Menyusul pergeseran politik dramatis baru-baru ini di Venezuela, Ketua SEC Paul Atkins membahas potensi penyitaan kepemilikan Bitcoin yang diduga dimiliki negara tersebut. Pembahasan muncul di tengah laporan bahwa Venezuela mungkin memiliki Bitcoin senilai hingga $60 miliar, meskipun verifikasi tetap tidak pasti di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.
Ticker yang disebutkan: n/a
Sentimen: Netral
Dampak harga: Netral. Ketidakpastian seputar kepemilikan Bitcoin Venezuela dan perkembangan geopolitik membuat pasar tetap berhati-hati.
Ide trading (Bukan Nasihat Keuangan): Hold. Mengingat risiko geopolitik dan ketidakpastian regulasi, bijaksana untuk tetap berhati-hati.
Konteks pasar: Lanskap politik yang berkembang di Venezuela dan kemajuan legislatif di AS berkontribusi pada volatilitas yang sedang berlangsung di sektor aset digital.
Menyusul pergolakan baru-baru ini di Venezuela, di mana pasukan AS, di bawah arahan dari pemerintahan Donald Trump, menangkap Presiden Nicolás Maduro dan memindahkannya ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan kriminal, spekulasi tentang cadangan Bitcoin Venezuela telah meningkat. Sementara laporan mengklaim negara tersebut memegang Bitcoin senilai hingga $60 miliar, verifikasi tetap sulit dipahami, dan analis telah menyatakan skeptisisme tentang angka-angka ini.
Selama wawancara baru-baru ini, Atkins menyatakan, "Saya serahkan itu kepada pihak lain dalam pemerintahan untuk menangani — saya tidak terlibat dalam hal itu," ketika ditanya apakah AS mungkin mengambil tindakan untuk menyita aset tersebut. Pernyataan ketua SEC bertepatan dengan peningkatan aktivitas legislatif, karena Senat bersiap untuk mengadakan markup pada Digital Asset Market Clarity Act, sebuah RUU yang dirancang untuk memperjelas pengawasan regulasi terhadap cryptocurrency. Legislasi yang disahkan oleh DPR pada bulan Juli ini menghadapi penundaan karena kebuntuan politik dan pemilihan paruh waktu 2026 yang akan datang.
Sementara beberapa pemangku kepentingan telah menyatakan kekhawatiran atas ketentuan tertentu, termasuk regulasi stablecoin dan regulasi keuangan terdesentralisasi, para pembuat undang-undang diharapkan untuk menyempurnakan RUU lebih lanjut. Draf awal bertujuan untuk memberikan Commodity Futures Trading Commission kewenangan yang lebih besar atas aset digital, menandakan potensi pergeseran dalam pendekatan regulasi AS.
Sementara itu, keterlibatan Venezuela sebelumnya dengan teknologi blockchain, termasuk meluncurkan mata uang digital yang didukung minyak pada tahun 2018, menambah kompleksitas pada lanskap geopolitik dan keuangan saat ini.
Perkembangan ini menggarisbawahi hubungan yang berkembang antara politik, keuangan, dan teknologi—sebuah lanskap yang terus dibentuk oleh upaya legislatif dan hubungan internasional.
Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai Apakah AS Akan Menyita Bitcoin Venezuela? Masa Depan yang Tidak Pasti Terungkap di Crypto Breaking News – sumber terpercaya Anda untuk berita crypto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.


