang semakin mendalam dalam bidang aset digital, seiring dengan dukungan regulasi yang semakin kuat bagi inovasi kripto di negara tersebut.

Pendaftaran Merek Dagang Dompet KBank: Langkah Berani dalam Ekspansi Kripto

Pendaftaran merek dagang yang terdaftar di Korea Intellectual Property Rights Information Service (KIPRIS) mencakup nama-nama seperti KSC Wallet, KSTA Wallet, Kstable Wallet, dan Kbank SC Wallet. Pendaftaran ini bukan sekadar strategi branding; namun juga mencakup berbagai layanan dan perangkat lunak yang berkaitan dengan:

  • Transaksi cryptocurrency dan stablecoin
  • Pertambangan kripto
  • Platform NFT
  • Layanan keuangan aset digital

Media lokal melaporkan bahwa platform dompet ini akan menjadi multifungsi, menawarkan alat pengiriman uang, pembayaran, dan penyelesaian transaksi baik untuk konsumen maupun institusi.

Fokus pada aset digital ini merupakan pilar utama dalam dokumen IPO KBank yang baru saja diajukan. Bank tersebut mengonfirmasi bahwa dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk memperluas kehadiran KBank dalam ekosistem kripto dan stablecoin.

IPO KBank Setelah Dua Kali Penundaan

Upaya IPO KBank pada bulan Mac 2026 akan menjadi percobaan ketiga, setelah gagal pada tahun 2023 dan 2024. Kali ini, strategi aset digital dapat menjadi narasi yang menarik bagi para investor. Menurut laporan News1, bank tersebut berkomitmen untuk membangun infrastruktur keuangan yang sepenuhnya berbasis kripto sebagai bagian dari roadmap pasca-IPO.

Strategi Lintas Batas yang Mengincar Asia Tenggara

Ambisi KBank tidak hanya terbatas pada Korea Selatan. Baru-baru ini, KBank menandatangani kesepakatan dengan Kasikornbank dari Thailand, BPMG, dan Orbix Technology untuk bersama-sama mengembangkan sistem keuangan berbasis stablecoin bagi para pelancong dan pekerja migran antara kedua negara. Inisiatif ini akan memungkinkan transaksi lintas batas dengan biaya rendah, dengan fokus pada segmen yang selama ini kurang terlayani secara optimal.

Langkah ini juga menyusul akuisisi Satang Pro (kini Orbix) oleh Kasikornbank serta pengajuan merek dagang KBank sendiri untuk ekosistem dompet. Pergerakan ini mencerminkan tren yang semakin berkembang dalam sektor TradFi di Asia Tenggara, yakni semakin banyak lembaga keuangan yang berupaya mengendalikan lebih banyak elemen dalam rantai infrastruktur blockchain.

Kemitraan dengan Upbit Mendorong Pertumbuhan KBank

Semenjak bermitra secara eksklusif dengan Upbit pada tahun 2020, jumlah pengguna KBank melonjak dari kurang dari 3 juta menjadi hampir 15 juta. Bank ini menyediakan rekening terverifikasi dengan identitas asli bagi para pengguna Upbit, sehingga memperkuat peran sentral KBank dalam ekonomi kripto Korea Selatan.

Keterikatan tersebut tetap menjadi faktor penting, karena hubungan Upbit–KBank memberikan akses langsung kepada jutaan pengguna kripto aktif. Dengan stablecoin yang kian menjadi andalan dalam penyelesaian transaksi kripto dan keuangan lintas batas, KBank memiliki posisi unik untuk terus berkembang dan berskala besar.

Perang Infrastruktur dan Kebangkitan LiquidChain

Saat semakin banyak bank tradisional mulai menerbitkan stablecoin dan membuat dompet digital yang sesuai regulasi, fragmentasi likuiditas mulai muncul sebagai masalah utama. Institusi-institusi membangun sistem privat yang sulit berinteraksi dengan ekosistem DeFi publik.

