Perusahaan fintech Jepang JPYC Inc. hari ini secara resmi memperkenalkan stablecoin pertama yang sepenuhnya didukung oleh yen Jepang. Mata uang digital ini, JPYC, terikat 1:1 dengan yen dan menandai tonggak sejarah bagi Jepang. Dengan ini, negara tersebut membuka pintu untuk stablecoin yang diregulasi dan memperkuat posisinya sebagai pelopor di pasar mata uang digital Asia. Stablecoin sangat populer, setiap wilayah keuangan kini memiliki banyak inisiatif yang ingin menguasai pasar. Apa itu JPYC dan bagaimana cara kerjanya? Stablecoin JPYC baru ini sepenuhnya didukung oleh deposito yen dan obligasi pemerintah Jepang (JGB). JPYC Inc. telah mengkonfirmasi bahwa koin tersebut akan tersedia di beberapa blockchain, termasuk Ethereum (ETH), Avalanche (AVAX), dan Polygon (MATIC). Perusahaan menyatakan bahwa pengguna dapat bertransaksi tanpa biaya selama fase peluncuran awal. Pendapatan dihasilkan melalui bunga dari obligasi pemerintah yang mendasarinya. JPYC menargetkan volume penerbitan sebesar 10 triliun yen (sekitar 65 miliar dolar) dalam tiga tahun. Metaplanet adalah contoh utama adopsi Bitcoin di Jepang. Perusahaan telah menyimpan Bitcoin selama bertahun-tahun dan terus membelinya. Mengapa ini penting bagi Jepang? Dengan diperkenalkannya JPYC, Jepang mengambil langkah besar dalam digitalisasi infrastruktur keuangannya. Stablecoin, yang selama bertahun-tahun berada di zona abu-abu regulasi, kini mendapatkan dasar hukum yang jelas. Sejak 2023, aturan baru di Jepang menetapkan bahwa hanya lembaga terdaftar yang boleh menerbitkan stablecoin, asalkan mereka menyimpan cadangan mereka sepenuhnya dalam uang fiat atau aset aman. Kerangka ini menjadikan Jepang salah satu negara pertama di dunia di mana stablecoin secara resmi diakui dan diregulasi. Bagi perusahaan, ini menawarkan peluang: mereka dapat melakukan transaksi domestik dan internasional dengan JPYC tanpa bergantung pada dolar Amerika atau transfer bank yang mahal. Jepang juga ingin lebih fokus pada Bitcoin. Setidaknya, itulah yang terlihat dari berita terbaru. Bagaimana JPYC cocok dalam konteks Asia dan global? Secara global, pasar stablecoin masih didominasi oleh koin yang dipatok ke dolar seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC). Lebih dari 99% dari semua stablecoin terikat pada dolar Amerika. Dengan JPYC, Jepang ingin menawarkan alternatif yang memperkuat mata uangnya sendiri di era digital. Inisiatif ini dapat berfungsi sebagai cetak biru bagi ekonomi Asia lainnya yang ingin mempertahankan otonomi keuangan mereka. Korea Selatan dan China juga bereksperimen dengan stablecoin nasional, sementara Singapura dan Hong Kong memperketat regulasi mereka untuk aset digital. Jepang dengan JPYC memposisikan dirinya sebagai pelopor dalam pengembangan stablecoin yang diregulasi di Asia. Hubungan dengan proyek CBDC Bank of Japan Peluncuran JPYC terjadi pada saat Bank of Japan (BoJ) sedang meneliti kelayakan mata uang digital bank sentral (CBDC). Meskipun CBDC diterbitkan oleh bank sentral itu sendiri, JPYC dapat berfungsi sebagai lingkungan pengujian yang berharga untuk infrastruktur, pengalaman pengguna, dan pengawasan. Melalui kerja sama antara pihak publik dan swasta – JPYC sebagai penerbit swasta dan BoJ sebagai otoritas sentral – tercipta ekosistem di mana inovasi dan regulasi berjalan beriringan. Menurut analis, model ini dapat menjadi panduan bagi negara lain yang ingin mengembangkan mata uang digital mereka sendiri. Tantangan dan prospek Tantangan terbesar terletak pada adopsi. Jepang masih memiliki preferensi kuat untuk uang tunai dan kartu kredit. Analis memperkirakan bahwa akan butuh setidaknya dua tahun sebelum stablecoin yen digunakan secara luas dalam ritel atau pembayaran internasional. Selain itu, ada persaingan ketat: bank-bank besar Jepang seperti Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), SMBC, dan Mizuho mengembangkan stablecoin mereka sendiri. Transparansi, kemudahan penggunaan, dan interoperabilitas karenanya menjadi penting untuk kesuksesan JPYC. Namun, arahnya jelas. JPYC berharap untuk memenangkan pasar. Kesimpulan Peluncuran JPYC menandai titik balik bagi pasar kripto Asia. Jepang memposisikan dirinya sebagai pelopor dalam stablecoin yang diregulasi dan membuka jalan untuk masa depan di mana mata uang digital dan mata uang nasional berpadu dengan mulus.
Berita Jepang meluncurkan stablecoin yen pertama JPYC: langkah menuju yen digital yang diregulasi ditulis oleh Robin Heester dan pertama kali muncul di Bitcoinmagazine.nl.
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi
[email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.