Cryptoharian – Pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah guncangan besar pada Desember, dan sejumlah indikator struktural mengarah pada pelCryptoharian – Pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah guncangan besar pada Desember, dan sejumlah indikator struktural mengarah pada pel

4 Indikator Coinbase Ini Bilang Kripto Siap Balik Arah

Cryptoharian – Pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah guncangan besar pada Desember, dan sejumlah indikator struktural mengarah pada peluang pemulihan di kuartal pertama. Dalam analisis terbaru Coinbase, empat faktor dinilai memperkuat argumen bahwa koreksi kemarin lebih mirip ‘setback sementara’ ketimbang perubahan rezim yang benar-benar mengubah tren.

Keempat faktor tersebut, yakni arus masuk ETF spot yang kembali muncul, leverage sistemik yang menyusut tajam, likuditas orderbook yang membaik serta perubahan sentimen di pasar opsi.

Meski pelaku pasar masih berhati-hati, kombinasi indikator itu memberi gambaran bahwa ekosistem kini jauh lebih tidak rapuh dibandingkan beberapa pekan lalu. Artinya, ruang untuk reli pemulihan mulai terbuka, walau belum bisa disebut aman.

Sinyal pertama terlihat dari perilaku ETF spot, yang sering dipandang sebagai termometer paling bersih untuk membaca selera resiko institusi. Pada pekan pertama tahun ini, ETF spot Bitcoin yang terdaftar di Amerika hanya mencatat hasil tipis positif.

Dua hari arus masuk yang kuat langsung dibalas tiga hari arus keluar beruntun, sehingga secara bersih hanya menambah sekitar US$ 40 juta. Pola tarik-ulur seperti ini biasanya bukan fondasi reli besar, karena menunjukkan institusi belum punya keyakinan kuat.

Namun cerita yang sedikit lebih konstruktif muncul pada ETF spot Ethereum. Dalam periode yang sama, produk berbasis ETH mencatat arus masuk kas bersih sekitar US$ 200 juta, tetap positif meski ada penebusan di akhir pekan.

Coinbase menilai perbedaan ini penting karena ETH kerap menjadi ‘proxy beta tinggi’ bagi institusi. Dengan kata lain, bila uang mulai berani naik ke ETH, sering kali itu sinyal awal bahwa mina resiko perlahan pulih, meski belum solid.

Pilar kedua adalah ‘reset’ leverage, faktor yang sering membedakan koreksi dan penurunan berkepanjangan. Leverage yang tetap tinggi membuat pasar mudah pecah lewat rangkaian likuidasi berantai. Coinbase menilai kondisi saat ini lebih sehat karena leverage sistemik sudah jauh berkurang dibanding sebelum guncangan.

Untuk Bitcoin, open interest futures sekitar US$ 62 miliar dibanding kapitalisasi pasar sekitar US$ 1,8 triliun, sehingga rasionya kira-kira 3,4 persen.

Baca Juga: Robert Kiyosaki: Saya Tak Peduli Harga Bitcoin Naik atau Turun

Ethereum memang berbeda. Open interest ETH sekitar US$ 40,3 miliar dibanding market cap sekitar US$ 374 miliar, menempatkan rasio sekitar 10,8 persen. Struktur ETH yang lebih ‘derivatives-heavy’ ini bukan otomatis bearish, tetapi membuat reli ETH cenderung lebih mudah rapuh bila leverage kembali menggelembung terlalu cepat.

Meski begitu, intinya tetap sama: pembersihan leverage pada Desember memberikan dasar yang lebih sehat untuk membangun pergerakan berikutnya, terutama jika funding rate bertahan netral.

Pilar ketiga datang dari perbaikan ‘pipa’ pasar, likuiditas dan kedalaman order book. Setelah periode libur, data Amberdata menunjukkan kedalaman order book Bitcoin dalam rentang 100 basis poin dari harga tengah naik ke sekitar US$ 631 juta, lebih tinggi dibanding rata-rata tujuh hari.

Yang lebih penting, spread tetap rapat dan komposisi antara pembeli dan penjua relatif seimbang, sekitar 48 persen bid berbanding 52 persen ask. Keseimbangan seperti ini krusial. Dalam fase panik, likuiditas biasanya menguap dan order book berat di sisi jual, membuat setiap reli mentok seperti menabrak tembok. Ketika likuiditas kembali dua arah, peluang reli untuk bertahan lebih dari sekedar ‘satu sesi hijau’ meningkat.

Dari sisi likuditas yang lebih luas, indikator suplai stablecoin juga bergerak naik. DeFiLlama mencatat suplai stablecoin sekitar US$ 307 miliar, naik sekitar US$ 606 juta dalam sepekan. Coinbase juga menyoroti Binance yang mencatat arus masuk stablecoin bersih lebih dari US$ 670 juta dalam sepekan terakhir, yang sering dibaca sebagai amunisi potensial untuk aktivitas perdagangan.

Pilar keempat, yakni efek ‘clean state’ di pasar opsi. Jatuh tempo besar pada 26 Desember menghapus banyak posisi lama; Glassnode memperkirakan sekitar 45 persen posisi di-reset. Dampaknya, resiko harga ‘terpaku’ oleh posisi warisan menurun.

Lebih jauh, skew opsi put dibanding call, bergeser dari sangat positif ke seikit negatif.

Lalu apa ekspektasi realistis untuk Q1? Dengan implied volatility di kisaran pertengahan 40 persen (tahunan), pasar opsi memetakan rentang wajar Bitcoin di sekitar US$ 70.000 – US$ 110.000 sebagai baseline pergerakan satu deviasi standar.

Coinbase kemudian membingkai tiga skenario, yakni skenario bullish di mana arus ETF berubah dari harian yang acak menjadi berminggu-minggu konsisten positif dan likuiditas makin tebal. Skenario dasar, yakni di mana arus tetap campur, leverage tumbuh pelan dan ketidakpastian makro membatasi risk appetite. Terakhir yakni skenario bearish, di mana arus ETF kembali negatif, likuiditas memburuk, dan kebutuhan proteksi downside meningkat akibat guncangan makro seperti suku bunga naik atau dolar menguat.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.