- Peristiwa utama mengubah dinamika pasar karena perubahan kepemimpinan dan dampak kebijakan.
- Sikap CEO Coinbase mempengaruhi legislasi kripto.
- Volatilitas pasar meningkat seiring perubahan regulasi yang mendekat.
Brian Armstrong, CEO Coinbase, menarik dukungan untuk CLARITY Act, yang menyebabkan Komite Perbankan Senat menunda pemungutan suara pada 15 Januari 2026, memicu volatilitas pasar.
Penarikan Armstrong mencerminkan ketegangan dalam komunitas kripto, memperkuat reaksi pasar dan ketidakpastian, terutama di tengah ancaman tarif Eropa dari Trump dan fluktuasi aliran Bitcoin ETF.
Brian Armstrong, CEO Coinbase, mengumumkan penarikan dukungannya dari CLARITY Act, memicu efek langsung pada pasar kripto. Keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang perubahan regulasi, berdampak pada diskusi legislatif dan sentimen pasar.
Dinamika Pasar Bergeser di Tengah Perubahan Legislatif
CEO Coinbase Brian Armstrong telah menarik dukungan untuk CLARITY Act, dengan menyebutkan masalah terkait larangan imbal hasil stablecoin. Langkah ini menyebabkan penundaan pemungutan suara Komite Perbankan Senat yang awalnya dijadwalkan pada 15 Januari 2026.
Brian Armstrong dan David Sacks, kepala urusan kripto Gedung Putih, memainkan peran penting dalam proses legislatif. Penarikan Armstrong mencerminkan kekhawatiran tentang perluasan wewenang SEC, berdampak pada pandangan regulasi pasar kripto.
Efek langsung termasuk volatilitas yang meningkat di pasar kripto dan ketidakpastian tentang masa depan legislatif. Dengan pengumuman tarif Eropa Presiden Trump, perkembangan ini semakin memperumit lanskap keuangan bagi investor dan pemangku kepentingan.
Dampak ganda dari tindakan Armstrong dan tarif Trump mengancam untuk mempengaruhi sentimen pasar. Implikasi keuangan termasuk fluktuasi aliran Bitcoin ETF dan pergerakan signifikan dalam harga mata uang kripto terkemuka, terutama Bitcoin, Ethereum, dan Solana.
Perkembangan ini menunjukkan potensi pergeseran dalam sikap regulasi serta dinamika pasar. Penundaan CLARITY Act bergema dalam komunitas kripto, memprediksi potensi peningkatan pengawasan legislatif.
Hasil regulasi dan pasar tetap tidak pasti, namun tren yang diprediksi menunjukkan peningkatan keterlibatan pasar kripto. Preseden historis seperti penurunan hash rate Musim Semi 2024 menjadi referensi untuk hasil masa depan dalam situasi yang berkembang ini.
"Ancaman Presiden Trump untuk memberlakukan tarif pada Eropa telah memberi tekanan pada Bitcoin. Penundaan CLARITY Act di komite Senat terutama karena kekhawatiran dari Coinbase menghilangkan sejumlah besar sentimen positif di pasar." — Russell Thompson, Chief Investment Officer, Hilbert Group


