Presiden Donald Trump telah melanjutkan rencana untuk mewawancarai Rick Rieder, Chief Investment Officer BlackRock, sebagai calon pengganti Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Keputusan ini datang saat masa jabatan Powell mendekati akhir pada 15 Mei.
Rick Rieder, seorang Senior Managing Director di BlackRock, mengawasi operasi pendapatan tetap global perusahaan. Pengalamannya mengelola aset senilai $2,4 triliun memberinya perspektif unik tentang pasar obligasi dan suku bunga. Perannya menempatkannya di jantung keputusan investasi dengan implikasi bagi pasar keuangan global.
Keterlibatan Rieder di masa lalu dengan pemerintah AS semakin memperkuat kredensialnya. Ia sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua Komite Pinjaman Departemen Keuangan AS. Selain itu, masa jabatan Rieder di Komite Penasehat Investasi Federal Reserve memberinya wawasan langsung tentang operasi dan arah kebijakan Fed.
Sebelum bergabung dengan BlackRock pada 2009, Rieder menghabiskan dua dekade di Lehman Brothers, di mana ia memimpin bisnis kredit global. Setelah keruntuhan Lehman pada 2008, Rieder mendirikan R3 Capital Partners sebelum pindah ke BlackRock, di mana ia telah meraih ketenaran dalam komunitas investasi.
Rick Reider bergabung dalam daftar banyak kandidat lain yang mengincar kursi yang sama. Menurut data Polymarket pada saat penerbitan, Kevin Warsh dan Kevin Hassett masing-masing memegang pangsa pasar 40%, menunjukkan dukungan kuat untuk kedua kandidat.
Sumber: Polymarket
Pangsa Christopher Waller berada di 8,8%, sementara Rick Rieder memiliki 5,6%. Grafik mengungkapkan pergerakan pasar pada akhir 2025 dan awal 2026. Warsh dan Hassett mengalami tren naik yang signifikan dari Oktober hingga Januari.
Sebaliknya, pangsa pasar Rieder tetap relatif stabil, sementara pangsa Waller meningkat sedikit selama periode yang sama. Secara keseluruhan, Kevin Warsh dan Kevin Hassett memimpin prediksi pasar untuk peran Ketua Fed.
Fokus pada Rieder datang pada saat masa depan Jerome Powell sebagai Ketua Fed tidak pasti. Seperti dilaporkan oleh Blockonomi, Powell menghadapi pengawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah Departemen Kehakiman mengeluarkan panggilan pengadilan grand jury terkait kesaksiannya di Senat pada Juni 2022.
Powell menggambarkan panggilan pengadilan tersebut sebagai pembalasan atas kebijakan suku bunga independen Fed, yang terkadang bertentangan dengan preferensi pemerintahan. Tindakan hukum terhadap Powell mewakili eskalasi dalam ketegangan yang sedang berlangsung antara Federal Reserve dan pemerintahan Trump. Powell telah mempertahankan komitmennya terhadap misi Fed, menyatakan bahwa ia akan terus bertugas tanpa pengaruh politik.
Ia mencatat bahwa panggilan pengadilan tidak terkait dengan kesaksiannya tetapi merupakan upaya untuk mempengaruhi keputusan kebijakan moneter. Menteri Keuangan Bessent memperingatkan bahwa penyelidikan tersebut dapat membahayakan pasar keuangan, yang telah memantau dengan cermat setiap perkembangan seputar kepemimpinan Fed.
Postingan Rick Rieder Memegang Pangsa Pasar 5,6% dalam Perlombaan Ketua Fed saat Trump Bersiap untuk Wawancara pertama kali muncul di Blockonomi.


