Cryptoharian – Seorang analis makro dengan nama akun media sosial X ‘Bull Theory”, mengklaim bahwa bank sentral Amerika Serikat sedang bersiap melakukan langkahCryptoharian – Seorang analis makro dengan nama akun media sosial X ‘Bull Theory”, mengklaim bahwa bank sentral Amerika Serikat sedang bersiap melakukan langkah

Analis Makro Klaim Kripto Berpeluang Diuntungkan dengan Intervensi Dolar-Yen

Cryptoharian – Seorang analis makro dengan nama akun media sosial X ‘Bull Theory”, mengklaim bahwa bank sentral Amerika Serikat sedang bersiap melakukan langkah yang sangat jarang terjadi.

Dalam pembaruannya pada Minggu (26/1/2026), Bull Theory menuliskan bahwa bank sentral Amerika akan menjual dolar AS dan membeli Yen Jepang. Ia menyebutkan bahwa New York Fed disebut telah melakukan ‘rate checks’, yang ia anggap sebagai sinyal awal sebelum intervensi mata uang sungguhan.

Menurut Bull Theory, tekanan terhadap Jepang menjadi latar utama narasi ini. Yen disebut telah melemah dalam waktu lama, sementara imbal hasil obligasi Jepang berada di level tinggi dan Bank of Japan masih cenderung hawkish.

“Kombinasi itu, katanya tidak hanya menciptakan stres domestik, tapi juga bisa menyebar ke pasar global dan membuat otoritas moneter internasional mulai ‘serius’ menaruh perhatian,” ungkap Bull Theory.

Ia menjelaskan, Jepang dinilai sudah beberapa kali mencoba mempertahankan nilai tukar sendirian, namun dampaknya tidak bertahan lama. Ia menekankan perbedaan besar antara intervensi unilateral dan intervensi terkoordinasi, seraya mengaitkannya dengan preseden sejarah.

“Ketika aksi dilakukan, Amerika dan Jepang, hasilnya cenderung lebih efektif menstabilkan yen dan memicu perubahan besar di aset global,” ujarnya.

Baca Juga: Ada Koin Meme yang Naik Ratusan Persen Usai Postingan Gedung Putih, Apa Itu?

Dari sisi, Bull Theory membangun skenario yang ia sebut berpotensi bullish bagi secara luas. Ia menjelaskan bahwa jika otoritas Amerika benar-benar melemahkan dolar lewat intervensi, efeknya bisa terasa seperti penambahan likuiditas global. Dalam kondisi seperti itu, aset-aset beresiko biasanya lebih mudah menguat, dan arus modal bisa mencari instrumen yang dinilai ‘belum sempat repricing’.

Dalam hal ini, dia mengingatkan pada para investor kripto bahwa penguatan yen bisa menjadi resiko jangka pendek. Alasannya yakni masih ada dana besar yang terikat pada yen carry trade, strategi meminjam yen murah lalu menempatkannya ke aset berimbal hasil lebih tinggi seperti saham dan kripto.

“Saat yen menguat cepat, sebagian pelaku carry trade bisa dipaksa menutup posisi dan menjual aset untuk mengembalikan pinjaman, yang berpotensi menekan harga kripto secara tiba-tiba,” kata Bull Theory.

Namun di sisi lain, dirinya juga menilai pelemahan dolar justru membuka peluang jangka panjang bagi kripto. Ia menyoroti Bitcoin, yang menurutnya masih berada di bawah puncak 2025 dan termasuk aset besar yang ‘belum sepenuhnya’ menyesuaikan diri dengan perubahan makro.

“Kalau intervensi terkoordinasi benar terjadi dan dolar melemah, menurut saya pasar akan mencari aset yang terlihat relatif murah terhadap pergeseran tersebut, dan kripto bisa menjadi salah satu kandidat utama,” pungkas Bull Theory.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.