Topline
Mayoritas warga Amerika percaya Presiden Donald Trump menggunakan penegakan hukum federal untuk menargetkan musuh-musuh politiknya, menurut hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada hari Kamis, saat Departemen Kehakiman bergerak untuk menuntut tiga kritikus dan lawan politik presiden.
Mantan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton meninggalkan pengadilan setelah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan penanganan informasi rahasia yang tidak semestinya.
Getty Images
Fakta Utama
Hasil jajak pendapat Reuters sebagian besar terbagi berdasarkan garis partai—85% Demokrat percaya Trump menargetkan musuh-musuhnya, sementara hanya 29% Republik yang setuju.
Sekitar 55% responden yang mengidentifikasi diri sebagai "lainnya" juga setuju Trump menargetkan musuh-musuhnya, sementara 27% mengatakan mereka tidak yakin dan hanya 18% mengatakan tidak.
Jajak pendapat Quinnipiac yang dirilis pada hari Rabu menemukan hasil serupa—52% responden mengatakan Departemen Kehakiman Trump mengajukan "tuduhan kriminal yang tidak berdasar" terhadap lawan-lawannya, termasuk 92% Demokrat, 58% independen, dan hanya 6% Republik.
Latar Belakang Utama
Jajak pendapat Reuters berakhir pada hari Senin, beberapa hari setelah John Bolton, mantan penasihat keamanan nasional Trump selama masa jabatan pertamanya, didakwa dengan tuduhan kriminal karena penanganan dokumen rahasia yang tidak semestinya. Bolton, seorang veteran kebijakan luar negeri yang pernah menjadi duta besar Presiden George W. Bush untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menjadi kritikus Trump setelah masa jabatan singkatnya di Gedung Putih berakhir pada 2019. Bolton menerbitkan memoir kritis selama kampanye pemilihan kembali Trump 2020, yang menurut administrasi Trump berisi informasi rahasia. Bolton adalah kritikus Trump ketiga yang didakwa dengan tuduhan federal dalam beberapa minggu terakhir. Mantan Direktur FBI James Comey didakwa dengan tuduhan termasuk membuat pernyataan palsu kepada Kongres dan menghalangi keadilan pada September. Jaksa Agung New York Letitia James, yang berhasil menggugat presiden atas penipuan pada 2024, didakwa dengan tuduhan penipuan hipotek.
Tangent
Hasil tersebut juga muncul saat administrasi Trump meningkatkan aktivitas penegakan hukum federal di kota-kota Amerika. Penggerebekan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai telah memicu kontroversi di Chicago dan Los Angeles. Presiden juga telah mencoba mengerahkan pasukan Garda Nasional untuk melindungi properti federal di kota-kota termasuk Los Angeles, Portland, dan Chicago. Pengadilan telah mengizinkan pengerahan administrasi Trump di California dan Oregon, tetapi menghentikan kehadiran mereka di Chicago. Jajak pendapat Quinnipiac menemukan mayoritas warga Amerika—sekitar 56%—tidak setuju dengan pengerahan dan kehadiran agen federal. Hasil ini kembali terbagi berdasarkan garis partai, dengan 92% Republik menyetujui tindakan keras dan 96% Demokrat menentangnya. Tetapi lebih banyak independen yang mempermasalahkan pengerahan tersebut, menurut jajak pendapat. Sekitar 65% tidak menyetujui taktik administrasi Trump, sementara hanya 32% yang menyetujui.
Bacaan Lebih Lanjut
Sumber: https://www.forbes.com/sites/zacharyfolk/2025/10/23/most-americans-think-trump-uses-law-enforcement-to-target-enemies-polls-find/


