Bitcoin telah melonjak mendekati angka $90.000 saat sesi perdagangan Wall Street pertama tahun 2026 dimulai, disertai dengan meningkatnya aktivitas pasar dan perkembangan pasar futures yang signifikan. Meskipun cryptocurrency ini menunjukkan momentum, trader tetap berhati-hati terhadap potensi penurunan yang dipengaruhi oleh pola teknikal dan aktivitas likuidasi.
Ticker yang disebutkan: BTC
Sentimen: Netral hingga hati-hati bullish
Dampak harga: Netral — Meskipun harga mendekati level kunci, faktor teknikal menunjukkan kemungkinan volatilitas ke depan.
Ide trading (Bukan Nasihat Keuangan): Pertimbangkan untuk memantau level support kunci sekitar $88.000 sebelum melakukan trading, karena likuidasi dan gap futures dapat mempengaruhi pergerakan jangka pendek.
Konteks pasar: Bitcoin tetap dipengaruhi oleh dinamika pasar futures dan sinyal makroekonomi, mencerminkan sentimen investor yang lebih luas dan likuiditas pasar.
Selama sesi perdagangan Asia, Bitcoin mencoba rally menuju $90.000, didukung oleh momentum bullish yang diamati pada chart TradingView. Namun, saat perdagangan dilanjutkan di Wall Street, gap penurunan baru muncul di pasar futures CME Group, menyoroti area potensial untuk koreksi harga. Akun trading seperti Daan Crypto Trades menyoroti pentingnya gap tersebut, mencatat bahwa Bitcoin sering kembali dengan cepat untuk mengisi kekosongan ini dalam beberapa jam atau hari setelah pembukaan kembali futures.
BTC/USD grafik satu jam. Sumber: Cointelegraph/TradingViewAnalis juga memperingatkan bahwa kumpulan long dengan leverage tinggi di sekitar $88.000 dapat memicu penurunan yang lebih luas, terutama jika level likuidasi tercapai. Sumber daya pemantauan seperti CoinGlass menunjukkan bahwa likuidasi di kedua sisi pasar telah melampaui $200 juta dalam 24 jam terakhir, menggarisbawahi volatilitas pasar dan kerentanan terhadap pergerakan cepat.
Sementara itu, emas telah rebound dengan kuat setelah koreksi singkat di akhir tahun, sejalan dengan rally terbarunya yang mengungguli aset tradisional di tahun 2025. Pergerakan emas menuju level $4.400 menunjukkan minat investor yang berkelanjutan di tengah kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian makroekonomi. Menurut Charlie Bilello, chief market strategist di Creative Planning, kinerja emas sangat kuat, naik 64%, kontras tajam dengan penurunan moderat Bitcoin sebesar 6%, divergensi yang secara historis menandakan pergeseran pasar yang akan terjadi.
Seiring berjalannya minggu, pengamat terus menganalisis hubungan Bitcoin dengan emas dan perak, dengan banyak yang memandang underperformance saat ini sebagai "ketenangan sebelum badai" daripada pergeseran fundamental. Pertemuan gap futures, aktivitas likuidasi, dan faktor makroekonomi menunjukkan awal 2026 yang berpotensi volatil, dengan trader tetap waspada terhadap sinyal teknikal dan momentum pasar.
Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai Bitcoin Aims for $90K Resistance Break Before 2026 Wall Street Open di Crypto Breaking News – sumber terpercaya Anda untuk berita kripto, berita Bitcoin, dan update blockchain.


