Pemerintahan Biden dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menarik dukungannya terhadap RUU Struktur Pasar Kripto yang kontroversial setelah keputusan terbaru Coinbase untuk menarik dukungan. Langkah ini menandakan meningkatnya ketegangan antara regulator, raksasa industri, dan pemerintah saat masa depan regulasi kripto di Amerika Serikat menghadapi medan yang tidak pasti.
Ticker yang disebutkan: Tidak ada
Sentimen: Netral
Dampak harga: Netral, karena perdebatan politik lebih mempengaruhi prospek regulasi daripada pergerakan pasar langsung.
Ide trading (Bukan Nasihat Keuangan): Tahan, menunggu klarifikasi perkembangan regulasi dan hasil legislatif.
Konteks pasar: Perdebatan regulasi yang sedang berlangsung mencerminkan kekhawatiran industri yang lebih luas atas potensi legislasi yang membatasi dan pengawasan pemerintah.
Pemerintahan Biden dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menarik dukungannya terhadap Digital Asset Market Clarity Act, menyusul keputusan tak terduga Coinbase untuk menarik dukungan. Menurut sumber, langkah sepihak Coinbase ini membuat pejabat pemerintah terkejut dan menimbulkan ketidakpuasan kuat di dalam Gedung Putih. Pihak berwenang melihat tindakan Coinbase sebagai "rug pull" terhadap industri, menciptakan kekhawatiran bahwa prospek RUU tersebut mungkin menurun secara signifikan.
Spekulasi menunjukkan pemerintahan mungkin meninggalkan RUU tersebut sepenuhnya kecuali Coinbase melanjutkan negosiasi tentang ketentuan kontroversial terkait aturan imbal hasil stablecoin, yang dianggap menguntungkan kepentingan perbankan. Sumber yang dekat dengan proses tersebut menekankan, "Ini adalah RUU Presiden Trump pada akhirnya, bukan milik Brian Armstrong," menunjukkan pengaruh politik yang membentuk lingkungan regulasi.
CEO Coinbase Brian Armstrong menyuarakan penentangan kuat terhadap draf tersebut, menyatakan bahwa bentuk saat ini dapat merugikan keuangan terdesentralisasi dan stablecoin. Dia menyoroti kekhawatiran atas larangan de facto pada ekuitas yang ditokenisasi dan langkah-langkah pengawasan pemerintah yang melanggar privasi. Armstrong juga memperingatkan bahwa legislasi tersebut akan mengkonsolidasikan kekuasaan dengan Securities and Exchange Commission, semakin memperumit regulasi kripto.
Pendekatan RUU terhadap stablecoin telah menjadi titik konflik khusus. Kritikus industri khawatir aturan yang terlalu ketat dapat menghambat inovasi dan menghilangkan potensi imbal hasil sekitar 5%, yang berisiko mendorong pengguna menjauh dari keuangan tradisional ke aset kripto. Kelompok perbankan telah menyuarakan kekhawatiran bahwa imbal hasil setinggi itu dapat menyebabkan arus keluar deposit massal.
Komunitas kripto tetap terpecah, dengan banyak yang mendukung sikap Coinbase terhadap apa yang mereka anggap sebagai langkah proteksionis oleh bank dan regulator. Yang lain berpendapat bahwa posisi agresif Coinbase dapat merusak kepentingan industri yang lebih luas, dengan beberapa kritikus menyarankan bahwa pengaruh Coinbase atas legislasi terlalu dibesar-besarkan dibandingkan dengan ekosistem pemangku kepentingan kripto yang beragam.
Lanskap yang berkembang menggarisbawahi persimpangan kritis untuk regulasi kripto di AS, di mana kemauan politik, advokasi industri, dan kejelasan regulasi terus membentuk lintasan adopsi aset digital dan legislasi.
Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai White House May Drop Crypto Bill After Coinbase Withdrawal — What's Behind the Shift? di Crypto Breaking News – sumber terpercaya Anda untuk berita kripto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.