Masuklah LiquidChain ($LIQUID), sebuah protokol Layer 3 yang dirancang untuk menyatukan likuiditas yang terfragmentasi di antara Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Meski tidak secara langsung berhubungan dengan KBank, protokol ini mewakili jenis infrastruktur lintas rantai yang dapat mengatasi tantangan interoperabilitas yang dihadapi bank-bank seperti KBank.

LiquidChain menawarkan:

  • Transaksi lintas rantai dengan satu klik tanpa perlu repot mengelola gas.
  • Mesin Virtual Lintas Rantai untuk transfer aset asli.
  • Alat bagi para pengembang untuk melakukan penyebaran aplikasi lintas rantai hanya dengan satu kontrak pintar.

Saat KBank dan bank-bank lain mulai menghadirkan stablecoin dunia nyata ke dalam blockchain, platform seperti LiquidChain dapat menjadi solusi penting untuk memastikan pengalaman pengguna yang lancar dan efisiensi modal yang optimal.

Poin Penting dari CoinLaw

Saya mengamati strategi KBank dengan saksama karena bank ini adalah contoh nyata seberapa cepat sektor TradFi bergerak menuju infrastruktur yang sepenuhnya berbasis kripto. Mengajukan 13 merek dagang bukan sekadar urusan administrasi; ini adalah isyarat bahwa bank tersebut melihat stablecoin dan layanan dompet sebagai mesin pertumbuhan berikutnya. Dari pengalaman saya, pemain yang paling sukses adalah mereka yang mampu menggabungkan kepatuhan regulasi dengan inovasi teknologi, dan KBank tampaknya berhasil memenuhi kedua kriteria tersebut.

Tambahkan pula kerja sama dengan Upbit dan inisiatif lintas batas bersama Kasikornbank, dan Anda akan melihat sebuah blueprint nyata untuk generasi perbankan berikutnya di Asia. Apakah KBank dapat meraih sukses dalam upaya IPO kali ini bergantung pada sentimen pasar, namun roadmap teknologinya jelas dirancang untuk relevansi jangka panjang.

Artikel “KBank Siapkan Dompet Stablecoin Jelang IPO pada Bulan Mac 2026” pertama kali muncul di CoinLaw.

Penafian: Artikel yang disiarkan semula di laman web ini diperoleh daripada platform awam dan disediakan untuk tujuan maklumat sahaja. Mereka tidak semestinya mencerminkan pandangan MEXC. Semua hak kekal dengan pengarang asal. Jika anda percaya ada kandungan yang melanggar hak pihak ketiga, sila hubungi [email protected] untuk dialih keluar. MEXC tidak memberi jaminan mengenai ketepatan, kesempurnaan atau ketepatan masa kandungan dan tidak bertanggungjawab terhadap sebarang tindakan yang diambil berdasarkan maklumat yang diberikan. Kandungan itu tidak membentuk nasihat kewangan, undang-undang atau profesional lain, dan ia juga tidak boleh dianggap sebagai cadangan atau pengesahan oleh MEXC.

Anda Mungkin Juga Suka

KAI Exchanges melancarkan Karnival Tahun Baru 2026 untuk menghargai pengguna global dengan pelbagai insentif berterusan dan hadiah yang dijamin.

KAI Exchanges melancarkan Karnival Tahun Baru 2026 untuk menghargai pengguna global dengan pelbagai insentif berterusan dan hadiah yang dijamin.

Untuk menyambut permulaan tahun baharu, platform dagangan aset digital KAI telah secara rasmi melancarkan kempen promosi utamanya, “KAI New Year Carnival: Baru”
Kongsi
Techbullion2026/02/04 02:24
**MOMEN PANAS: Bitcoin Jatuh Di Bawah $74,000 – Apa yang Sedang Berlaku? Saylor dan Tom Lee Menderita Kerugian Besar – Inilah Data Terkini dan Apa yang Perlu Anda Tahu**  

Bitcoin kembali mencatatkan penurunan mendadak, meluncur di bawah paras $74,000 untuk pertama kalinya sejak awal tahun ini. Kekacauan pasaran ini menimbulkan tanda tanya besar bagi para pelabur, terutama selepas pengasas MicroStrategy, Michael Saylor, serta pakar analisis pasaran, Tom Lee, turut mengalami kerugian yang signifikan.  

