Keluarga Trump belum selesai dengan meme. Kumpulan media milik Presiden AS, Trump Media & Technology Group (TMTG), mengumumkan “Inisiatif Token Digital” mereka minggu ini.
Menurut kenyataan yang dikeluarkan, pemegang saham TMTG akan segera layak menerima token digital yang terhubung dengan platform Truth Social yang berfokus pada gerakan MAGA. Namun, token-token ini tidak boleh dipindahkan, ditukar menjadi tunai, atau diperdagangkan di Polymarket—setidaknya untuk saat ini.
Tetapi, para pedagang di Polymarket masih memasang taruhan bahwa ada peluang 27% Trump akan meluncurkan sebuah cryptocurrency yang sepenuhnya matang sebelum tahun berakhir.
Ringkasan
- Pemegang saham TMTG akan segera layak menerima token digital yang terhubung dengan platform Truth Social yang berfokus pada gerakan MAGA.
- Token-token ini tidak boleh dipindahkan, ditukar menjadi tunai, atau diperdagangkan di Polymarket.
- Sepanjang paruh pertama tahun 2025, keluarga Trump dilaporkan meraih pendapatan sebesar $802 juta dari operasi kripto, dengan lebih dari 90% pendapatan yang mereka laporkan berasal dari aset digital.
Pemegang saham yang memiliki setidaknya satu lot saham DJT akan layak menerima token dan imbalan terkait, termasuk manfaat untuk produk-produk Trump (seperti Truth Social dan Truth+).
Rincian lebih lanjut mengenai proses pencetakan, alokasi, dan distribusi token masih belum jelas.
TMTG, yang dahulu fokus penuh menantang X milik Elon Musk, kini melompat ke dalam teknologi blockchain dengan penuh semangat.
Dan tentu saja, keluarga Trump sudah mulai menghasilkan banyak uang dari sana. Sepanjang paruh pertama tahun 2025, mereka dilaporkan meraih pendapatan sebesar $802 juta dari operasi kripto, dengan lebih dari 90% pendapatan yang mereka laporkan berasal dari aset digital.
Lupakan lapangan golf dan biaya lisensi real estat; NFT dan koin meme kini menjadi sapi perah baru.
Bagi setiap penggemar kripto yang mengirimkan salam virtual kepada Trump karena mendukung teknologi blockchain, ada juga sekelompok besar pengkritik yang menggelengkan kepala. Dan alasan-alasannya… cukup panas.
- Konflik Kepentingan yang Menyajikan “Sajian Panas”
Trump bertanggung jawab mengatur ruang kripto, tetapi ia juga memiliki kepemilikan finansial langsung di dalamnya. Para pengkritik berpendapat, ini ibarat mencoba menikmati kue sekaligus memastikan orang lain tak bisa mencicipinya—dan itu pun belum lagi soal jamuan makan malam eksklusif bersama para pemegang koin $TRUMP. Kabarnya, beberapa pemegang koin teratas bahkan mendapat akses privat ke Trump, yang sangat mirip dengan praktik “bayar untuk masuk.”
- Pump-and-Dump atau Perjudian Kripto? Di sinilah situasinya mulai rumit: laporan menyebutkan bahwa keluarga Trump mengendalikan 80% dari koin $TRUMP. Jumlah yang begitu besar untuk dipegang, dan para pengkritik mengatakan hal ini membuka peluang bagi mereka untuk menjual token mereka kapan saja—meninggalkan para investor biasa tanpa apa-apa. Sementara itu, nilai koin $MELANIA anjlok hingga 95%, dan ada yang menduga semua ini adalah bagian dari skema penipuan “cepat kaya”.
- Apakah Ini Legal? Mari Tanyakan pada Pengacara
Menurut Clause Emoluments dalam Konstitusi AS, pejabat publik tidak boleh menerima hadiah atau uang dari entitas asing selama menjabat. Namun kini, dengan adanya kemungkinan agen asing membeli Trump Tokens, muncul pertanyaan kecil apakah tindakan ini melanggar aturan tersebut. Para ahli mengatakan, secara etika, tindakan ini patut dipertanyakan, terutama karena koin-koin tersebut dipasarkan sebagai “bentuk dukungan” dan bukan sebagai investasi.
Jadi, apakah langkah blockchain Trump merupakan revolusi kripto yang brilian atau sekadar kesempatan lain untuk menghasilkan beberapa juta dari The People? Hanya waktu—dan peluang di Polymarket—yang akan menjawabnya. Tetaplah pantau perkembangannya.