Hyperliquid (HYPE) menjadi altcoin top gainer harian di antara 100 aset kripto terbesar, naik dua digit dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan ini terjadi di tengah pemulihan pasar yang lebih luas yang telah mendorong kapitalisasi pasar aset kripto secara keseluruhan naik hampir 1%. Tapi, data terbaru menunjukkan ada pemicu tak terduga yang mungkin mendukung harga HYPE: Perak.
Data BeInCrypto Markets menunjukkan HYPE mengalami tren naik sejak Senin. Altcoin ini melonjak ke US$34 pada hari ini, mencatat harga tertingginya sejak awal Desember.
Pada waktu publikasi, HYPE diperdagangkan di US$33,36. Ini berarti naik 22,44% hanya dalam satu hari. Volume perdagangan harian juga naik 93% hingga mencapai lebih dari US$800 juta.
Kenaikan harga ini bertepatan dengan demam trading komoditas di platformnya. Berdasarkan data exchange, pasar Silver-USDC Hyperliquid mencatat sekitar US$1,1 miliar volume perdagangan dalam 24 jam terakhir, menjadi aset terpopuler ketiga di exchange tersebut setelah Bitcoin dan Ethereum.
Lalu, bagaimana aktivitas ini berpengaruh pada harga HYPE? Keterkaitan antara trading perak dan harga Hyperliquid berasal dari upgrade struktural baru-baru ini yaitu Hyperliquid Improvement Proposal 3 (HIP-3).
Platform ini mengaktifkan HIP-3 pada Oktober 2025. Upgrade ini membuat penciptaan pasar perpetual futures menjadi lebih demokratis.
Dengan HIP-3, siapa pun dapat membuat decentralized market perpetual futures di HyperCore (infrastruktur inti Hyperliquid) tanpa izin, cukup dengan melakukan staking minimal 500.000 token HYPE.
sejak peluncuran HIP-3, aktivitas di pasar-pasar eksternal tersebut makin tumbuh pesat. Open Interest di seluruh pasar HIP-3 hari ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$900 juta.
Perak kini muncul sebagai aset paling aktif diperdagangkan, menyumbang sebagian besar volume perdagangan harian di pasar HIP-3.
Lonjakan aktivitas trading ini berdampak pada tokenomik HYPE. Berdasarkan HIP-3, biaya yang dihasilkan dibagi rata; 50% untuk pihak yang meluncurkan pasar, dan 50% masuk ke protokol.
Karena volume perdagangan di pasar HIP-3 terus naik, pendapatan biaya protokol juga meningkat. Mekanisme ini menciptakan sumber pendapatan baru yang terus berkembang untuk Hyperliquid.
Assistance Fund Hyperliquid, yang merupakan inti dari model ekonomi HYPE, menggunakan sekitar 97% biaya yang terkumpul untuk membeli kembali token HYPE dari pasar. Proses buyback ini secara bertahap mengurangi suplai yang beredar, mekanisme yang biasanya dianggap mendukung stabilitas dan apresiasi harga jangka panjang.
Menariknya, FalconX memperkirakan bahwa pertumbuhan pendapatan biaya dari pasar HIP-3 bisa memberi potensi kenaikan hingga 67% bagi HYPE tahun ini, menunjukkan besarnya kontribusi HIP-3 dalam performa ekonomi protokol secara keseluruhan.
Bagaimana pendapat Anda tentang lonjakan volume perak di Hyperliquid di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