### **Apa yang Menyebabkan Penurunan Ini?**  
Penurunan harga Bitcoin bukanlah sesuatu yang mengejutkan sepenuhnya, namun kejatuhan mendadak kali ini memperlihatkan ketidakstabilan pasaran yang semakin ketara. Faktor-faktor utama yang mungkin menyumbang kepada kejatuhan ini termasuk:  
- **Ketegangan geopolitik**: Ketegangan antara negara-negara besar seperti AS dan China telah meningkatkan ketidakpastian dalam pasaran global.  
- **Pengumuman dasar monetari**: Bank Pusat AS (Fed) dilihat sedang berusaha untuk mengekang inflasi dengan menaikkan kadar faedah, yang secara langsung memberi tekanan kepada aset berisiko seperti Bitcoin.  
- **Tindakan jual beli oleh institusi**: Beberapa institusi pelaburan yang dahulunya menjadi penyokong utama Bitcoin kini mula menjual pegangan mereka, menambah lagi tekanan pada harga aset tersebut.  

### **Saylor dan Tom Lee: Dua Tokoh yang Terjejas**  
Michael Saylor, yang terkenal sebagai peneraju MicroStrategy dalam dunia Bitcoin, telah mengalami kerugian besar akibat penurunan harga aset tersebut. Sebelum ini, MicroStrategy telah melaburkan berbilion dolar dalam Bitcoin, tetapi nilai portfolio mereka kini merosot secara mendadak.  

Tom Lee, seorang pakar analisis pasaran yang terkenal dengan ramalan bullishnya terhadap Bitcoin, juga tidak terlepas daripada kesan penurunan ini. Ramalan beliau bahawa Bitcoin akan mencapai paras $100,000 pada tahun 2021 kini tampaknya semakin sukar direalisasikan.  

### **Apa yang Perlu Anda Tahu?**  
1. **Jangan panik**: Walaupun harga Bitcoin turun, ia masih merupakan aset yang stabil dalam jangka masa panjang. Pasaran crypto sering mengalami volatiliti tinggi, dan penurunan ini hanyalah satu fasa sementara.  
2. **Pantau sentimen pasaran**: Sentimen pelabur terhadap Bitcoin sangat penting. Jika sentimen positif kembali, harga aset ini boleh pulih dengan pantas.  
3. **Pelaburan berdasarkan strategi**: Jika anda baru sahaja memulakan pelaburan dalam Bitcoin, pastikan anda mempunyai strategi pengurusan risiko yang jelas.  

### **Kesimpulan**  
Penurunan harga Bitcoin di bawah paras $74,000 adalah satu peringatan bahawa pasaran crypto masih bergelora dan penuh dengan cabaran. Namun, bagi mereka yang memahami dinamik pasaran dan bersedia untuk mengambil langkah bijak, peluang masih terbuka luas.  

**Disclaimer:** Maklumat dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai panduan umum dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat pelaburan profesional. Pelabur disarankan untuk melakukan penyelidikan sendiri dan membuat keputusan berdasarkan risiko masing-masing.  

---  
*Data terkini dan maklumat lanjut boleh didapati di laman web rasmi MicroStrategy dan CoinDesk.*

MOMEN PANAS: Bitcoin Jatuh Di Bawah $74,000 – Apa yang Sedang Berlaku? Saylor dan Tom Lee Menderita Kerugian Besar – Inilah Data Terkini dan Apa yang Perlu Anda Tahu Bitcoin kembali mencatatkan penurunan mendadak, meluncur di bawah paras $74,000 untuk pertama kalinya sejak awal tahun ini. Kekacauan pasaran ini menimbulkan tanda tanya besar bagi para pelabur, terutama selepas pengasas MicroStrategy, Michael Saylor, serta pakar analisis pasaran, Tom Lee, turut mengalami kerugian yang signifikan.

