Morgan Stanley mengajukan ETF Bitcoin dan Solana, menandai pergeseran signifikan menuju adopsi kripto institusional dan permintaan investor.
Pengajuan terbaru Morgan Stanley untuk exchange-traded funds (ETF) Bitcoin dan Solana menandakan pergeseran besar dalam industri keuangan.
Bank tersebut menyerahkan pernyataan pendaftaran ke SEC pada 6 Januari 2026, menunjukkan peningkatan minat institusional terhadap mata uang kripto.
Langkah ini menunjukkan permintaan yang terus meningkat untuk produk investasi kripto dan menyoroti komitmen Morgan Stanley terhadap pasar aset digital.
Pada 6 Januari 2026, Morgan Stanley mengajukan dua ETF baru: Morgan Stanley Bitcoin Trust dan Morgan Stanley Solana Trust.
Ini menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan bank terhadap mata uang kripto, karena sebelumnya mereka membatasi penasihat untuk merekomendasikan produk kripto.
ETF ini akan menawarkan investor akses lebih langsung ke Bitcoin dan Solana, dua mata uang kripto terkemuka.
Langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas dari meningkatnya keterlibatan institusional di sektor kripto.
Seiring mata uang kripto semakin populer, perusahaan keuangan besar seperti Morgan Stanley semakin banyak menawarkan produk ini untuk memenuhi permintaan klien.
Langkah Morgan Stanley ke pasar ETF kripto menunjukkan pengakuan terhadap potensi jangka panjang aset digital.
Pengajuan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya popularitas investasi mata uang kripto. Perusahaan besar lainnya, seperti BlackRock dan Fidelity, juga telah meluncurkan produk serupa.
Dengan langkah ini, Morgan Stanley bertujuan memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam pasar investasi kripto yang berkembang.
Investor institusional memainkan peran yang lebih besar dalam pertumbuhan pasar kripto.
Menurut para ahli, investor ini memandang mata uang kripto sebagai kelas aset yang menjanjikan untuk diversifikasi. "Institusi berlari kencang menuju kripto dan melihatnya sebagai prioritas bisnis utama," kata Matt Hougan, CIO Bitwise Asset Management.
Di masa lalu, banyak institusi ragu untuk mengadopsi mata uang kripto, karena khawatir akan risiko regulasi dan volatilitas.
Namun, seiring pasar telah matang, kekhawatiran ini telah mereda. Saat ini, lebih banyak lembaga keuangan mengambil langkah untuk mengintegrasikan investasi kripto ke dalam penawaran produk mereka.
Langkah Morgan Stanley untuk menawarkan ETF Bitcoin dan Solana adalah tanda jelas dari penerimaan institusional yang berkembang ini.
Produk-produk ini kemungkinan akan menarik berbagai investor, dari institusi besar hingga klien ritel yang mencari eksposur ke aset digital. Keputusan ini mencerminkan tren yang lebih luas dari kripto menjadi lebih umum di pasar keuangan.
Bacaan Terkait: Berita Kripto: Morgan Stanley Memperluas Akses Kripto ke Semua Klien Manajemen Kekayaan
Permintaan untuk ETF kripto telah tumbuh pesat dalam beberapa bulan terakhir. Dalam dua hari pertama tahun 2026, ETF Bitcoin mencatat arus masuk lebih dari $1,2 miliar. Lonjakan permintaan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor pada aset digital sebagai opsi investasi yang sah dan menguntungkan.
ETF kripto baru Morgan Stanley kemungkinan akan mendapat manfaat dari minat yang berkembang ini. Basis klien besar bank dan reputasi mapan di dunia keuangan memposisikannya dengan baik untuk menarik investor.
Seiring lebih banyak perusahaan memasuki pasar ETF kripto, ini akan membantu melegitimasi lebih lanjut aset digital di mata investor mainstream.
Permintaan ini juga mencerminkan tren yang lebih luas dari lembaga keuangan tradisional yang mengakui nilai mata uang kripto. Seiring lebih banyak uang mengalir ke produk-produk ini, pasar kripto secara keseluruhan diperkirakan akan terus berkembang.
Dengan lebih banyak investor institusional memasuki ruang ini, masa depan produk investasi kripto terlihat menjanjikan.
Postingan Morgan Stanley Files Bitcoin and Solana ETFs Marking Crypto Shift muncul pertama kali di Live Bitcoin News.


