Solana Foundation resmi meluncurkan toolkit open-source bernama “Agent Skills” yang dirancang untuk menghubungkan teknologi artificial intelligence (AI) dengan jaringan blockchain mereka. Toolkit ini memungkinkan developer membangun AI agent yang dapat menjalankan transaksi on-chain secara otomatis tanpa intervensi manusia.
Melalui pendekatan ini, Solana mencoba mempercepat adopsi konsep “agentic payments”, yaitu sistem pembayaran yang sepenuhnya dijalankan oleh AI, mulai dari eksekusi hingga penyelesaian transaksi.
Dilaporkan BeInCrypto, Toolkit Agent Skills memungkinkan pengembang mengintegrasikan berbagai modul siap pakai hanya dengan satu baris kode. AI agent yang dibangun dapat digunakan untuk menjalankan berbagai fungsi seperti otomatisasi tugas, pemrosesan pembayaran, hingga trading aset di jaringan Solana.
Selain modul resmi dari Solana Foundation yang menjamin kompatibilitas dan keamanan, terdapat lebih dari 60 modul tambahan yang dikembangkan oleh komunitas, termasuk dari platform ekosistem seperti Jupiter Exchange, Raydium, dan Helius.
Meski demikian, Solana menegaskan bahwa modul dari komunitas tidak mendapatkan jaminan resmi. Pengguna diingatkan bahwa penggunaan AI agent pada protokol DeFi yang belum terverifikasi memiliki risiko keamanan yang signifikan.
Baca juga: Solana di Titik Nadir: Sanggupkah Bertahan di Atas $80?
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi industri kripto yang lebih luas untuk menangkap potensi pasar AI yang diproyeksikan mencapai $5 triliun pada 2030. Menurut laporan McKinsey & Co., pertumbuhan ini akan didorong oleh adopsi AI dalam sektor ritel, logistik, hingga platform perdagangan digital.
Solana memposisikan diri sebagai infrastruktur utama untuk mendukung ekonomi berbasis AI tersebut, khususnya dalam hal transaksi otomatis yang terintegrasi dengan blockchain.
Analisa Tim Research Tokocrypto, dari sudut on-chain, ini menunjukkan Solana sedang membangun rel infrastruktur lebih cepat daripada permintaan nyata yang benar-benar datang.
“Narasinya menarik, tapi angka aktivitas yang masih tipis bilang hal yang lebih jujur: AI x crypto masih fase eksperimen, dan belum cukup ramai untuk jadi mesin fee atau demand driver yang matang hari ini,” ujarnya.
Meski pengembangan teknologi berlangsung pesat, data on-chain menunjukkan bahwa adopsi nyata dari agentic payments masih sangat terbatas. Salah satu protokol yang sudah berjalan, x402, hanya mencatat volume transaksi sekitar $24 juta dalam 30 hari terakhir.
Bahkan, aktivitas transaksi AI agent di protokol tersebut mengalami penurunan drastis, dari lebih dari 731.000 transaksi harian pada Desember menjadi sekitar 57.000 transaksi per hari pada Februari.
Temuan ini memperlihatkan adanya kesenjangan besar antara kesiapan teknologi dan tingkat penggunaan di dunia nyata.
Langkah Solana menunjukkan bahwa fondasi untuk ekonomi berbasis AI mulai dibangun. Namun, tantangan utama saat ini adalah menarik pengguna dan pelaku bisnis agar benar-benar memanfaatkan teknologi tersebut.
Selama adopsi masih rendah, perkembangan ini berpotensi lebih mencerminkan fase eksperimental dibandingkan implementasi massal.
Baca Juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Solana Incar Pasar AI $5 Triliun, Tapi Realitanya Sepi Peminat appeared first on Tokocrypto News.


