Ripple telah mencapai pencapaian regulasi di Inggris melalui anak perusahaannya saat Inggris terus memperketat kontrol atas cryptocurrency. Pada 9 Januari 2026, Financial Conduct Authority mencantumkan Ripple Markets UK Ltd di bawah Peraturan Pencucian Uang.
Pengumuman ini datang saat FCA menetapkan jalur yang jelas untuk rezim lisensi kripto Inggris yang lebih luas. Pemerintah Inggris telah mengklarifikasi bahwa undang-undang baru mulai tahun 2027 akan memastikan kontrol yang lebih kuat dan perlindungan yang lebih besar. Undang-undang tersebut akan memastikan bahwa operasi dalam industri cryptoasset sejalan dengan undang-undang yang ada yang mengatur produk keuangan lainnya.
Menurut catatan FCA, Ripple Markets UK memenuhi persyaratan untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme. Pencantuman ini memungkinkannya untuk menawarkan beberapa layanan keuangan di Inggris terkait penawaran kripto. Namun, ini tidak memberikan izin layanan keuangan penuh untuk beroperasi di Inggris.
Pengumuman tersebut juga mengungkapkan otorisasi Lembaga Uang Elektronik untuk operasi Inggrisnya. Ini signifikan karena memungkinkan regulasi layanan pembayaran dan operasi uang elektronik. Ripple telah memfokuskan operasinya pada skema dan jalur pembayaran lintas batas.
Catatan FCA juga memuat batasan operasional untuk operasi Inggris perusahaan tersebut. Perusahaan harus mendapatkan persetujuan tertulis FCA untuk memfasilitasi operasi ATM cryptocurrency. Selanjutnya, perusahaan harus mendapatkan persetujuan untuk memulai operasi untuk klien ritel.
FCA juga mencatat pembatasan pada otorisasi agen dan distributor tanpa persetujuan. Ada juga pembatasan pada penerbitan uang elektronik kepada konsumen, usaha mikro, dan organisasi amal.
Baca Juga: Ripple Rules Out IPO Plans Despite Wall Street Backing and $40 billion Valuation
Selain persetujuan Ripple, FCA telah mengatakan kepada perusahaan untuk bersiap menghadapi rezim otorisasi yang direvisi di bawah Undang-Undang Layanan dan Pasar Keuangan. Di bawah rezim yang direvisi, perusahaan akan memerlukan otorisasi untuk aktivitas cryptoasset yang diatur. FCA mengharapkan proses aplikasi akan dibuka pada September 2026.
Regulator telah menggambarkan gerbang ini sebagai jendela aplikasi terbatas. Regulator juga telah menunjukkan bahwa periode ini akan berlangsung setidaknya selama 28 hari. Selain itu, regulator telah menunjukkan bahwa jendela ini akan ditutup tidak lebih dari 28 hari sebelum rezim mulai berlaku.
Juga telah dijelaskan oleh FCA bahwa pendaftaran AML tidak akan dibawa secara otomatis. Perusahaan yang sudah terdaftar di bawah Peraturan Pencucian Uang masih akan memerlukan otorisasi.
Juru bicara pemerintah Inggris menggambarkan perubahan ini sebagai langkah menuju perimeter regulasi yang lebih lengkap untuk kripto. Departemen Keuangan telah mengumumkan bahwa rezim regulasi untuk cryptoasset akan berlaku pada Oktober 2027. Selain itu, FCA dan Bank of England sedang mengerjakan serangkaian langkah regulasi terkait.
FCA telah meluncurkan konsultasi yang menguraikan standar yang diharapkan untuk pasar kripto di Inggris. Ini telah mengeluarkan rekomendasi mengenai penerimaan token, pengungkapan, dan rezim penyalahgunaan pasar. Konsultasi untuk CP25/41 akan ditutup pada 12 Februari 2026.
Konsultasi kedua adalah CP25/40, yang membahas regulasi aktivitas cryptoasset. Dokumen tersebut berisi ekspektasi untuk platform, broker, dan jenis perantara lainnya. Ini juga merujuk pada regulasi yang diusulkan untuk perusahaan cryptoasset.
FCA juga telah merujuk pada area seperti pinjaman, peminjaman, dan staking sebagai bagian dari inisiatif kebijakannya. Pedoman akhir dari regulator diharapkan akan dikeluarkan pada akhir tahun 2026.
Baca Juga: XRP Rallies 35% From $1.80 Support – $10 Could Be Next


