Wawasan Utama:
- Bitcoin mencatat candle tahunan merah pertama pasca-halving pada tahun 2025.
- Pola harga halving empat tahun yang telah berlangsung lama menunjukkan penyimpangan yang jelas.
- Institusi seperti Tether dan Strategy terus mengakumulasi Bitcoin.
Bitcoin memecahkan siklus halving empat tahun yang telah berlangsung lama setelah mencatat candle tahunan merah mengikuti halving terbaru.
Pergeseran ini muncul dalam data pasar 2025 yang dibagikan di X, memunculkan pertanyaan tentang pola harga masa lalu saat institusi terus membeli Bitcoin meskipun kinerja harga lebih lemah.
Siklus Halving Bitcoin Menunjukkan Tahun Merah Pertama Pasca-Halving
Bitcoin memecahkan siklus halving 4 tahun setelah 2025 ditutup dengan kerugian tahunan kecil. Saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan pada $87.727,16.
Data yang dibagikan oleh analis di X menunjukkan Bitcoin mengakhiri tahun dengan penurunan sekitar 6%. Ini menandai pertama kalinya tahun pasca-halving berakhir dengan merah.
Dalam siklus sebelumnya, tahun setelah halving selalu ditutup lebih tinggi. Pada tahun 2013, Bitcoin mencatat keuntungan di atas 5.500%.
Pada tahun 2017, harga naik lebih dari 1.300%. Siklus 2021 berakhir dengan peningkatan 57%. Setiap siklus kemudian mengalami tahun koreksi mendalam.
Gambar yang beredar online membandingkan siklus-siklus ini secara berdampingan. Blok hijau menunjukkan tahun pertumbuhan kuat, sementara blok merah menandai penurunan.
Blok merah 2025 menonjol karena memecahkan pola historis yang jelas.
Beberapa analis mengatakan perubahan ini mungkin mencerminkan ukuran pasar Bitcoin yang lebih besar.
Seiring pertumbuhan aset, keuntungan persentase tajam mungkin menjadi lebih sulit dipertahankan. Yang lain menunjuk pada kondisi likuiditas global dan pasar keuangan yang lebih ketat.
Halving masih mengurangi pasokan Bitcoin baru. Namun, pengurangan pasokan saja mungkin tidak lagi mendorong pertumbuhan harga yang cepat.
Kondisi permintaan sekarang tampak lebih kompleks daripada siklus sebelumnya.
Bitcoin memecahkan narasi siklus halving 4 tahun karena aksi harga tidak lagi mengikuti ritme yang sama.
Data tidak membuktikan siklus sudah berakhir. Ini menunjukkan bahwa hasil mungkin berbeda ke depannya.
Prospek Harga Bitcoin Tetap Tidak Jelas Setelah Pergeseran Siklus
Ekspektasi harga Bitcoin tetap beragam mengikuti pemutusan siklus. Beberapa pengamat pasar mencatat bahwa Bitcoin masih diperdagangkan dalam tren pertumbuhan jangka panjangnya.
Grafik yang dibagikan online menunjukkan harga bertahan di atas level support historis.
Satu analisis menyarankan Bitcoin masih bisa bergerak menuju kisaran atas dari kurva pertumbuhannya.
Kisaran tersebut menempatkan target jangka panjang antara $800.000 dan $1.800.000. Angka-angka ini bersifat teoretis dan tidak terikat pada tanggal tertentu.
Analis lain mendorong kehati-hatian. Mereka mengatakan pengembalian yang lebih lambat mungkin mendefinisikan siklus masa depan. Volatilitas sudah menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fluktuasi harga sekarang tampak kurang ekstrem.
Diskusi Bitcoin memecahkan siklus halving 4 tahun telah menggeser fokus pasar.
Trader sekarang lebih memperhatikan likuiditas, regulasi, dan tren adopsi. Waktu siklus tetap mungkin kurang penting dari sebelumnya.
Arah jangka pendek tetap tidak pasti. Analis menghindari prediksi tegas dan menggunakan bahasa kondisional. Tidak ada konsensus jelas tentang ke mana harga akan menuju selanjutnya.
Poin utamanya adalah penyesuaian. Bitcoin mungkin masih tumbuh, tetapi kecepatan dan strukturnya bisa berubah.
Pembelian Bitcoin Institusional Berlanjut Meskipun Harga Lemah
Permintaan institusional tetap kuat selama periode tersebut. Tether mengungkapkan telah mengakuisisi 8.888,8888888 BTC pada kuartal keempat 2025.
Transfer besar terjadi pada 1 Januari 2026, bernilai mendekati $778 juta pada saat itu.
Tether mengatakan pembelian tersebut mengikuti kebijakannya yang diumumkan pada Mei 2023. Perusahaan berkomitmen hingga 15% dari keuntungan kuartalan untuk Bitcoin.
Pembelian ini biasanya dipindahkan ke dompet cadangan setelah setiap kuartal.
Strategy juga meningkatkan kepemilikan Bitcoin-nya. Pada 29 Desember, perusahaan membeli 1.229 BTC senilai $108,8 juta. Akuisisi tersebut didanai melalui penjualan saham MSTR.
Setelah pembelian, Strategy memegang sekitar 672.497 BTC. Perusahaan mencatat bahwa baik Bitcoin maupun sahamnya mengalami kerugian pada saat itu.
Diskusi Bitcoin memecahkan siklus halving 4 tahun kontras dengan perilaku institusional.
Pembeli besar tampaknya fokus pada eksposur jangka panjang daripada siklus harga jangka pendek.
Kesenjangan antara struktur pasar dan aktivitas pembelian ini mendefinisikan fase saat ini. Pola harga bergeser, tetapi minat institusional tetap stabil.
Sumber: https://www.thecoinrepublic.com/2026/01/01/bitcoin-breaks-4-year-halving-cycle-after-rare-post-halving-price-drop/


