- Donald Trump telah memutuskan untuk tidak mengampuni mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried.
- Berdampak pada proses banding hukum SBF.
- Tidak ada efek langsung pada pasar cryptocurrency.
Trump Menolak Mengampuni Mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried
Presiden Donald Trump telah menyatakan kepada The New York Times keputusannya untuk tidak mengampuni mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried, menegaskan kembali sikapnya terkait kasus-kasus profil tinggi lainnya.
Keputusan ini menekankan pendekatan Trump terhadap pelanggaran penipuan langsung, meninggalkan prospek Sam Bankman-Fried bergantung pada proses banding AS, tanpa efek langsung pada pasar cryptocurrency yang teramati.
Dalam pernyataan tegas kepada The New York Times, mantan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak berniat mengampuni mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried, yang terbukti bersalah atas penipuan dan konspirasi. Pengumuman ini datang di tengah diskusi tentang pengampunan profil tinggi lainnya.
Donald Trump, yang dikenal karena dukungannya terhadap sektor kripto, secara eksplisit mengecualikan Sam Bankman-Fried dari kemungkinan grasi. Keputusan ini berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya di mana Trump memberikan pengampunan kepada mereka yang memiliki masalah kepatuhan regulasi.
Keputusan ini tidak membawa dampak pasar langsung atau efek on-chain, melainkan hanya berfokus pada jalur hukum Sam Bankman-Fried. Pasar keuangan dan aset kripto tetap tidak terpengaruh oleh tertutupnya jalur penyelamatan politik bagi mantan pemimpin FTX.
Meskipun tidak ada pergeseran modal yang terkait dengan keputusan Trump, sikap politik ini mempengaruhi harapan grasi SBF yang memudar. Dengan langkah ini, Trump menarik garis antara kasus regulasi dan kekhawatiran penipuan investor langsung yang melibatkan kerugian signifikan.
Keputusan Trump tidak memiliki dampak keuangan atau on-chain langsung tetapi menandai perbedaan preseden utama. Secara finansial dan teknologi, keputusan ini menarik garis yang mencolok dalam menangani pelanggaran penipuan versus kepatuhan.
Secara historis, keputusan Trump telah menunjukkan grasi untuk pelanggaran regulasi. Namun, penipuan yang menyebabkan kerugian pelanggan langsung, seperti yang terlihat dengan SBF, tetap dikecualikan, menandakan proses regulasi dan yudisial akan mendefinisikan batasan sektor kripto dengan lebih ketat. Donald J. Trump, Presiden Amerika Serikat, mengatakan bahwa ia tidak berniat menggunakan grasi presiden untuk membantu SBF dalam hukuman 25 tahunnya: SecuritiesDocket.


