Sejak awal tahun 2026, pasar kripto telah mengalami pergeseran signifikan dalam sentimen investor yang lebih luas. Dalam hal ini, statistik media sosial menunjukkan perubahan dramatis dari perdebatan terkait kripto menuju diskusi tentang logam mulia seperti perak.
Menurut data dari Santiment, Januari 2026 dimulai dengan tenang, namun setelah itu dinamika pergeseran mulai terungkap secara bertahap. Secara khusus, emas menyaksikan penyebutan yang lebih luas dengan lonjakan ke level harga tertinggi baru, yang mengarah pada perbincangan seputar Bitcoin ($BTC) dan lintasan perak yang memecahkan rekor.
Data pasar terbaru menunjukkan bahwa sepanjang Januari 2026, sektor kripto telah mengalami pergeseran momentum yang cukup besar. Narasi yang berkembang tersebut menunjukkan bahwa para trader mengejar siklus hype.
Dalam melakukannya, mereka sering berpindah antar sektor sejalan dengan indikasi bullish. Dengan demikian, momentum telah mengalami pergeseran kunci menuju logam mulia seperti perak, sementara volatilitas yang meningkat di pasar kripto telah memudarkan diskusi seputarnya.
Dengan mempertimbangkan hal ini, minggu pertama Januari dipenuhi dengan diskusi kripto karena para investor cukup optimis mengenai pencapaian besar. Namun demikian, seiring berjalannya waktu, optimisme mulai menurun.
Setelah itu, minggu ke-2 menunjukkan peningkatan signifikan dalam diskusi terkait emas. Oleh karena itu, diskusi media sosial seputar logam mulia tersebut secara eksklusif meledak ke level tertinggi sepanjang masa mereka. Mencerminkan lonjakan ini, batangan emas 200g menjadi sangat terkenal.
Bersama dengan emas, lanskap kripto juga mengalami penyebutan yang signifikan, terutama dalam kasus aset kripto terkemuka, Bitcoin ($BTC). Namun demikian, ini membuka jalan bagi perubahan momentum. Akibatnya, aset kripto mencatat penurunan yang signifikan.
Jadi, di minggu ke-3 bulan tersebut, para pembeli mulai memanfaatkan peluang untuk membeli saat penurunan. Khususnya, $BTC mencatat lonjakan besar dalam minat sementara harganya anjlok. Namun, ini tampaknya merupakan upaya yang tidak berhasil untuk mendorong pasar kripto ke atas.
Selain itu, data menunjukkan bahwa minggu ke-4 Januari ditandai dengan penurunan parah dalam diskusi kripto, sementara perak muncul sebagai aset yang paling banyak dibahas. Perkembangan ini dilaporkan terjadi setelah logam mulia tersebut mencapai level tertinggi sepanjang masa yang baru. Ini menghasilkan gerombolan trader menuju pasar perak di tengah FOMO yang berkembang.
Oleh karena itu, keseluruhan bulan Januari melihat pergeseran trader besar-besaran antara pasar kripto, emas, dan perak sambil mengikuti tren bullish. Namun demikian, prospek pasar saat ini menunjukkan volatilitas yang mengejutkan bahkan dalam lintasan perak.
Menurut Santiment, ketika pasar kripto ritel memasuki fase FOMO, umumnya mencatat puncak. Hal yang sama terjadi dengan perak sekarang, karena para investor dilaporkan mengalami FOMO.
Namun, hari ini, perak naik di atas $177,70 yang menyebabkan penurunan tiba-tiba. Selanjutnya, dalam beberapa jam, perak anjlok di bawah $102,70. Dalam skenario seperti itu, trader disarankan untuk melawan kerumunan dan membuat keputusan dengan bijak sambil menghindari hype jangka pendek.


