Harga Solana terus merosot ke wilayah merah pada 4 Feb., memperpanjang tren penurunan yang baru-baru ini berlangsung ketika para penjual terus menekan pasar.
Pada waktu penulisan, SOL diperdagangkan di sekitar $97, turun 6,1% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini membuat harga Solana berada di dekat batas bawah rentang tujuh hari antara $96 dan $127.
Solana (SOL) telah turun 23% dalam seminggu terakhir dan 31% dalam sebulan terakhir. Kini token tersebut kembali berada di kisaran yang dianggap kritis oleh banyak trader, setelah mundur sekitar 66% dari puncaknya di $293 pada Januari 2025.
Meski harga turun, aktivitas di jaringan justru meningkat. Ketika harga menguji level dukungan, volume perdagangan spot Solana dalam 24 jam naik 32% menjadi $6,55 miliar, menandakan adanya peningkatan partisipasi di pasar.
Data derivatif menunjukkan tren serupa. Menurut CoinGlass, volume kontrak berjangka melonjak 40% menjadi $17,17 miliar, sementara posisi terbuka naik tipis 0,65% menjadi $6,48 miliar, menunjukkan para trader tidak sepenuhnya keluar dari pasar, melainkan justru menambah eksposur mereka.
Kelemahan ini terjadi meski fundamental Solana terus membaik. Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh crypto.news, jaringan Solana telah memproses lebih dari 2,34 miliar transaksi pada Januari, meningkat 33% dibandingkan bulan sebelumnya dan melebihi total transaksi Ethereum, Base, serta BNB Chain secara bersama-sama.
Minat institusi juga menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan. Sementara produk diperdagangkan berjangka Bitcoin dan Ethereum mencatat aliran keluar bersih pada Januari, ETF Solana spot AS justru menarik aliran masuk sebesar $104 juta, menandakan minat yang meningkat dari investor tradisional selama fase koreksi ini.
Namun demikian, beberapa analis telah menyesuaikan ekspektasi harga. Standard Chartered baru-baru ini menurunkan target harga Solana untuk tahun 2026 menjadi $250 dari $310, dengan alasan tekanan pasar jangka pendek.
Seraya itu, bank tersebut juga meningkatkan pandangan jangka panjangnya, memproyeksikan harga SOL mencapai $400 pada akhir 2027, $700 pada akhir 2028, $1.200 pada akhir 2029, dan $2.000 pada tahun 2030. Para analis bank berpendapat bahwa Solana berpotensi mendapatkan manfaat dari pertumbuhan penggunaan stablecoin dan layanan pembayaran mikro saat jaringan ini mulai melampaui fase yang didorong oleh meme.
Dari perspektif grafik, Solana terus diperdagangkan dalam struktur bearish yang jelas. Pada timeframe harian, pola lower highs dan lower lows terus terlihat, menegaskan bahwa para penjual masih mengendalikan momentum. Penembusan awal di bawah zona konsolidasi $115–$120 telah mengubah area tersebut menjadi level resistensi.
Harga masih berada jauh di bawah moving average harian yang menurun, kini berada di sekitar $121, dan upaya berulang untuk merebut kembali level tersebut gagal. Hal ini menguatkan pandangan bahwa rebound-rebound terbaru hanya bersifat korektif, bukan perubahan tren.
Volatilitas telah berkembang ke arah downside. Tekanan jual yang kuat terlihat ketika SOL diperdagangkan di bawah Bollinger Band bagian bawah. Meski kondisi ini sering kali menempatkan pasar dalam wilayah oversold jangka pendek, namun tidak adanya pembalikan signifikan menunjukkan bahwa momentum penurunan belum sepenuhnya terkuras.
Pandangan tersebut juga ditegaskan oleh indikator momentum. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) berada jauh di wilayah oversold, di kisaran 26–28. Kemungkinan terjadinya pembalikan instan rendah karena pada titik ini belum terlihat divergensi bullish yang jelas. Dalam tren penurunan yang kuat, RSI dapat tetap berada di wilayah oversold untuk jangka waktu yang lama.
Level $100 menonjol sebagai garis penting dalam jangka pendek. Penutupan harga yang berkelanjutan di bawah level tersebut kemungkinan akan membuka zona $95–$93, dan jika tekanan jual semakin intens, dukungan yang lebih luas akan terbentuk di sekitar $85–$90.
Pada sisi atas, setiap rebound kemungkinan akan menemui resistensi di sekitar $120–$122, di mana moving average yang menurun dan level dukungan sebelumnya bertemu.


