Cryptoharian – Memasuki akhir bulan Januari, pasar kripto semakin tampak memanas dengan banyaknya agenda dari pemerintahan Amerika. Salah satunya disampaikan oleh influencer kripto di media sosial X, dengan nama samaran Crypto Rover.
Berdasarkan salah satu postingan terbarunya, Rover memperingatkan bahwa 72 jam ke depan akan berpotensi menjadi periode penentu bagi pasar aset digital, ketika serangkaian agenda makro dan korporasi beresiko memicu volatilitas tajam.
“Pekan ini menghadirkan salah satu setup paling berbahaya dalam beberapa bulan, karena pasar harus mencerna beberapa katalis sekaligus dalam waktu yang sangat sempit,” ungkap Rover.
Ia menjelaskan, perhatian utama tertuju pada pidato Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung hari ini pukul 16.00 ET, dengan fokus pada kondisi ekonomi Amerika dan harga energi. Rover menilai arah pernyataan Trump terkait energi dapat berdampak pada narasi inflasi, yang selama ini menjadi faktor dominan dalam ekspektasi kebijakan moneter.
Keesokan harinya, pasar menghadapi keputusan The Fed. Dalam hal ini, Rover menjelaskan bahwa meski tidak ada ekspektasi kenaikan atau pemangkasan suku bunga, reaksi utama justru diperkirakan muncul dari konferensi pers Jerome Powell.
“Dengan indikator inflasi masih belum menunjukkan pelambatan resiko, Powell berpotensi mempertahankan nada hawkish,” ujarnya.
Dalam skenario hawkish tersebut, lanjutnya, pasar kripto berpotensi kembali mengalami ‘bart’ atau reli singkat yang cepat dibalikkan oleh tekanan jual.
Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini: Terkurung di Kisaran $88rb, Para Trader Tunggu Petunjuk dari Fed
Volatilitas juga dapat bertambah karena pada hari yang sama, sejumlah saham teknologi terbesar akan merilis laporan kinerja, termasuk Tesla, Meta, dan Microsoft. Dirinya juga menyatakan bahwa emiten-emiten ini menjadi barometer sentimen risk-on di pasar saham.
“Jika hasilnya mengecewakan, sentimen bisa memburuk dan menekan aset beresiko, termasuk kripto. Sebaliknya, laporan yang kuat dapat memicu relief rally, meski tetap rentan karena waktunya berdekatan dengan agenda The Fed,” kata Rover.
Pada hari Kamis, sorotan beralih ke data inflasi Producer Price Index (PPI) Amerika yang sering dipantau sebagai sinyal tekanan harga dari sisi produsen. Crypto Rover menilai angka PPI yang ‘panas’ akan memperkecil peluang pemangkasan suku bunga, menekan ekspektasi likuiditas dan memperbesar tekanan pada aset kripto.
“Di hari yang sama, Apple juga dijadwalkan merilis laporan kinerja, yang menurutnya dapat memengaruhi sentimen pasar lebih luas karena bobotnya yang besar di indeks saham,” paparnya.
Rangkaian agenda tersebut kemudian ditutup dengan tenggat deadline potensi shutdown pemerintah Amerika pada Jumat mendatang. Rover mengingatkan bahwa episode serupa sebelumnya diikuti tekanan berat di pasar kripto karena likuiditas mengering.
“Kondisi saat ini bisa lebih rentan jika ketidakpastian fiskal kembali memicu risk-off,” pungkas Rover.