Apa yang Menyebabkan Penurunan Ini?

Penurunan harga Bitcoin bukanlah sesuatu yang mengejutkan sepenuhnya, namun kejatuhan mendadak kali ini memperlihatkan ketidakstabilan pasaran yang semakin ketara. Faktor-faktor utama yang mungkin menyumbang kepada kejatuhan ini termasuk:
  • Ketegangan geopolitik: Ketegangan antara negara-negara besar seperti AS dan China telah meningkatkan ketidakpastian dalam pasaran global.
  • Pengumuman dasar monetari: Bank Pusat AS (Fed) dilihat sedang berusaha untuk mengekang inflasi dengan menaikkan kadar faedah, yang secara langsung memberi tekanan kepada aset berisiko seperti Bitcoin.
  • Tindakan jual beli oleh institusi: Beberapa institusi pelaburan yang dahulunya menjadi penyokong utama Bitcoin kini mula menjual pegangan mereka, menambah lagi tekanan pada harga aset tersebut.

Saylor dan Tom Lee: Dua Tokoh yang Terjejas

Michael Saylor, yang terkenal sebagai peneraju MicroStrategy dalam dunia Bitcoin, telah mengalami kerugian besar akibat penurunan harga aset tersebut. Sebelum ini, MicroStrategy telah melaburkan berbilion dolar dalam Bitcoin, tetapi nilai portfolio mereka kini merosot secara mendadak. Tom Lee, seorang pakar analisis pasaran yang terkenal dengan ramalan bullishnya terhadap Bitcoin, juga tidak terlepas daripada kesan penurunan ini. Ramalan beliau bahawa Bitcoin akan mencapai paras $100,000 pada tahun 2021 kini tampaknya semakin sukar direalisasikan.

Apa yang Perlu Anda Tahu?

  1. Jangan panik: Walaupun harga Bitcoin turun, ia masih merupakan aset yang stabil dalam jangka masa panjang. Pasaran crypto sering mengalami volatiliti tinggi, dan penurunan ini hanyalah satu fasa sementara.
  2. Pantau sentimen pasaran: Sentimen pelabur terhadap Bitcoin sangat penting. Jika sentimen positif kembali, harga aset ini boleh pulih dengan pantas.
  3. Pelaburan berdasarkan strategi: Jika anda baru sahaja memulakan pelaburan dalam Bitcoin, pastikan anda mempunyai strategi pengurusan risiko yang jelas.

Kesimpulan

Penurunan harga Bitcoin di bawah paras $74,000 adalah satu peringatan bahawa pasaran crypto masih bergelora dan penuh dengan cabaran. Namun, bagi mereka yang memahami dinamik pasaran dan bersedia untuk mengambil langkah bijak, peluang masih terbuka luas. Disclaimer: Maklumat dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai panduan umum dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat pelaburan profesional. Pelabur disarankan untuk melakukan penyelidikan sendiri dan membuat keputusan berdasarkan risiko masing-masing.
Data terkini dan maklumat lanjut boleh didapati di laman web rasmi MicroStrategy dan CoinDesk.
Bitcoin terus mengalami penurunan yang semakin mendalam. Berikut ialah punca-punca penurunan tersebut serta segala maklumat yang diketahui setakat ini. Baca Lagi: Momen Hangat: Bitcoin Merosot
Kongsi
Bitcoinsistemi2026/02/04 02:48
Kraken, syarikat induk Payward, mencatatkan peningkatan pendapatan sebanyak 33% pada tahun 2025.

Kraken, syarikat induk Payward, mencatatkan peningkatan pendapatan sebanyak 33% pada tahun 2025.

