Siklus Hype: "Siklus Hype" adalah representasi grafis yang dikembangkan oleh Gartner, Inc. untuk menggambarkan kematangan, adopsi, dan penerapan sosial dari berbagai teknologi tertentu. Model ini membantu para pemSiklus Hype: "Siklus Hype" adalah representasi grafis yang dikembangkan oleh Gartner, Inc. untuk menggambarkan kematangan, adopsi, dan penerapan sosial dari berbagai teknologi tertentu. Model ini membantu para pem

Siklus Hype

2025/12/23 18:42
#Intermediate

"Siklus Hype" adalah representasi grafis yang dikembangkan oleh Gartner, Inc. untuk menggambarkan kematangan, adopsi, dan penerapan sosial dari berbagai teknologi tertentu. Model ini membantu para pemangku kepentingan memahami bagaimana suatu teknologi atau inovasi kemungkinan akan berkembang seiring waktu, memberikan wawasan dalam mengelola penerapannya dalam konteks tujuan bisnis spesifik mereka.Data terbaru dari Siklus Hype Gartner 2022 mengungkapkan wawasan penting tentang teknologi-teknologi yang sedang berkembang seperti AI generatif, yang saat ini berada di puncak ekspektasi yang tinggi, dan blockchain, yang kini sedang memasuki jurang kekecewaan. Misalnya, peningkatan pesat popularitas perangkat berbasis AI seperti ChatGPT menyoroti fase puncak, sementara teknologi blockchain, meskipun awalnya melonjak popularitasnya, telah mengalami penurunan ekspektasi karena aplikasi praktis dan skalabelnya masih kompleks dan sulit dipahami.Siklus Hype sangat penting dalam sektor teknologi dan investasi, di mana pemahaman tentang fase-fase antusiasme yang berlebihan dan kekecewaan selanjutnya dapat sangat memengaruhi waktu dan sifat investasi. Pada awal tahun 2000-an, gelembung dot-com memberikan preseden historis yang jelas tentang bagaimana hype dapat secara dramatis meningkatkan nilai saham teknologi yang dipersepsikan, yang menyebabkan koreksi pasar ketika kemampuan teknologi yang sebenarnya gagal memenuhi ekspektasi. Demikian pula, pasar mata uang kripto telah mengalami beberapa siklus hype, terutama pada tahun 2017 dan 2021, yang masing-masing diikuti oleh koreksi yang signifikan.

  1. Pemicu Teknologi: Terobosan teknologi potensial memulai segalanya. Kisah-kisah awal tentang bukti konsep dan minat media memicu publisitas yang signifikan. Seringkali tidak ada produk yang dapat digunakan dan kelayakan komersialnya belum terbukti.
  2. Puncak Ekspektasi yang Melebihi Batas: Publisitas awal menghasilkan sejumlah kisah sukses, seringkali disertai dengan banyak kegagalan. Beberapa perusahaan mengambil tindakan; banyak yang tidak.
  3. Palung Kekecewaan: Minat menurun karena eksperimen dan implementasi gagal. Produsen teknologi terguncang atau gagal. Investasi hanya berlanjut jika penyedia yang bertahan meningkatkan produk mereka hingga memuaskan para pengadopsi awal.
  4. Lereng Pencerahan: Lebih banyak contoh tentang bagaimana teknologi dapat bermanfaat bagi perusahaan mulai terbentuk dan dipahami secara lebih luas. Produk generasi kedua dan ketiga muncul dari penyedia teknologi.
  5. Dataran Produktivitas: Adopsi arus utama mulai meningkat. Kriteria untuk menilai kelayakan penyedia didefinisikan dengan lebih jelas. Penerapan dan relevansi teknologi ini di pasar secara luas jelas membuahkan hasil.
Model Hype Cycle digunakan secara luas oleh pemodal ventura dan ahli strategi perusahaan untuk menilai teknologi baru, mengukur potensi pasarnya, dan membuat keputusan yang tepat tentang alokasi sumber daya. Dalam konteks MEXC, sebuah platform yang dikenal dengan layanan pertukaran mata uang kriptonya, memahami Hype Cycle dapat membantu memprediksi aset digital mana yang mungkin naik nilainya berdasarkan kemajuan teknologi atau turun karena menurunnya minat. Misalnya, MEXC dapat menganalisis posisi mata uang kripto tertentu dalam Hype Cycle untuk memutuskan apakah akan mendaftarkan atau menghapus koin dari daftar, atau untuk memberi saran kepada pengguna tentang peluang investasi potensial.Kesimpulannya, Hype Cycle menawarkan kerangka kerja visual terstruktur untuk memahami tahapan penerimaan publik dan kematangan teknologi baru pada akhirnya. Hype Cycle berfungsi sebagai alat penting dalam perencanaan strategis, membantu bisnis dan investor memitigasi risiko yang terkait dengan investasi teknologi baru dengan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang evolusi teknologi. Model ini paling umum diterapkan dalam bidang yang dinamis seperti teknologi dan keuangan, di mana inovasi berlangsung cepat dan respons pasar dapat sangat cepat dan tidak dapat diprediksi.