Meksiko akan memberlakukan tarif hingga 35% pada impor China mulai hari Kamis, menurut Presiden Claudia Sheinbaum dan Menteri Ekonomi Marcelo Ebrard.
Langkah ini bertujuan untuk melindungi industri dalam negeri di tengah defisit perdagangan, dengan dampak keuangan potensial pada ekonomi Meksiko namun tidak berpengaruh langsung pada cryptocurrency.
Meksiko Mengumumkan Strategi Baru terhadap Impor China
Meksiko telah mengumumkan strategi baru dengan memberlakukan tarif hingga 35% pada impor dari China. Langkah ini dirancang untuk melindungi industri dalam negeri dan mengatasi defisit perdagangan, menandai perkembangan signifikan dalam hubungan perdagangan internasional.
Presiden Claudia Sheinbaum dan Menteri Ekonomi Marcelo Ebrard memimpin inisiatif ini, menekankan perlunya memperkuat manufaktur lokal. Tarif ini akan mempengaruhi impor tahunan senilai $52 miliar, termasuk mobil dan tekstil.
Efek langsung dari tarif ini diperkirakan akan meningkatkan biaya bagi industri yang sangat bergantung pada impor China. Namun, tarif ini mungkin memberikan dorongan bagi sektor produksi domestik dengan menyamakan persaingan bagi bisnis lokal.
Implikasi keuangan mencakup peningkatan pendapatan yang diharapkan sebesar 70 miliar peso, sekitar $3,8 miliar. Secara politik, langkah ini dapat menegangkan hubungan antara Meksiko dan China, karena Kementerian Perdagangan China telah melabeli tarif tersebut sebagai proteksionis.
Marcel Ebrard menyoroti upaya re-industrialisasi sebagai hal yang krusial bagi strategi ekonomi Meksiko. Tarif ini sejalan dengan tekanan historis AS yang diterapkan sebelum peninjauan USMCA. Ini selaras dengan langkah serupa oleh negara-negara yang berfokus pada kemandirian domestik.
Hasil dari tarif ini dapat melibatkan pergeseran keuangan yang menguntungkan produsen lokal. Dampak regulasi harus dipantau karena dapat mempengaruhi kebijakan perdagangan yang lebih luas. Lintasan ekonomi Meksiko mungkin dibentuk oleh reaksi pasar internasional terhadap langkah-langkah ini.