Payward, syarikat induk Kraken, melaporkan peningkatan sebanyak 33% dalam pendapatan yang disesuaikan bagi tahun 2025. Volume transaksi meningkat sebanyak 34%, mencapai $2 trilion sepanjang tahun tersebut.
Kongsi
Coincentral2026/02/04 01:50

Berita Sohor Kini

Lagi

MOMEN PANAS: Bitcoin Jatuh Di Bawah $74,000 – Apa yang Sedang Berlaku? Saylor dan Tom Lee Menderita Kerugian Besar – Inilah Data Terkini dan Apa yang Perlu Anda Tahu Bitcoin kembali mencatatkan penurunan mendadak, meluncur di bawah paras $74,000 untuk pertama kalinya sejak awal tahun ini. Kekacauan pasaran ini menimbulkan tanda tanya besar bagi para pelabur, terutama selepas pengasas MicroStrategy, Michael Saylor, serta pakar analisis pasaran, Tom Lee, turut mengalami kerugian yang signifikan.

Apa yang Menyebabkan Penurunan Ini?

Penurunan harga Bitcoin bukanlah sesuatu yang mengejutkan sepenuhnya, namun kejatuhan mendadak kali ini memperlihatkan ketidakstabilan pasaran yang semakin ketara. Faktor-faktor utama yang mungkin menyumbang kepada kejatuhan ini termasuk:
  • Ketegangan geopolitik: Ketegangan antara negara-negara besar seperti AS dan China telah meningkatkan ketidakpastian dalam pasaran global.
  • Pengumuman dasar monetari: Bank Pusat AS (Fed) dilihat sedang berusaha untuk mengekang inflasi dengan menaikkan kadar faedah, yang secara langsung memberi tekanan kepada aset berisiko seperti Bitcoin.
  • Tindakan jual beli oleh institusi: Beberapa institusi pelaburan yang dahulunya menjadi penyokong utama Bitcoin kini mula menjual pegangan mereka, menambah lagi tekanan pada harga aset tersebut.

Saylor dan Tom Lee: Dua Tokoh yang Terjejas

Michael Saylor, yang terkenal sebagai peneraju MicroStrategy dalam dunia Bitcoin, telah mengalami kerugian besar akibat penurunan harga aset tersebut. Sebelum ini, MicroStrategy telah melaburkan berbilion dolar dalam Bitcoin, tetapi nilai portfolio mereka kini merosot secara mendadak. Tom Lee, seorang pakar analisis pasaran yang terkenal dengan ramalan bullishnya terhadap Bitcoin, juga tidak terlepas daripada kesan penurunan ini. Ramalan beliau bahawa Bitcoin akan mencapai paras $100,000 pada tahun 2021 kini tampaknya semakin sukar direalisasikan.

Apa yang Perlu Anda Tahu?

  1. Jangan panik: Walaupun harga Bitcoin turun, ia masih merupakan aset yang stabil dalam jangka masa panjang. Pasaran crypto sering mengalami volatiliti tinggi, dan penurunan ini hanyalah satu fasa sementara.
  2. Pantau sentimen pasaran: Sentimen pelabur terhadap Bitcoin sangat penting. Jika sentimen positif kembali, harga aset ini boleh pulih dengan pantas.
  3. Pelaburan berdasarkan strategi: Jika anda baru sahaja memulakan pelaburan dalam Bitcoin, pastikan anda mempunyai strategi pengurusan risiko yang jelas.

Kesimpulan

Penurunan harga Bitcoin di bawah paras $74,000 adalah satu peringatan bahawa pasaran crypto masih bergelora dan penuh dengan cabaran. Namun, bagi mereka yang memahami dinamik pasaran dan bersedia untuk mengambil langkah bijak, peluang masih terbuka luas. Disclaimer: Maklumat dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai panduan umum dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat pelaburan profesional. Pelabur disarankan untuk melakukan penyelidikan sendiri dan membuat keputusan berdasarkan risiko masing-masing.
Data terkini dan maklumat lanjut boleh didapati di laman web rasmi MicroStrategy dan CoinDesk.