Ransomware Kripto: Kripto ransomware mengacu pada perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses ke sistem komputer atau data terenkripsi, lalu meminta tebusan dari korban untuk memulihkan akses. Pada daRansomware Kripto: Kripto ransomware mengacu pada perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses ke sistem komputer atau data terenkripsi, lalu meminta tebusan dari korban untuk memulihkan akses. Pada da

Ransomware Kripto

2025/12/23 18:42
#Intermediate

Kripto ransomware mengacu pada perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses ke sistem komputer atau data terenkripsi, lalu meminta tebusan dari korban untuk memulihkan akses. Pada dasarnya, ini adalah penculikan data digital.Menurut laporan terbaru Check Point, terdapat peningkatan substansial sebesar 93% dalam serangan kripto ransomware di seluruh industri pada paruh pertama tahun 2021. Hal ini menunjukkan betapa pesatnya ancaman yang ditimbulkan oleh kripto ransomware.

Latar Belakang atau Sejarah Kripto Ransomware

Awalnya, ransomware muncul pada awal tahun 2000-an, dengan contoh-contoh terkenal seperti GpCode, TROJ.RANSOM.A, Archievus, Krotten, Cryzip, dan MayArchive. Namun, kripto ransomware menjadi pusat perhatian pada tahun 2013 dengan munculnya Cryptolocker. Ransomware ini menggunakan Bitcoin untuk pembayaran, memperkuat anonimitas ransomware dan membuat transaksi lebih sulit dilacak.

Kasus Penggunaan atau Fungsi Ransomware Kripto

Ransomware kripto terutama memengaruhi individu, perusahaan, dan lembaga pemerintah dengan mendapatkan akses tidak sah ke sistem mereka dan mengenkripsi data. Perangkat lunak berbahaya ini kemudian meminta tebusan (biasanya dalam bentuk mata uang kripto seperti Bitcoin) untuk membuka dan mengambil data. Fungsi utamanya adalah:
  • Infiltrasi/Evasi: Menembus sistem, sering kali melalui email phishing atau kerentanan perangkat keras
  • Enkripsi: Mengenkripsi data sehingga tidak dapat diakses oleh pengguna
  • Permintaan Tebusan: Menuntut tebusan untuk mendekripsi data yang diblokir

Dampak pada Lanskap Pasar, Teknologi, dan Investasi

Meningkatnya ancaman ransomware kripto memiliki implikasi yang mendalam bagi lanskap bisnis dan pasar asuransi siber. Perusahaan terpaksa berinvestasi lebih banyak dalam perlindungan keamanan siber dan pencadangan data. Lembaga penegak hukum dan pemerintah di seluruh dunia semakin berfokus pada penerapan kerangka hukum untuk memberantas kejahatan siber semacam itu. Pasar asuransi siber, yang bernilai $7,8 miliar pada tahun 2020, diperkirakan akan mencapai $20,4 miliar pada tahun 2025, sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya ancaman serangan semacam itu.
TahunNilai Pasar Asuransi Siber ($Miliar)
20207,8
2025 (Diperkirakan)20,4

Tren atau Inovasi Terbaru dalam Ransomware Kripto

Strain ransomware kripto yang lebih baru dan lebih berbahaya sedang bermunculan, seperti Sodinokibi, Ryuk, dan Maze. Ransomware ini dirancang untuk melewati deteksi dan seringkali dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan penyebarannya dalam jaringan. Terjadi pula peningkatan Ransomware-as-a-Service (RaaS), di mana pembuat ransomware menjual ransomware mereka kepada penjahat yang kurang paham teknologi dengan imbalan biaya atau persentase keuntungan.Di platform MEXC, langkah-langkah keamanan yang ketat diterapkan untuk melindungi pengguna agar tidak menjadi korban serangan ransomware. Platform ini menggunakan teknologi multi-tanda tangan dan dompet dingin untuk memastikan aset pengguna aman.

Kesimpulan

Ramson kripto menimbulkan ancaman signifikan terhadap keamanan data digital. Hal ini tidak hanya menjadi perhatian bagi pengguna individu, tetapi juga risiko signifikan bagi bisnis dan pemerintah. Seiring ransomware kripto terus berkembang dan menjadi lebih canggih, penting untuk mewaspadai ancaman ini, dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan seperti mencadangkan data secara teratur, memastikan perangkat lunak selalu diperbarui, dan waspada terhadap email atau pesan yang tidak diinginkan.